Kajian Muslimah Agustus 2026 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Muhtadi Abdul Muhib dengan tema “Sabar dan syukur dalam kehidupan rumah tangga” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Rumah tangga merupakan sebuah berkah dan juga sebuah ujian, dan tidak ada rumah tangga yang selalu cerah, selalu manis, pasti ada masa dimana cekcok antara suami istri, terpaan ujian dari Allah. Maka disinilah letak sabar dan syukur, ibaratnya dua sayap yang membawa pernikahan dan rumah tangga itu kepada sakinah, mawaddah wa Rahmah.
‎
‎Allah berfirman:
‎
‎وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
‎
‎”Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
‎Maka kajian ini membahas dua hal tersebut.”
‎
‎Apa itu sabar?
‎
‎Sabar dalam rumah tangga itu bukanlah sekedar berdiam diri, menangis. Tetapi sabar itu adalah menahan diri agar tetap taat.
‎
‎Kita membutuhkan sabar dalam 3 hal:
‎
‎1. Sabar terhadap kekurangan pasangan
‎Karena sejatinya setiap manusia punya kekurangan, maka hendaklah kita bersabar dan bersyukur dengan kelebihan yang ada pada pasangan kita
‎
‎2. Sabar terhadap anak-anak kita
‎Sabar dalam mendidik, bermuamalah dengan mereka, dan sabar untuk senantiasa berkata yang baik terhadap anak.
‎
‎3. Sabar terhadap diri sendiri
‎Sabar menahan diri kita dari perangai buruk kita, dan sebagainya
‎
‎Begitu banyak firman Allah tentang sabar ini, diantaranya Allah berfirman:
‎
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
‎
‎“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
‎
‎Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
‎
‎إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
‎Artinya:
‎“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
‎
‎Maka ketika kita lelah, saat ingin marah, tahan lah kemarahan kita, dan kembali kepada Allah, tumpahkan semua keluh kesah kita kepada Allah tentunya dengan cara yang baik, maka disanalah pertolongan Allah akan datang, dan hendaklah kita mengingat betapa agungnya pahala bersabar yang Allah janjikan.
‎
‎Rasulullah juga bersabda:
‎
‎وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
‎
‎”Tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”
‎
‎Kemudian tentang syukur, ia adalah kunci bertambahnya nikmat Allah, dan bukan hanya sekedar mengucapkan Alhamdulillah, tetapi mengakui nikmat yang Allah berikan kepada kita, menggunakan nya dalam hal yang baik, dan tidak mengeluh atas apa yang luput dari kita.
‎
‎Lantas bagaimana cara menerapkan syukur dalam rumah tangga?
‎
‎Menerapkan syukur dalam rumah tangga itu banyak cara, diantara nya adalah mensyukuri setiap hal yang diberikan pasangan sekecil apapun, sehingga muncul keberkahan dalam rumah tangga tersebut.
‎
‎Kemudian menghargai kehadiran pasangan dan anak-anak kita
‎
‎Jangan melirik yang orang lain miliki, tetapi syukuri apa yang kita punya. Agar tidak muncul keluhan dalam diri kita, dan kita menyadari bahwa kita mendapatkan nikmat yang mungkin tidak dimiliki orang lain.
‎
‎Allah menjanjikan bahwa seseorang yang bersyukur akan ditambahkan nikmatnya, entah itu jumlahnya atau berkahnya, sebaliknya mereka yang kufur terhadap nikmat Allah, maka sungguh azab Allah itu pedih. Alah Ta’ala berfirman:
‎
‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
‎
‎“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.’”
‎

Tinggalkan Balasan