Arsip Tag: Anak Salira Mengaji

Buka Puasa Arofah 1445H | Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Hari ini hari Ahad, 09 Dzulhijjah 1445H, atau bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2024M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa Arofah bersama di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang”(HR.Muslim)

Sebelum buka puasa, Acara hari ini dimulai dengan kajian yang bertema “Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Isma’il Alaihimassalam“

Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Arofah tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Allah Itu Ada (Kajian Bulanan Bersama Ustadz Muhtadi)

Mengenalkan kepada Anak keberadaan Sang Pencipta membutuhkan trik tersendiri, salah satunya dengan metode cerita. Kajian Kali ini Bersama Ustadz Muhtadi, Beliau Menjelaskan Tentang Pentingnya Mengenal Allah dan meyakini Bahwa Allah itu Ada.

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (Surat Al-An’am: 102)

Ustadz banyak memberikan permisalan kauniyah, seperti adanya langit dan bumi, tentulah ada yang menciptakan. Adanya sungai yang mengalir, adanya tetumbuhan, hewan yang bermacam-macam, tentulah ada yang menciptakannya. Lalu beralih kepada hal-hal yang berada di sekitar anak-anak seperti adanya pesawat terbang, kapal, dan mobil.

Dahulu saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membebaskan budak yang mengetahui keberadaan Allah, padahal posisinya jauh di atas gunung yang tengah mengembala kambing. Tapi hal itu tidak menghalanginya untuk mengenal Allah secara fitrah. Lantas, bagaimana dengan mereka yang duduk di perguruan tinggi lalu tiba-tiba akal mereka hilang karena sebagian besar dari mereka tidak mengenal keberadaan Allah? Hingga harus diskusi terlebih dahulu tentang “Ada”, “Apa itu ada?”

Lanjutkan membaca →