Allah Itu Ada (Kajian Bulanan Bersama Ustadz Muhtadi)

Mengenalkan kepada Anak keberadaan Sang Pencipta membutuhkan trik tersendiri, salah satunya dengan metode cerita. Kajian Kali ini Bersama Ustadz Muhtadi, Beliau Menjelaskan Tentang Pentingnya Mengenal Allah dan meyakini Bahwa Allah itu Ada.

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (Surat Al-An’am: 102)

Ustadz banyak memberikan permisalan kauniyah, seperti adanya langit dan bumi, tentulah ada yang menciptakan. Adanya sungai yang mengalir, adanya tetumbuhan, hewan yang bermacam-macam, tentulah ada yang menciptakannya. Lalu beralih kepada hal-hal yang berada di sekitar anak-anak seperti adanya pesawat terbang, kapal, dan mobil.

Dahulu saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membebaskan budak yang mengetahui keberadaan Allah, padahal posisinya jauh di atas gunung yang tengah mengembala kambing. Tapi hal itu tidak menghalanginya untuk mengenal Allah secara fitrah. Lantas, bagaimana dengan mereka yang duduk di perguruan tinggi lalu tiba-tiba akal mereka hilang karena sebagian besar dari mereka tidak mengenal keberadaan Allah? Hingga harus diskusi terlebih dahulu tentang “Ada”, “Apa itu ada?”

Dan telah berlalu kisah populer dari Imam Nu’man bin Tsabit Abu Hanifah rahimahullah yang membantah para atheis yang tidak mau mempercayai eksistensi adanya Allah. Beliau tampak berpura-pura berpikir keras di hadapan mereka sampai ada yang komen, “Ya, Syaikh apa yang Anda pikirkan?!? Tampaknya rumit sekali …” Lantas Imam Ahlus Sunnah ini menjawab dengan bijaksana, “Saya sedang memikirkan keberadaan kapal tanpa awak, kapal itu berlabuh ke dermaga menurunkan muatan lalu ia menjauh berlayar kembali, begitu seterusnya ….” Dengan pongahnya si atheis itu menimpali, “Mana ada peristiwa semacam itu, hal itu tentu tidak masuk akal!” Nah, dari sinilah Imam Abu Hanifah memutar fakta yang tertutupi oleh mereka, “Jika kapal ini saja tidak masuk akal berbuat seperti itu, tentu alam raya dan seisinya ini memiliki Sang Pencipta, ia tidak hadir dengan sendirinya.” Seketika runtuhlah aqidah batil mereka. Masya Allah.

Dengan kegiatan ini, diharapkan kepada anak-anak agar memiliki keyakinan dan kemantapan dalam Tauhid, terutama tentang keberadaan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kajian Bulanan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2022 dan dihadiri sekitar 80an peserta yang mengaji di Masjid Baiturrahman dan peserta yang bukan anak-anak ngaji di luar Masjid Baiturrahman LBE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *