Kajian Parenting Bulan Oktober 2026 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Muhammad Ridjal dengan tema “Mendidik anak sesuai jenis kelaminnnya” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Islam memerintahkan kepada kita untuk membimbing anak-anak kita sesuai jenis kelaminnya. Karena pentingnya dibedakan bagaimana mendidik mereka sesuai dengan fitrah mereka. Berapa banyak penyimpangan yang terjadi karena kesalahan pola asuh yang terjadi pada anak-anak sehingga mereka.

Maka ada beberapa asas yang harus diperhatikan dalam hal mendidik anak-anak kita sesuai jenis kelaminnya:

1. Ajari anak-anak agar apabila hendak masuk ke kamar orangtua atau saudara yang berbeda gender nya untuk meminta izin terlebih dahulu.
2. Ajarkan anak-anak untuk senantiasa menjaga pandangan dan menutup aurat. Latihan mereka sejak kecil agar terbiasa menundukkan pandangan dan menjaga auratnya sehingga mereka merasa malu apabila aurat nya dilihat orang lain, dan benar-benar menjaga pandangannya dari aurat orang lain.
3. Jangan satukan anak-anak terutama dalam satu tempat tidur, terlebih jika sudah tamyiz. Nabi shalallahu alaihi wasallam mengingatkan bagi anak-anak kita untuk dipisahkan tempat tidur mereka sejak mulai tamyiz.
4. Jauhkan anak-anak dari pergaulan yang campur aduk antara laki-laki dan perempuan, dan lingkungan yang membangkitkan syahwat. Agar anak-anak tidak kehilangan identitas, tercampur aduk antara laki-laki dan perempuan sehingga fitrah mereka yang berbeda pun menjadi semakin samar.
5. Dalam hal penamaan pun harus jelas dibedakan antar nama laki-laki dan nama perempuan. Bukan nama yang samar, bisa digunakan untuk laki-laki atau perempuan.
6. Mengajarkan anak-anak kita yang sudah menjelang dewasa untuk kaifiyah mandi dan Sunnah-sunnahnya. Beritahu kepada mereka bagaimana bersuci dari hadits kecil, bagaimana bersuci dari hadits besar, apa yang menyebabkan terjadinya hadats kecil atau besar. Sehingga anak tidak panik dan sudah tau tata cara sesuai syariat nya.
7. Nikahkan anak dalam usia muda. Dalam artian apabila anak sudah mencapai usia baligh, sudah mampu tanpa hambatan maka nikahkan mereka. Agar tidak terjadi bahaya yang besar bahkan sampai perzinahan.

Kajian Bulan Oktober 2026 | Karyawan LBE

Apa definisi iman?
Iman itu diucapkan dengan lisan, diyakini dengan hati, diamalkan oleh anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Sebagai seorang mukmin, harus baginya memperhatikan 3 faktor keimanan ini, dimana apabila ada satu faktor yang hilang entah itu hati, lisan, atau anggota badannya, akan batal konsep keimanan ini.

Maka banyak bentuk ketaatan yang bisa dilakukan untuk menambah keimanan kita. Karena pada hakikatnya, ketaatan merupakan bukti dari keimanan kita. Allah berfirman:

وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى

“Siapa yang datang kepada-Nya dalam keadaan beriman dan telah beramal saleh, mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),”

Disisi lain, keimanan pun bisa berkurang dengan maksiat yang kita lakukan. Ayat yang patut jadi renungan dalam hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”

Kajian Bulan September 2026 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Arfi Dahlar Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Al-Qur’an dan Masa Depanmu”.

‎Al-Quran adalah satu-satunya Kitab yang bisa dihafalkan dari awal sampai akhir. Dikarenakan kitab-kitab lain telah banyak dirubah karena kedurhakaan mereka kepada Allah. Maka inilah bukti betapa autentiknya Al-Qur’an dan penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an.
‎
‎Kemudian diantara keistimewaan Al-Qur’an adalah setiap huruf yang dibaca akan bernilai 10 pahala disisi Allah.
‎
‎Ada beberapa Sahabat yang Allah istimewakan karena Al-Qur’an, diantaranya:
‎

  1. ‎Zaid bin Tsabit, bahkan beliau digelari sebagai “Kuttabul Wahy” Sang penulis Wahyu
  2. ‎Abdullah bin Abbas, beliau adalah seorang sahabat yang didoakan Nabi agar dipahamkan Syariat dan tafsir, sehingga beliau digelari “Penerjemah Al-Qur’an” dan sahabat yang selalu dimasukkan pendapat nya oleh para ulama tafsir
    ‎
    ‎Maka kedudukan para penghafal Al-Quran dan orang yang mengamalkannya, sangat amat tinggi baik di dunia maupun di Akhirat.
    ‎
    ‎Diantara keistimewaan penghafal Al-Quran:
    ‎1. Orang-orang yang menghafal Al-Qur’an adalah “Keluarga” dan orang yang dikhususkan oleh Allah di muka bumi ini. Rasulullah bersabda:

‎”Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah Ahlul Qur’an, keluarga Allah dan orang-orang istimewa di sisi-Nya.”
‎
‎2. Orang-orang yang ahli dalam Al-Qur’an, maka mereka akan bersama para Malaikat yang mulia. Bahkan mereka yang terbata-bata, tetapi masih berusaha membaca dan belajar Al-Qur’an, ia akan mendapat 2 pahala. Yaitu pahala membacanya, dan pahala kesungguhan nya dalam belajar Al-Qur’an. Rasulullah bersabda:
‎
‎الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
‎
‎”Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala.”
‎
3. ‎Ayat terakhir yang kita baca nanti di hari kiamat, akan menjadi tempat kita di surga kelak. Rasulullah bersabda ‎:
‎
‎يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا ، فَإنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آية تَقْرَؤُهَا
‎
‎”Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an, ‘Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah (membaca dengan perlahan) sebagaimana engkau menartilkannya di dunia, karena kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.”

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Muhammad Arfi Dahlar bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan September 2026 | Karyawan LBE

Menjaga Sunnah dan Adabnya

Muqaddimah Bab 16 Riyadhus Shalihin

Imam an-Nawawi رحمه الله membuka bab ini dengan sejumlah ayat Al-Qur’an yang menunjukkan wajibnya mengikuti Rasulullah ﷺ, menaati perintahnya, menjauhi larangannya, dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan.

Sunnah dalam pembahasan ini bukan sekadar amalan yang hukumnya “sunnah” dalam istilah fikih, tetapi jalan dan tuntunan Rasulullah ﷺ dalam ibadah, akhlak, perkataan, perbuatan, dan kehidupan beliau secara umum. Karena itu, menjaga Sunnah berarti berusaha mengenal petunjuk Rasulullah ﷺ kemudian mengikutinya.

  1. Apa yang diperintahkan Rasulullah ﷺ harus diikuti

Allah تعالى berfirman:

«وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا»

“ Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka ambillah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.”

(QS. Al-Hasyr: 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang muslim tidak hanya mengikuti apa yang sesuai dengan keinginannya. Perintah Rasul ﷺ diterima dan larangan beliau dijauhi.

  1. Mengikuti Rasul ﷺ adalah bukti cinta kepada Allah

Allah تعالى berfirman:

«قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ»

“Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.”

(QS. Āli ‘Imrān: 31)

Maka cinta kepada Allah bukan sekadar pengakuan. Tanda nyata cinta tersebut adalah mengikuti Rasulullah ﷺ. Semakin seseorang berusaha mengikuti beliau, semakin tampak kesungguhannya dalam mencintai Allah.

  1. Rasulullah ﷺ adalah teladan

Allah تعالى berfirman:

«لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ»

“Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir.”

(QS. Al-Ahzab: 21)

Rasulullah ﷺ bukan hanya teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, muamalah, kesabaran, cara memperlakukan manusia, dan berbagai sisi kehidupan.

  1. Sunnah menjadi rujukan ketika terjadi perselisihan

Allah تعالى berfirman:

«فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ»

“Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan Rasul.”

(QS. An-Nisa’: 59)

Para ulama menjelaskan bahwa mengembalikan perkara kepada Allah dan Rasul berarti kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

  1. Menaati Rasul berarti menaati Allah

Allah تعالى berfirman:

«مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ»

“Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh dia telah menaati Allah.”

