Kajian Bulan November 2025 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Hibban Muttabi’ Al-haq Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Aku Nggak Mau Shalatku bolong-bolong”.

Ketika Allah menciptakan manusia, sejatinya adalah untuk beribadah kepada-Nya. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Adapun pengertian ibadah, Ibnul Qayyim memberikan penjelasan:
“Segala sesuatu yang diridhai oleh Allah baik itu perkataan maupun perbuatan, baik itu nampak maupun tersembunyi.”

Dan diantara ibadah yang paling penting dalam Islam adalah sholat, bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa shalat adalah pembeda orang-orang muslim dengan orang-orang kafir. Rasulullah bersabda:

اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.

“Perjanjian antara kita dengan mereka (Orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.”

Maka seorang muslim hendaknya jangan sampai meninggalkan sholat, karena besarnya perkara ini disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±100an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Hibban Muttabi’ Al-Haq bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Parenting Bulan Oktober 2025 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog dengan tema “Delapan Karakter Pendidik” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.

Didalam mendidik anak, banyak sekali faktor yang menunjang keberhasilan pendidikan. Bukan hanya mengetahui ilmunya, tapi juga mengetahui bagaimana menerapkan ilmu tersebut serta memiliki sifat-sifat seorang pendidik.

Bagaimanapun dalamnya ilmu, jika tidak ada sifat seorang pendidik maka akan sulit ilmu tersebut diterima oleh sang anak.

Inilah 8 sifat pendidik yang harus dimiliki orangtua:

  1. Seorang pendidik itu harus tabah, tidak mudah emosi, sabar dan tidak terburu-buru.

Karena mendidik bukanlah proses instan, bertahun-tahun berbarengan dengan pertumbuhan sang anak. Ada yang cepat, ada yang harus sabar mendidiknya. Maka jangan sampai terburu-buru, mudah emosi terlebih sampai membandingkan anak dengan anak lain.

  1. Seorang pendidik harus lemah lembut dan jauh dari sifat kasar.

Mendidik itu asalnya harus lembut, tidak boleh kasar. Bahkan Rasulullah pernah diingatkan oleh Allah dalam firman-Nya:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159)

  1. Seorang pendidik harus memiliki hati yang penyayang.

Karena mendidik itu bukan hanya memberi ilmu dari otak ke otak, tapi proses menyampaikan ilmu dari hati ke hati. Proses ini hanya bisa dicapai melalui hati yang penyayang.

  1. Mengambil yang mudah, pada urusan yang tidak ada dosa didalamnya.

Jangan membuat anak menjadi sulit ketika belajar bersama kita. Kalau ada cara yang memudahkan anak untuk paham maka itulah yang kita ambil. Karena tujuan kita adalah membuat anak menjadi paham.

  1. Seorang pendidik harus fleksibel dan tidak kaku.

Seorang pendidik harus memiliki banyak cara dalam mendidik, karena anak dan sifatnya itu sangat beragam. Terkadang suatu hal bisa dipahami dengan mudah oleh satu anak, tetapi tidak oleh anak yang lain. Maka seorang pendidik tidak boleh hanya berpatokan pada satu cara mendidik.

  1. Menjauhi sifat pemarah.

Bukan berarti tidak boleh marah, tetapi marah pada tempat yang tepat, saat yang tepat, dan memiliki manfaat.

  1. Harus adil, tidak boleh memihak.

Tidak boleh menampakkan kecenderungan kepada satu anak saja, karena akan menimbulkan kecemburuan.

  1. Membatasi ketika akan memberi nasihat ke anak.

Jangan terlalu mengobrak nasihat, karena anak akan jenuh. Cari momentum yang pas, saat anak itu memang siap menerima sebuah nasihat. Sehingga nasihat itu benar-benar membekas di hati sang anak.

Rekaman kajian selengkapnya bisa klik DISINI

Kajian Bulan September 2025 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Hasan Al-Anbari Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Aku bangga menjadi muslim”.

Kita semua harus bangga menjadi muslim. Mengapa? Karena Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah. Allah berfirman di QS. Ali-Imran: 20

إن الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam.”

Kemudian di QS. Al-Maidah: 3 Allah berfirman

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Adapun agama selain Islam maka tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

Kemudian, mengapa kita harus bangga menjadi seorang muslim? Karena umat Islam itu pasti masuk surga.
Selama seorang muslim masih memiliki keimanan kepada Allah, maka dia pasti masuk surga. Tetapi ada diantaranya yang dibersihkan terlebih dahulu di neraka jahanam karena dosa-dosanya. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :   كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan, para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).” 

