Tema: Orang-orang yang didoakan oleh malaikat

Adalah suatu kemuliaan apabila di dalam suatu pertemuan penting misalkan di dalam suatu acara pertemuan pejabat penting di suatu negara, nama kita disebut di dalam pertemuan tersebut tentunya kita akan senang dan bangga. Begitu juga nama kita disebut serta didoakan oleh makhluk yang mulia untuk didoakan kebaikan kepada Allah subhanahu wata’ala tentunya kita akan senang.
Berikut ini adalah amalan-amalan menyebabkan kita akan didoakan oleh malaikat, diantaranya adalah:
- Bertobat dengan tobat yang tulus (تَوْبَةً نَصُوْحًا)
Allah ﷻ berfirman kepada hamba-hambanha yang beriman sebagaimana ayat berikut ini:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim: 8)
Dengan taubat tersebut malaikan akan mendoakan ampunan baginya sebagaimana keterangan dalam ayat berikut ini:
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِر لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ. رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Gafir: 7-9) - Bersedekah
Salah satu amalan yang dapat mendatangkan doa dari para malaikat adalah bersedekah dari hasil yang halal dan dengan hati yang tulus. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidaklah hamba-hamba berada di pagi hari, kecuali ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, ‘Ya Allah berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, dan yang lain berkata, ‘Ya Allah berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan (hartanya).”HR. Bukhari no. 1442
Banyak orang mengira bahwa harta kita adalah harta yang sekarang berada di dalam kekuasaan kita. Padahal Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ – ﻗَﺎﻝَ – ﻭَﻫَﻞْ ﻟَﻚَ ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻠْﺖَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺴْﺖَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖَ ﻓَﺄَﻣْﻀَﻴْﺖَ
“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau bersabda, “Wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja? ” (HR. Muslim no. 2958)
Dari hadist diatas jelas bahwa harta kita adalah harta yang telah disedekahkan oleh kita yang pada hakikatnya adalah harta kita yang akan menemani kita di yaumil akhir kelak - Selalu salat di saf pertama
Disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin ‘Azib Radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersalawat kepada orang-orang yang berada di saf-saf yang pertama.” HR. Ahmad no. 18616, Abu Dawud no. 664 dan disahihkan oleh Al-Albani
Maksud salawat Allah ﷻ kepada mereka atau kepada makhluk-Nya adalah Allah memujinya di hadapan para malaikat. Adapun salawat malaikat kepada orang-orang yang beriman maksudnya adalah para malaikat mendoakan mereka. Tidak mungkin salawat disini diartikan dengan berdoa, karena Allah ﷻ tidak berdoa. - Menyambung saf salat yang terputus
Ini merupakan bentuk perhatian Allah ﷻ kepada orang yang menunaikan salat. Orang yang menempati saf yang pertama mendapat pujian dari Allah ﷻ dan doa malaikat. Selain itu, orang yang menyambung saf yang terputus juga akan mendapat doa malaikat. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ، وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرْجَةً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada orang-orang yang menyambung saf-saf. Barang siapa yang menutup celah dalam saf, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya.” HR Ibnu Majah no. 995 disahihkan oleh Al-Albani. - Senantiasa berada pada tempat salatnya setelah selesai melaksanakannya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وَالْمَلَائِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، يَقُولُونَ: اللهُمَّ ارْحَمْهُ، اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ
“Malaikat senantiasa bersalawat kepada salah seorang dari kalian selama dia berada di tempat salatnya. Mereka berdoa, ‘Ya Allah, rahmatilah dia. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah tobatnya’, selama dia tidak mengganggu orang lain dan berhadats.”
Di dalam hadis ini disebutkan bahwa jika seseorang selesai melaksanakan salat, namun dia tidak beranjak dan justru menetapi majelis -tempat salat- nya tersebut, lalu menyibukkan dirinya dengan berzikir, membaca Al-Qur’an, tidak mengganggu orang lain, tidak melakukan ghibah dan tidak berhadats, maka selama itu pula malaikat senantiasa mendoakannya dan mengulang-ulangi doanya,
اللهُمَّ ارْحَمْهُ، اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ فِي
“Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah tobatnya([9]).”