(QS. An-Nisa’: 80)

Ketaatan kepada Rasulullah ﷺ bukan sesuatu yang terpisah dari ketaatan kepada Allah. Rasulullah ﷺ menyampaikan petunjuk dari Allah dan beliau wajib ditaati.

  1. Jangan meremehkan perintah Rasul ﷺ

Allah تعالى berfirman:

«فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ»

“Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya merasa takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.”

(QS. An-Nur: 63)

Ini menunjukkan bahwa perkara Sunnah bukan sesuatu yang pantas diremehkan. Seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam menyikapi petunjuk Rasulullah ﷺ.

Kajian Muslimah Agustus 2026 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Muhtadi Abdul Muhib dengan tema “Sabar dan syukur dalam kehidupan rumah tangga” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Rumah tangga merupakan sebuah berkah dan juga sebuah ujian, dan tidak ada rumah tangga yang selalu cerah, selalu manis, pasti ada masa dimana cekcok antara suami istri, terpaan ujian dari Allah. Maka disinilah letak sabar dan syukur, ibaratnya dua sayap yang membawa pernikahan dan rumah tangga itu kepada sakinah, mawaddah wa Rahmah.
‎
‎Allah berfirman:
‎
‎وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
‎
‎”Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
‎Maka kajian ini membahas dua hal tersebut.”
‎
‎Apa itu sabar?
‎
‎Sabar dalam rumah tangga itu bukanlah sekedar berdiam diri, menangis. Tetapi sabar itu adalah menahan diri agar tetap taat.
‎
‎Kita membutuhkan sabar dalam 3 hal:
‎
‎1. Sabar terhadap kekurangan pasangan
‎Karena sejatinya setiap manusia punya kekurangan, maka hendaklah kita bersabar dan bersyukur dengan kelebihan yang ada pada pasangan kita
‎
‎2. Sabar terhadap anak-anak kita
‎Sabar dalam mendidik, bermuamalah dengan mereka, dan sabar untuk senantiasa berkata yang baik terhadap anak.
‎
‎3. Sabar terhadap diri sendiri
‎Sabar menahan diri kita dari perangai buruk kita, dan sebagainya
‎
‎Begitu banyak firman Allah tentang sabar ini, diantaranya Allah berfirman:
‎
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
‎
‎“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
‎
‎Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
‎
‎إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
‎Artinya:
‎“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
‎
‎Maka ketika kita lelah, saat ingin marah, tahan lah kemarahan kita, dan kembali kepada Allah, tumpahkan semua keluh kesah kita kepada Allah tentunya dengan cara yang baik, maka disanalah pertolongan Allah akan datang, dan hendaklah kita mengingat betapa agungnya pahala bersabar yang Allah janjikan.
‎
‎Rasulullah juga bersabda:
‎
‎وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
‎
‎”Tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”
‎
‎Kemudian tentang syukur, ia adalah kunci bertambahnya nikmat Allah, dan bukan hanya sekedar mengucapkan Alhamdulillah, tetapi mengakui nikmat yang Allah berikan kepada kita, menggunakan nya dalam hal yang baik, dan tidak mengeluh atas apa yang luput dari kita.
‎
‎Lantas bagaimana cara menerapkan syukur dalam rumah tangga?
‎
‎Menerapkan syukur dalam rumah tangga itu banyak cara, diantara nya adalah mensyukuri setiap hal yang diberikan pasangan sekecil apapun, sehingga muncul keberkahan dalam rumah tangga tersebut.
‎
‎Kemudian menghargai kehadiran pasangan dan anak-anak kita
‎
‎Jangan melirik yang orang lain miliki, tetapi syukuri apa yang kita punya. Agar tidak muncul keluhan dalam diri kita, dan kita menyadari bahwa kita mendapatkan nikmat yang mungkin tidak dimiliki orang lain.
‎
‎Allah menjanjikan bahwa seseorang yang bersyukur akan ditambahkan nikmatnya, entah itu jumlahnya atau berkahnya, sebaliknya mereka yang kufur terhadap nikmat Allah, maka sungguh azab Allah itu pedih. Alah Ta’ala berfirman:
‎
‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
‎
‎“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.’”
‎