Maka setiap umat Islam itu akan masuk surga, selama ia tidak menyekutukan Allah. Sebanyak apapun dosanya, selama ia masih beriman maka ia akan masuk surga. Akan tetapi ia akan dibersihkan dari dosa-dosanya terlebih dahulu, jika Allah ingin mengampuninya maka ia akan diampuni, jika tidak maka dia akan masuk neraka terlebih dahulu kemudian masuk kedalam surga Allah.

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±100an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Hasan Al-Anbari bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan September 2025 | Karyawan LBE

Kita semua berada di atas aqidah yang satu, keimanan yang satu. Secara umum, orang yang berbuat dosa maka akan masuk neraka dan orang yang berbuat kebaikan maka akan masuk surga.

Akan tetapi, ada beberapa keadaan dimana seseorang berbuat dosa dan mati dalam keadaan belum bertaubat tetapi Allah ampuni dosanya. Seperti cerita seorang pelacur yang memberi minum anjing kemudian di hari kiamat Allah ampuni dosanya.

Hanya ada 1 dosa yang pasti Allah tidak akan ampuni apabila seseorang mati dengan membawa dosa tersebut, yaitu syirik. Hal Allah tegaskan dalam firman-Nya di QS. An-Nisa: 48

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”

Kemudian Allah menyebutkan nasihat Luqman kepada anaknya bahwa syirik itu adalah kedzaliman yang paling besar.

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

“(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”

Tetapi, karena jauhnya manusia dari ilmu. Banyak manusia yang menyangka bahwa syirik itu hanya menyembah pohon, sujud kepada salib. Padahal banyak bentuk kesyirikan yang sering dinormalisasi. Seperti contohnya seorang karyawan yang lebih mementingkan atasannya dibandingkan Allah. Sorang pemuda yang begitu mencintai seorang wanita sehingga ia lebih cinta kepadanya daripada Allah.

Allah telah mengabarkan tentang hal ini dalam QS Al-Baqarah ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِۗ

“Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah.”

Padahal seharusnya seorang yang beriman menjadikan kecintaan kepada Allah adalah yang paling utama.

Kemudian contoh kesyirikan yang lain, adalah seseorang yang begitu mencintai dunia. Sehingga ia menjadi budak dunia. Nabi menjelaskan tentang orang-orang ini dalam haditsnya:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jjika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Allah juga menyebutkan tentang orang-orang ini sebagai orang-orang yang paling rugi di dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 11:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ࣙاطْمَـَٔنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ࣙانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ

“Di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi (tidak dengan penuh keyakinan). Jika memperoleh kebaikan, dia pun tenang. Akan tetapi, jika ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang (kembali kufur). Dia merugi di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata.”

Berapa banyak orang yang beribadah tatkala dalam keadaan mudah, uang yang banyak. Tetapi ketika sulit maka ia berpaling dari Allah, bahkan mencela Allah. Padahal Rizki itu sudah ditetapkan oleh Allah sebelum kelahirannya.

Kemudian diantara contoh kesyirikan yang sering dinormalisasi adalah percaya dukun dan ramalan. Termasuk didalamnya zodiak, Feng shui dan yang semisalnya. Padahal Rasulullah menegaskan dalam haditsnya bahwa seseorang yang datang kepada dukun, peramal dan semisalnya walaupun tidak percaya maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari” (HR. Muslim)

Apabila ia percaya, maka ia telah jatuh kepada kekafiran.

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Quran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad, hasan)

Masih banyak contoh kesyirikan yang terjadi dan dianggap normal di masyarakat. Sehingga penting bagi kita untuk senantiasa menuntut ilmu agar tahu dan bisa terhindar dari kesyirikan ini, karena begitu beratnya dosa syirik ini.

Kajian Muslimah bulan Agustus 2025 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Muslimah bersama Ustadz Imam Syafi’i dengan tema “Sebab-sebab meraih kebahagiaan” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.

Tidak ada manusia yang berakal, kecuali pasti mencari dan menginginkan kebahagiaan. Kebahagiaan tentu bukanlah datang dengan tiba-tiba, namun ia memiliki sebab yang jika seseorang berjalan diatasnya maka ia akan mendapatkan kebahagiaan tersebut dan jika ia menyeleweng darinya maka ia akan tersingkir dari jalan kebahagiaan itu.

