Kajian Bulan September 2026 | Karyawan LBE

Menjaga Sunnah dan Adabnya

Muqaddimah Bab 16 Riyadhus Shalihin

Imam an-Nawawi رحمه الله membuka bab ini dengan sejumlah ayat Al-Qur’an yang menunjukkan wajibnya mengikuti Rasulullah ﷺ, menaati perintahnya, menjauhi larangannya, dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan.

Sunnah dalam pembahasan ini bukan sekadar amalan yang hukumnya “sunnah” dalam istilah fikih, tetapi jalan dan tuntunan Rasulullah ﷺ dalam ibadah, akhlak, perkataan, perbuatan, dan kehidupan beliau secara umum. Karena itu, menjaga Sunnah berarti berusaha mengenal petunjuk Rasulullah ﷺ kemudian mengikutinya.

  1. Apa yang diperintahkan Rasulullah ﷺ harus diikuti

Allah تعالى berfirman:

«وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا»

“ Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka ambillah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.”

(QS. Al-Hasyr: 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang muslim tidak hanya mengikuti apa yang sesuai dengan keinginannya. Perintah Rasul ﷺ diterima dan larangan beliau dijauhi.

  1. Mengikuti Rasul ﷺ adalah bukti cinta kepada Allah

Allah تعالى berfirman:

«قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ»

“Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.”

(QS. Āli ‘Imrān: 31)

Maka cinta kepada Allah bukan sekadar pengakuan. Tanda nyata cinta tersebut adalah mengikuti Rasulullah ﷺ. Semakin seseorang berusaha mengikuti beliau, semakin tampak kesungguhannya dalam mencintai Allah.

  1. Rasulullah ﷺ adalah teladan

Allah تعالى berfirman:

«لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ»

“Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir.”

(QS. Al-Ahzab: 21)

Rasulullah ﷺ bukan hanya teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, muamalah, kesabaran, cara memperlakukan manusia, dan berbagai sisi kehidupan.

  1. Sunnah menjadi rujukan ketika terjadi perselisihan

Allah تعالى berfirman:

«فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ»

“Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan Rasul.”

(QS. An-Nisa’: 59)

Para ulama menjelaskan bahwa mengembalikan perkara kepada Allah dan Rasul berarti kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

  1. Menaati Rasul berarti menaati Allah

Allah تعالى berfirman:

«مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ»

“Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh dia telah menaati Allah.”

(QS. An-Nisa’: 80)

Ketaatan kepada Rasulullah ﷺ bukan sesuatu yang terpisah dari ketaatan kepada Allah. Rasulullah ﷺ menyampaikan petunjuk dari Allah dan beliau wajib ditaati.

  1. Jangan meremehkan perintah Rasul ﷺ

Allah تعالى berfirman:

«فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ»

“Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya merasa takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.”

(QS. An-Nur: 63)

Ini menunjukkan bahwa perkara Sunnah bukan sesuatu yang pantas diremehkan. Seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam menyikapi petunjuk Rasulullah ﷺ.

Tinggalkan Balasan