Kajian Bulan Agustus 2026 | Karyawan LBE

Salah satu alasan diutusnya Rasulullah, dan salah satu warisan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang juga hal tersebut menjadikan seorang manusia lebih dibandingkan yang lainnya, yaitu adalah ilmu.
‎
‎
‎عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ:
‎خَرَجَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ؟ قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ. قَالَ: آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ.
‎قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَقَلَّ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ؟
‎قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ لِمَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ عَلَيْنَا بِهِ.
‎فَقَالَ: آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: آللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ.
‎قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ لِتُهْمَةٍ لَكُمْ، إِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ.
‎
‎
‎Mu’awiyah keluar menuju masjid dan bertanya, “Apa yang membuat kalian duduk di sini?”
‎Mereka menjawab, “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah.”
‎Mu’awiyah bertanya, “Demi Allah, tidak ada yang membuat kalian duduk kecuali itu?”
‎Mereka menjawab, “Demi Allah, tidak ada yang membuat kami duduk kecuali itu.”
‎Mu’awiyah berkata, “Ketahuilah, aku tidak meminta kalian bersumpah karena mencurigai kalian. Tidak ada seorang pun yang kedudukannya sepertiku dalam kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ yang lebih sedikit meriwayatkan hadits dari beliau daripada aku.”
‎Kemudian Mu’awiyah melanjutkan:
‎“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah keluar menemui sebuah halaqah para sahabatnya. Beliau bertanya, ‘Apa yang membuat kalian duduk di sini?’
‎Mereka menjawab, ‘Kami duduk untuk mengingat Allah dan memuji-Nya karena Dia telah memberi kami petunjuk kepada Islam dan menganugerahkan Islam kepada kami.’
‎Beliau bertanya, ‘Demi Allah, tidak ada yang membuat kalian duduk kecuali itu?’
‎Mereka menjawab, ‘Demi Allah, tidak ada yang membuat kami duduk kecuali itu.’
‎Beliau bersabda, ‘Ketahuilah, aku tidak meminta kalian bersumpah karena mencurigai kalian. Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu memberitahuku bahwa Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat.’” HR. At-Tirmidzi no. 3379.
‎
‎Dalam QS. Al-Baqarah: 31-32 Allah Azza wa Jalla berfirman menceritakan bahwa ada satu mukjizat yang Allah berikan kepada Adam yang membuatnya lebih mulia dibandingkan para Malaikat.
‎
‎وَعَلَّمَ اٰدَمَ الۡاَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ فَقَالَ اَنۡۢبِــُٔوۡنِىۡ بِاَسۡمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ‏
‎
‎”Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!””
‎
‎Maka para malaikat menjawab:
‎
‎قَالُوۡا سُبۡحٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَا ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡمُ‏
‎
‎”Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.””
‎
‎Ayat diatas mengajarkan betapa Allah Azza wa Jalla Mahabijaksana, dan menunjukkan betapa mulia nya Ilmu di sisi Allah.
‎
‎Kemudian, Ilmu itu sendiri merupakan salah satu jalan menuju surga, Rasulullah bersabda:
‎
‎وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
‎
‎“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
‎
‎Maka usaha menuntut ilmu, walaupun belum bisa memahami ilmu tersebut sejatinya sudah mendekatkan seseorang ke surga Allah. Maka bagaimana ganjaran seseorang yang mempelajari ilmu, mengamalkannya, bahkan mendakwahkannya?
‎
‎Kemudian, diantara keutamaan ilmu adalah pahala nya yang setara dengan haji yang sempurna
‎
‎عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
‎مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا، أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ.
‎
‎Artinya:
‎
‎“Barang siapa pergi ke masjid, tidak ada tujuan yang diinginkannya kecuali untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti pahala seorang haji yang sempurna hajinya.”
‎HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir no. 7473.

