Kajian Bulan September 2025 | Karyawan LBE

Kita semua berada di atas aqidah yang satu, keimanan yang satu. Secara umum, orang yang berbuat dosa maka akan masuk neraka dan orang yang berbuat kebaikan maka akan masuk surga.

Akan tetapi, ada beberapa keadaan dimana seseorang berbuat dosa dan mati dalam keadaan belum bertaubat tetapi Allah ampuni dosanya. Seperti cerita seorang pelacur yang memberi minum anjing kemudian di hari kiamat Allah ampuni dosanya.

Hanya ada 1 dosa yang pasti Allah tidak akan ampuni apabila seseorang mati dengan membawa dosa tersebut, yaitu syirik. Hal Allah tegaskan dalam firman-Nya di QS. An-Nisa: 48

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”

Kemudian Allah menyebutkan nasihat Luqman kepada anaknya bahwa syirik itu adalah kedzaliman yang paling besar.

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

“(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”

Tetapi, karena jauhnya manusia dari ilmu. Banyak manusia yang menyangka bahwa syirik itu hanya menyembah pohon, sujud kepada salib. Padahal banyak bentuk kesyirikan yang sering dinormalisasi. Seperti contohnya seorang karyawan yang lebih mementingkan atasannya dibandingkan Allah. Sorang pemuda yang begitu mencintai seorang wanita sehingga ia lebih cinta kepadanya daripada Allah.

Allah telah mengabarkan tentang hal ini dalam QS Al-Baqarah ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِۗ

“Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah.”

Padahal seharusnya seorang yang beriman menjadikan kecintaan kepada Allah adalah yang paling utama.

Kemudian contoh kesyirikan yang lain, adalah seseorang yang begitu mencintai dunia. Sehingga ia menjadi budak dunia. Nabi menjelaskan tentang orang-orang ini dalam haditsnya:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jjika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Allah juga menyebutkan tentang orang-orang ini sebagai orang-orang yang paling rugi di dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 11:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ࣙاطْمَـَٔنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ࣙانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ

“Di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi (tidak dengan penuh keyakinan). Jika memperoleh kebaikan, dia pun tenang. Akan tetapi, jika ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang (kembali kufur). Dia merugi di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata.”

Berapa banyak orang yang beribadah tatkala dalam keadaan mudah, uang yang banyak. Tetapi ketika sulit maka ia berpaling dari Allah, bahkan mencela Allah. Padahal Rizki itu sudah ditetapkan oleh Allah sebelum kelahirannya.

Kemudian diantara contoh kesyirikan yang sering dinormalisasi adalah percaya dukun dan ramalan. Termasuk didalamnya zodiak, Feng shui dan yang semisalnya. Padahal Rasulullah menegaskan dalam haditsnya bahwa seseorang yang datang kepada dukun, peramal dan semisalnya walaupun tidak percaya maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari” (HR. Muslim)

Apabila ia percaya, maka ia telah jatuh kepada kekafiran.

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Quran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad, hasan)

Masih banyak contoh kesyirikan yang terjadi dan dianggap normal di masyarakat. Sehingga penting bagi kita untuk senantiasa menuntut ilmu agar tahu dan bisa terhindar dari kesyirikan ini, karena begitu beratnya dosa syirik ini.

Tinggalkan Balasan