Dan salah satu bentuk gangguan di dalam masjid adalah menaikkan suara membaca alquran tatkala ada orang lain yang sedang shalat. Hal ini pernah terjadi pasa jaman Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana hadist berikut ini: - Orang-orang yang mengajarkan kebaikan
Diriwayatkan dari Umamah Al-Bahiliy Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat, penghuni langit dan bumi hingga semut yang berada di lubangnya dan ikan mendoakan kebaikan kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” HR. Tirmidzi no. 2685, hadis hasan sahih.
Untuk itu bagi siapa saja yang tidak mampu menjadi pengajar, maka selayaknya memuliakan guru-guru pengajar baca alquran di masjid dengan cara membantunya baik dengan harta maupun tenaga. - Menjenguk orang yang sakit
Di antara amalan yang dapat mendatangkan doa dari malaikat adalah menjenguk orang yang sedang sakit atau menjenguk temannya karena Allah ﷻ. Terdapat hadis yang datang dari riwayat ‘Ali bin Abu Thalib Radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِح
“Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya di pagi hari, kecuali 70.000 malaikat akan mendoakannya hingga sore hari. Jika dia menjenguknya pada sore atau petang hari, kecuali 70.000 malaikat akan mendoakannya hingga pagi hari.” HR. Tirmidzi no. 969, hadis hasan gharib dan disahihkan oleh Al-Albani.
Oleh karena itu, jika ada teman kita yang sakit, maka usahakan kita bisa hadir di dahadapan teman yang sakit tersebut guna mengejar keutamaannya dan juga memberikan semangat dan kekuatan agar segera bangkit dari keadaannya. - Mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya (بِظَهرِ الْغَيْبِ)
Di dalam hadis disebutkan menjelaskan bahwasanya barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat akan mendoakannya. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ دَعْوَةَ الْمُسْلِمِ مُسْتَجَابَةٌ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Sesungguhnya doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya (tidak dihadapannya), dikabulkan oleh Allah. Di kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya. Maka malaikat yang ditugaskan berkata, ‘Semoga doamu dikabulkan oleh Allah dan bagimu seperti yang kau minta bagi saudaramu’.” HR. Ahmad no. 21707 dengan sanad sahih.
Oleh karenanya, di antara keutamaan bagi seseorang yang berdoa kebaikan untuk orang lain adalah ada malaikat yang berada di sisi orang tersebut mengaminkan doanya dan mendoakan juga hal yang serupa untuknya.
آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Semoga doamu dikabulkan oleh Allah dan bagimu seperti yang kau minta bagi saudaramu.” - Semangat untuk bersahur
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
“Sahur, makan (sahur) itu berkah, janganlah kalian meninggalkannya, meskipun hanya seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersalawat kepada orang yang bersahur.” HR. Ahmad no. 11397. - Berdoa kepada Allah ﷻ tatkala mendengar suara ayam berkokok di waktu subuh
Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا
“Jika engkau mendengar ayam berkokok, maka mintalah kepada Allah ﷻ keutamaan dari-Nya, karena sesungguhnya dia melihat malaikat.” HR. Bukhari no. 3303
Al-Qadhi Iyadh -rahimahullah- berkata,
كَانَ السَّبَبُ فِيهِ رَجَاءَ تَأْمِينِ الْمَلَائِكَةِ عَلَى دُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِمْ لَهُ وَشَهَادَتِهِمْ لَهُ بِالتَّضَرُّعِ وَالْإِخْلَاصِ
“Sebab (diperintahkan untuk berdoa ketika ayam berkokok atau melihat malaikat) adalah berharap agar malaikat mengaminkan doa, memohonkan ampunan dan memberikan kesaksian kekhusyu’an dan keikhlasan bagi orang-orang yang berdoa saat itu.”
Fathul Bari Li Ibn Hajar 6/353 dan Syarh An-Nawawi ‘ala Muslim 17/47
Sekian.
Penulis meringkas dari tulisan Ustadz Firanda sebagaimana link di bawah ini dengan sedikit penambahan sekedarnya.
https://bekalislam.firanda.com/4814-amalan-amalan-yang-mendatangkan-doa-malaikat-iman-kepada-malaikat-4.html