Kajian Parenting Bulan Juli 2026 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Jumat, 31 Juli 2026 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Muhammad Ridjal dengan tema “Membina pola hidup sehat pada anak sejak dini” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Bagaimana menjaga kesehatan anak?
‎
‎1. Ajarkan anak untuk senantiasa bergerak
‎
‎Ajak anak untuk berolahraga, aktif dalam keseharian nya. Ajak anak melatih fisiknya, apapun jenis olahraga nya, baik itu berenang, memanah, berkuda, dan semisalnya. Agar fisik anak menjadi kuat, baik tulang, persendian otot-ototnya, sehingga anak terjaga kesehatannya.
‎
‎2. Rasulullah mengajarkan agar senantiasa menjaga kesehatan gigi dengan bersiwak.
‎
‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( لَوْلاَ أنْ أشُقَّ عَلَى أُمَّتِي – أَوْ عَلَى النَّاسِ – لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ )) متفقٌ عَلَيْهِ .
‎
‎Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya tidak memberatkan umatku—atau tidak memberatkan manusia—, aku pasti memerintahkan mereka untuk bersiwak bersamaan dengan setiap kali shalat.” (Muttafaqun ‘alaih)
‎
‎Bukan hanya ketika hendak shalat atau wudhu, Rasulullah pun menganjurkan bersiwak atau menyikat gigi ketika hendak membaca Al-Qur’an, hendak tidur, bangun tidur, dan masih banyak kesempatan lainnya. Ini menunjukkan betapa Rasulullah mementingkan kesehatan gigi dan juga menunjang kenyamanan beraktivitas ataupun ibadah.
‎
‎3. Membiasakan anak untuk memotong kuku dan membersihkan kepala.
‎
‎4. Mengajarkan anak adab-adab makan dan minum sesuai Sunnah
‎
‎Suatu ketika Rasulullah melihat seorang anak yang makan dengan asal-asalan, maka Rasulullah bersabda kepadanya:
‎
‎يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
‎
‎“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.”
‎
‎Inilah bentuk kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat makanan yang Allah berikan kepada kita, yaitu dengan mengamalkan adab yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah.
‎
‎5. Ajarkan anak agar tidur sesuai Sunnah nabi
‎
‎Rasulullah mengajarkan bahwa istirahat yang paling Afdhal adalah tidur, maka ajarkan kepada anak agar tidur sesuai tuntunan Rasulullah. Ajarkan untuk tidur miring kesisi kanan, larang mereka untuk tidur tengkurap.
‎
‎6. Ajarkan anak pengobatan dasar yang mudah dipahami mereka
‎
‎7. Ajarkan pola tidur kepada anak
‎
‎Ajarkan anak agar tidur setelah isya dan bangun sebelum subuh. Agar anak seiring bertambah dewasa, semakin mudah baginya untuk shalat malam.
‎
‎8. Menjauhkan anak yang sehat dari anak yang sakit terlebih jika sakitnya menular
‎
‎9. Membiasakan untuk merukyah anak
‎
‎Termasuk diantara anjuran Rasulullah untuk merukyah anak-anak kecil, dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah dimana beliau merukyah dengan Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu:
‎
‎أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
‎
‎”aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari, no. 3371).

