
Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Iskandar Murseha dengan tema “Merindukan anak shalih” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.
Anak yang dititipkan kepada orangtua oleh Allah tentu merupakan sebuah amanah, karunia dan sebagai aset yang bisa menyebabkan orangtua masuk ke surga Allah. Maka dari itu, wajib atas orangtua senantiasa berusaha menuntun anak sehingga ia selalu berada di jalan Allah. Kenalkan mereka tauhid, agama, pergaulan yang baik. Jangan lupa senantiasa orangtua mendoakan anak agar selalu menjadi anak shalih. Karena hakikatnya tidak ada yang bisa menjaganya lebih daripada Allah. Diantara doa yang Allah ajarkan yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an:
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Terlebih di zaman sekarang ini, anak begitu mudah terbawa arus pergaulan sekarang yang na’udzubillah banyak yang tidak jelas. Maka orangtua harus memperhatikan agak jangan sampai anak terjerumus dalam pergaulan yang buruk. Inilah yang pertama bagi orangtua untuk diperhatikan.
Kemudian, hendaklah di zaman ini orangtua berhati-hati agar tidak terlalu memanjakan anak. Jangan menuruti permintaan anak tanpa adanya kejelasan, jangan menuruti permintaan anak hanya karena kasihan. Karena ditakutkan anak menjadi membangkang kepada orangtua.
Ketahuilah, memiliki anak yang shalih itu jauh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Karena anak yang shalih, akan senantiasa mengingat dan mendoakan orangtuanya. Inilah doa yang senantiasa menjadi pahala bagi orangtua. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