Maka diantara sebab-sebab yang dapat menndatangkan kebahagiaan:

  1. Mentauhidkan Allah dan menjauhi segala bentuk Kesyirikan
  2. Mencintai dan mengagungkan Allah
  3. Mentaati Allah dan beribadah kepada-Nya
  4. Bersabar atas segala Takdir Allah ‘Azza wa Jalla

Kajian Bulan Juli 2025 | Karyawan LBE

Iman secara bahasa artinya adalah mempercayai. Sehingga iman secara bahasa itu berkaitan dengan hati. Adapun secara istilah, para ulama mendefinisikan bahwa iman adalah:

  1. Meyakini dengan hati
  2. Mengucapkan dengan lisan
  3. Beramal dengan anggota tubuhnya

Allah berfirman menjelaskan tentang orang yang beriman:

“اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ”

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal”

“الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ”

“(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

Dalam ayat ini Allah menjelaskan, bahwa Iman yang Allah inginkan adalah keimanan dalam hati, kemudian diamalkan dengan anggota tubuh. Maka orang yang beriman, tatkala iman telah tertancap didalamnya, niscaya lisan dan tubuhnya akan mengikuti hatinya.

Maka betapa penting bagi kita untuk menjaga keimanan kita, terlebih di zaman yang penuh fitnah ini.
Mengapa? Ada beberapa poin yang disampaikan oleh para ulama:

  1. Iman adalah asas kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.”

  1. Iman adalah syarat mutlak untuk masuk surga. Walaupun hanya setitik keimanan dalam hatinya, maka dia pasti akan masuk surga.
  2. Keimanan adalah sebab kesuksesan seseorang kelak di hari kiamat. Allah berfirman:

يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ

“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,”

اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ‏

“kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,”

Siapa yang bisa menjamin kita meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah? Maka hendaklah senantiasa kita menjaga keimanan kita. Nabi senantiasa berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR. Tirmidzi No. 3522)

Semoga Allah senantiasa mengokohkan hati kita diatas agama ini.

Rekaman kajian selengkapnya bisa klik disini

Buka Puasa Asyura 1447H | Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Buka Puasa Asyura 1447 H

Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, pada hari Ahad, 10 Muharram 1447 H yang bertepatan dengan 6 Juli 2025 M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa sunnah Asyura bersama, yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman – PT. Lestari Banten Energi, Salira.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat memakmurkan masjid dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana sabda beliau:

“Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati sesudah (wafat)ku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka.”
(HR. At-Tirmidzi)

Puasa Asyura merupakan salah satu amalan sunnah utama di bulan Muharram. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)

Rangkaian Kegiatan

Sebelum waktu berbuka tiba, kegiatan diawali dengan kajian sore bertema:

📚 “Jangan Zalim, Allah Tidak Pernah Rida Pada Kezaliman”
🗣 Disampaikan oleh: Ustadz Khoyrul Anam

Kajian ini membahas pentingnya menjauhi segala bentuk kezaliman karena Allah sangat membenci kezaliman. Bahkan dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”
(HR. Muslim)

Ustadz Khoirul Anam menjelaskan bahwa kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

“Jauhilah kezaliman karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kajian tersebut, dijelaskan bahwa kezaliman terbagi menjadi tiga jenis:

  1. Zalim kepada Allah
    Yaitu menyekutukan Allah atau melakukan perbuatan syirik. Ini adalah dosa terbesar, dan jika tidak bertaubat hingga akhir hayat, maka tidak akan diampuni.
  2. Zalim kepada orang lain
    Misalnya menyakiti dengan ucapan atau perbuatan, membully, menghina, mengambil hak orang lain, dan sejenisnya. Zalim ini sangat berbahaya karena menyangkut hak manusia yang harus diselesaikan di dunia atau di akhirat.
  3. Zalim kepada diri sendiri
    Yaitu dengan melakukan dosa, mengikuti hawa nafsu, meninggalkan kewajiban, atau terus menerus dalam kemaksiatan yang merugikan dirinya sendiri.

Suasana Buka Puasa Bersama

Setelah kajian, seluruh peserta menyantap hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan panitia. Suasana hangat dan penuh semangat terasa di antara santri, pengajar, dan jamaah yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya menambah ilmu, tapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap amal sunnah.

Harapan dan Doa

Kami mengapresiasi semangat para santri TPQ yang ikut berpuasa dan menghadiri kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung dan menjadi bekal kebaikan di masa depan.

Jazakumullahu khairan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung acara ini. Semoga menjadi amal jariyah dan pembuka pintu-pintu kebaikan lainnya. Aamiin.

Kajian Parenting Bulan Juni 2025 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 28 Juni 2025 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog dengan tema “Membangun Intelektualitas anak sejak dini” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.

Salah satu diantara dampak hilangnya pelajaran Adab dan Akhlaq di sekolah sekolah, adalah maraknya kasus perundungan. Mulai dari verbal, yaitu ejekan atau hinaan, terlebih parah jika sampai ke perundungan fisik. Maka perlu bagi orangtua untuk menanamkan adab dan akhlaq yang mulia, agar jangan sampai anak kita termasuk dalam pelaku perundungan tersebut.