Kajian Bulan Juli 2026 | Karyawan LBE

Ada 7 golongan yang akan dinaungi oleh Allah di hari kiamat, Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits:
‎
‎نْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ،  فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ Layanan  تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
‎Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , “ Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘sejujurnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan tentangnya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya. ”
‎
‎Siapakah 7 orang ini?
‎
‎1. Imam yang Adil
‎
‎Bukan artinya ia harus menjadi pemimpin suatu negara, tetapi setiap orang yang memiliki amanah kepemimpinan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat. Keadilan adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan hak kepada yang berhak tanpa dipengaruhi hawa nafsu.
‎
‎
‎2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah
‎
‎Masa muda disebut secara khusus karena merupakan masa paling kuatnya syahwat dan kecenderungan mengikuti hawa nafsu. Oleh sebab itu, siapa yang mampu menjaga ketaatan sejak muda memiliki keutamaan yang besar.
‎
‎3. Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid
‎
‎Senantiasa menunggu datangnya waktu adzan, khawatir ia tidak sempat melaksanakan shalat, dan senantiasa berusaha memakmurkan masjid. Alah Ta’ala berfirman:
‎
‎
‎إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
‎
‎”Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.”
‎
‎4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah.
‎
‎Apa indikasinya? Mereka bertemu karena Allah, berpisah pun karena Allah. Maka perbanyaklah berteman dengan orang yang shalih. Karena teman yang shalih akan menyelamatkan kita jikalau kita masuk neraka jahanam.
‎
‎5. Seorang laki-laki yang digoda oleh wanita yang sangat cantik dan bernasab mulia untuk berzina tapi dia berkata: “Aku takut kepada Allah”
‎
‎
‎
‎6. Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, sampai seakan-akan sedekah yang dikeluarkan dengan tangan kanan nya tidak diketahui oleh tangan kirinya.
‎
‎Ungkapan “hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya” dijelaskan Ibnu Hajar sebagai bentuk hiperbola yang menunjukkan sempurnanya keikhlasan.
‎
‎Alah Ta’ala berfirman:
‎
‎وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
‎
‎”Jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.”
‎
‎(QS. Al-Baqarah: 271)
‎
‎7. Seseorang yang mengingat kebesaran Allah dalam kesendiriannya, kemudian menetes air matanya.
‎
‎Menurut Ibnu Hajar, tangisan tersebut lahir dari rasa takut, harap, cinta, dan pengagungan kepada Allah, ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya. Hal ini menunjukkan keikhlasan yang sangat tinggi.
‎
‎Dalil
‎
‎إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
‎
‎”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka.”
‎
‎(QS. Al-Anfāl: 2)
‎

Buka Puasa Asyura 1448H | Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Muharram adalah puasa Asyura, pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun.

Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Asyura tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Kegiatan Semarak Kurban 1447 H/2026 M

Puji syukur kehadirat Allah subhanahu wata’ala, kami selaku panitia Semarak Kurban Masjid Baiturrahman telah rampung menyelenggarakan kegiatan tahunan Sebagaimana kegiatan tahun-tahun sebelumnya, kami panitia menerima hewan kurban dari shohibul kurban dan kami juga membantu dalam pembelian hewan kurban. Pada praktek penyediaan hewan kurban kami bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al Hanif Cilegon untuk penyediaan hewan kurbannya.

Adapun hewan kurban yang telah kami terima pada tahun ini 1447 H adalah sebagaimana berikut:
1. Sapi – PT. Lestari Bangen Energi

2. Sapi – Civil LBE
Atas Nama: 1. Romi Fauji bin Holilah Safe’i
2. Pramudhita Ayu Amalia binti Sansori
3. Rizky Muachriz Fansyuri bin Muhiddin Daulay
4. Yana Febrianto bin Sumpena
5. Erica Yuli Yanti binti Dedi Jahidi
6. Nurul Hidayat bin Arsian
7. Erma Permata Sari binti Masidi

3. Sapi
Atas Nama: 1.Atika Khawasie binti Khawasie Syukur
2.Dewi Purwidwiyanti binti Nono Purwidwiyanto
3.Dini Tresnoputri binti Nono Purwidwiyanto
4.Dewantoro Triatmojo bin Nono Purwidwiyanto
5.Candra Darwis
6.Yuli (Appro)
7.Oktaruddin

4. Kambing Type A – PT. Janus

5. Kambing – PT. SML

6. Kambing – PT. SML

7. Domba Jumbo – PT. Sincerity

8. Domba Super – PT. GMU

9. Domba Super – PT. GMU

10. Domba Type A – PT. GAE

11. Domba Type B – PT. GAE

12. Domba Type B – PT. GAE

Adapun pendistribusian daging kurban dibagikan kepada:

  • Para Shohibul Qurban
  • Masyarakat sekitar Masjid Baiturrahman
  • Anak Yatim dari TPQ Masjid Baiturrahman
  • Beberapa dhuafa di lingkungan desa Salira

Kami ucapakan Jazaakallohu khoiron atas partisipasi segenap shohibul kurban, semoga Allah menerima kurban kita semua dan apa yang telah diusahakan menjadi pemberat timbangan di yaumil akhir kelak…..Aamiin.

Berikut ini Dokumentasi Kegiatan Semarak Kurban Tahun 2026 ini :