Kajian Bulan Agustus 2026 | Karyawan LBE

Salah satu alasan diutusnya Rasulullah, dan salah satu warisan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang juga hal tersebut menjadikan seorang manusia lebih dibandingkan yang lainnya, yaitu adalah ilmu.
‎
‎
‎عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ:
‎خَرَجَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ؟ قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ. قَالَ: آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ.
‎قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَقَلَّ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ؟
‎قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ لِمَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ عَلَيْنَا بِهِ.
‎فَقَالَ: آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: آللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ.
‎قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ لِتُهْمَةٍ لَكُمْ، إِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ.
‎
‎
‎Mu’awiyah keluar menuju masjid dan bertanya, “Apa yang membuat kalian duduk di sini?”
‎Mereka menjawab, “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah.”
‎Mu’awiyah bertanya, “Demi Allah, tidak ada yang membuat kalian duduk kecuali itu?”
‎Mereka menjawab, “Demi Allah, tidak ada yang membuat kami duduk kecuali itu.”
‎Mu’awiyah berkata, “Ketahuilah, aku tidak meminta kalian bersumpah karena mencurigai kalian. Tidak ada seorang pun yang kedudukannya sepertiku dalam kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ yang lebih sedikit meriwayatkan hadits dari beliau daripada aku.”
‎Kemudian Mu’awiyah melanjutkan:
‎“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah keluar menemui sebuah halaqah para sahabatnya. Beliau bertanya, ‘Apa yang membuat kalian duduk di sini?’
‎Mereka menjawab, ‘Kami duduk untuk mengingat Allah dan memuji-Nya karena Dia telah memberi kami petunjuk kepada Islam dan menganugerahkan Islam kepada kami.’
‎Beliau bertanya, ‘Demi Allah, tidak ada yang membuat kalian duduk kecuali itu?’
‎Mereka menjawab, ‘Demi Allah, tidak ada yang membuat kami duduk kecuali itu.’
‎Beliau bersabda, ‘Ketahuilah, aku tidak meminta kalian bersumpah karena mencurigai kalian. Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu memberitahuku bahwa Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat.’” HR. At-Tirmidzi no. 3379.
‎
‎Dalam QS. Al-Baqarah: 31-32 Allah Azza wa Jalla berfirman menceritakan bahwa ada satu mukjizat yang Allah berikan kepada Adam yang membuatnya lebih mulia dibandingkan para Malaikat.
‎
‎وَعَلَّمَ اٰدَمَ الۡاَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ فَقَالَ اَنۡۢبِــُٔوۡنِىۡ بِاَسۡمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ‏
‎
‎”Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!””
‎
‎Maka para malaikat menjawab:
‎
‎قَالُوۡا سُبۡحٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَا ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡمُ‏
‎
‎”Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.””
‎
‎Ayat diatas mengajarkan betapa Allah Azza wa Jalla Mahabijaksana, dan menunjukkan betapa mulia nya Ilmu di sisi Allah.
‎
‎Kemudian, Ilmu itu sendiri merupakan salah satu jalan menuju surga, Rasulullah bersabda:
‎
‎وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
‎
‎“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
‎
‎Maka usaha menuntut ilmu, walaupun belum bisa memahami ilmu tersebut sejatinya sudah mendekatkan seseorang ke surga Allah. Maka bagaimana ganjaran seseorang yang mempelajari ilmu, mengamalkannya, bahkan mendakwahkannya?
‎
‎Kemudian, diantara keutamaan ilmu adalah pahala nya yang setara dengan haji yang sempurna
‎
‎عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
‎مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا، أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ.
‎
‎Artinya:
‎
‎“Barang siapa pergi ke masjid, tidak ada tujuan yang diinginkannya kecuali untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti pahala seorang haji yang sempurna hajinya.”
‎HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir no. 7473.

Tinggalkan Balasan