Mengapa kita harus membina Intelektualitas anak?
Karena Allah memuliakan mereka yang berilmu. Allah berfirman:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Maka inilah beberapa Asas yang harus diperhatikan dalam membina Intelektualitas anak:

  1. Mencoba untuk menanamkan kecintaan anak kepada ilmu, kepada yang mengajarkan ilmu. Ajarkan pula bagaimana seharusnya adab tatkala menuntut ilmu. Beri motivasi untuk senantiasa semangat dalam menuntut ilmu.
  2. Mulai ajarkan anak-anak untuk menghafalkan sebagian Al-Qur’an dan Hadits. Terutama surat surat yang sering dibaca ketika sholat. Mengapa? Karena jika anak sudah menghafal Al-Quran, dia akan mudah mempelajari ilmu lainnya. Karena Al-Qur’an itu sumber Ilmu.
  3. Kita harus mengusahakan untuk mencari guru yang shalih untuk anak kita. Cari guru yang shalih, berilmu, yang bertaqwa.
  4. Mengajarkan anak agar menguasai bahasa arab. Karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, bahasa hadits, bahasa ilmu pengetahuan.
  5. Setelah bahasa arab, ajarkan kepada anak bahasa asing yang memang itu sumber ilmu. Seperti bahasa inggris, bahasa Mandarin, dsb. Karena bahasa adalah alat untuk menguasai ilmu.
  6. Mengarahkan anak sesuai dengan kecenderungan ilmiahnya. Setelah dia mendapatkan aqidah, ibadah dan dasar-dasar agama, bebaskan anak untuk memilih sesuai kecenderungan nya. Kemudian arahkan dia sebisa mungkin sesuai dengan bakat dan minatnya.
  7. Setiap rumah harus punya perpustakaan, sehingga anak-anak mudah mengakses ilmu. Baik itu perpustakaan fisik maupun digital.

Rekaman kajian selengkapnya bisa klik disini

Kegiatan Semarak Kurban 1446H/2025M

Puji syukur kehadirat Allah subhanahu wata’ala, kami selaku panitia Semarak Kurban Masjid Baiturrahman telah rampung menyelenggarakan kegiatan tahunan Sebagaimana kegiatan tahun-tahun sebelumnya, kami panitia menerima hewan kurban dari shohibul kurban dan kami juga membantu dalam pembelian hewan kurban. Pada praktek penyediaan hewan kurban kami bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al Hanif Cilegon untuk penyediaan hewan kurbannya.

Adapun hewan kurban yang telah kami terima pada tahun ini 1446H adalah sebagaimana berikut:
Sapi – 1 ekor dari jamaah Masjid Baiturrahman
Domba dan Kambing – 8 ekor dari Jamaah Masjid Baiturrahman dan Kontraktor yang bekerjasama dengan PT LBE (Janus, Safemax, Appro, GMU, GUT dan lainnya).
Kambing – 4 ekor sumbangan dari PT Lestari Banten Energi

Adapun pendistribusian daging kurban dibagikan kepada:

  • Para Shohibul Qurban
  • Masyarakat sekitar Masjid Baiturrahman
  • Anak Yatim dari TPQ Masjid Baiturrahman
  • Beberapa dhuafa di lingkungan desa Salira

Kami ucapakan Jazaakallohu khoiron atas partisipasi segenap shohibul kurban, semoga Allah menerima kurban kita semua dan apa yang telah diusahakan menjadi pemberat timbangan di yaumil akhir kelak…..Aamiin.

Lanjutkan membaca →

Sholat Idul Adha 1446H

Sholat Idul Adha 1446 H / 2025 M

Alhamdulillah, DKM Masjid Baiturrahman telah menyelenggarakan Sholat Idul Adha 1446 H pada hari Jumat, 10 Dzulhijjah 1446 H / 6 Juni 2025 M. Kegiatan ini berlangsung di halaman parkir Masjid Baiturrahman, yang telah disiapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan sholat.

Sholat dimulai pada pukul 06.30 WIB dan diikuti oleh jamaah dari kalangan karyawan PT. Lestari Banten Energi serta masyarakat sekitar. Jamaah hadir dengan penuh antusias dan ketertiban sejak pagi hari.

Yang bertindak sebagai imam dan khatib pada kesempatan ini adalah:
Ustadz Faiz Abdullah, S.Ag
Hafizhahullah Ta’ala

Khutbah yang disampaikan mengangkat pesan penting tentang menghidupkan kesadaran akan akhirat dan betapa singkatnya kehidupan dunia. Meskipun singkat, pesan-pesan tersebut mengena dan menjadi bahan renungan bagi para jamaah.

Lanjutkan membaca →