Kajian Parenting Bulan Juni 2025 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 28 Juni 2025 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog dengan tema “Membangun Intelektualitas anak sejak dini” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.

Salah satu diantara dampak hilangnya pelajaran Adab dan Akhlaq di sekolah sekolah, adalah maraknya kasus perundungan. Mulai dari verbal, yaitu ejekan atau hinaan, terlebih parah jika sampai ke perundungan fisik. Maka perlu bagi orangtua untuk menanamkan adab dan akhlaq yang mulia, agar jangan sampai anak kita termasuk dalam pelaku perundungan tersebut.

Mengapa kita harus membina Intelektualitas anak?
Karena Allah memuliakan mereka yang berilmu. Allah berfirman:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Maka inilah beberapa Asas yang harus diperhatikan dalam membina Intelektualitas anak:

  1. Mencoba untuk menanamkan kecintaan anak kepada ilmu, kepada yang mengajarkan ilmu. Ajarkan pula bagaimana seharusnya adab tatkala menuntut ilmu. Beri motivasi untuk senantiasa semangat dalam menuntut ilmu.
  2. Mulai ajarkan anak-anak untuk menghafalkan sebagian Al-Qur’an dan Hadits. Terutama surat surat yang sering dibaca ketika sholat. Mengapa? Karena jika anak sudah menghafal Al-Quran, dia akan mudah mempelajari ilmu lainnya. Karena Al-Qur’an itu sumber Ilmu.
  3. Kita harus mengusahakan untuk mencari guru yang shalih untuk anak kita. Cari guru yang shalih, berilmu, yang bertaqwa.
  4. Mengajarkan anak agar menguasai bahasa arab. Karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, bahasa hadits, bahasa ilmu pengetahuan.
  5. Setelah bahasa arab, ajarkan kepada anak bahasa asing yang memang itu sumber ilmu. Seperti bahasa inggris, bahasa Mandarin, dsb. Karena bahasa adalah alat untuk menguasai ilmu.
  6. Mengarahkan anak sesuai dengan kecenderungan ilmiahnya. Setelah dia mendapatkan aqidah, ibadah dan dasar-dasar agama, bebaskan anak untuk memilih sesuai kecenderungan nya. Kemudian arahkan dia sebisa mungkin sesuai dengan bakat dan minatnya.
  7. Setiap rumah harus punya perpustakaan, sehingga anak-anak mudah mengakses ilmu. Baik itu perpustakaan fisik maupun digital.

Rekaman kajian selengkapnya bisa klik disini

Tinggalkan Balasan