Hebatnya Pahlawan-Pahlawan Islam (Kajian Bulanan Bersama Kak Ihan)

Hebatnya Pahlawan-pahlawan Islam (ASM Bersama Kak Ihan)

Dunia anak sekarang ini dibanjiri dengan cerita tokoh superhero khayalan semacam Superman, Spiderman, Naruto dan lain-lain. Bagaimana dampak tokoh-tokoh ini pada pekembangan anak? Apa yang bisa kita lakukan, agar anak mengidolakan tokoh-tokoh kepahlawanan yang berasal dari Islam? Selain Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tokoh-tokoh siapa lagi yang perlu dikenalkan pada anak-anak?

Anak-anak sangat senang dengan cerita dan kisah, apalagi diceritakan oleh orang tuanya. Anak-anak juga butuh sosok teladan dan akan diikutinya, karena anak-anak adalah “mesin fotokopi” yang sangat cepat. Apa yang mereka lihat dan mereka dengar, akan dengan cepat diikuti.

Generasi muda Islam di zaman keemasannya merupakan generasi terbaik yaitu di zaman para salafus shalih. Mereka sangat memperhatikan hal ini pada anak-anak mereka. Mereka mengajarkan dan membacakan sejarah Islam kepada anak-anak mereka. Mereka perkenalkan para pahlawan Islam sebagai sosok yang harus diteladani dan dikagumi.

Karena pentingnya sejarah Islam, sampai-sampai mereka mengajarkan sejarah Islam sebagaimana mereka mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka. ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib (dikenal dengan nama Zainul ‘Abidin) berkata,

كنا نعلم مغازي النبي صلى الله عليه و سلم وسراياه كما نعلم السورة من القرآن

“Dulu kami diajarkan tentang (sejarah) peperangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Al-Qur’an diajarkan kepada kami”[1. Al-Jaami’ li Akhlaaqir Raawi 2/195, Maktabah Al-Ma’arif, Riyadh, 1430 H, Asy Syamilah].

Sejarah dan kisah masa lalu berbeda dengan beberapa hukum fikih. Sejarah bisa memberikan semangat dan motivasi serta berupa praktek penerapan langsung dari ilmu yang dipelajari. Oleh karena itu, sebagian ulama lebih suka membahas sejarah dan keteladanan para Nabi dan orang shalih. Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata,

الحكايات عن العلماء ومجالستهم أحب إلي من كثير من الفقه؛ لأنها آداب القوم وأخلاقهم

“Kisah-kisah (keteladanan) para ulama dan duduk di majelis mereka lebih aku sukai dari pada kebanyakan (masalah-masalah) fikh, karena kisah-kisah tersebut (berisi) adab dan tingkah laku mereka (untuk diteladani)” [2. Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi, I/509 no.819, Darul Ibnu Jauzi, cet.I, 1414 H, Asy Syamilah].

Bahkan sepertiga isi Al-Quran berisi mengenai sejarah dan kisah-kisah umat di masa lalu, agar kita bisa mengambil pelajaran dan menjadikan teladan dari kisah para nabi dan orang shalih.

Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُون

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi ‘alaihis salamdan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Yusuf: 111).

Dengan kegiatan ini, diharapkan kepada anak-anak agar memiliki jiwa pahlawan dan memiliki sosok idola yang di banggakan dalam Islam.

Kajian Bulanan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2022 dan dihadiri sekitar 80an lebih peserta yang mengaji di Masjid Baiturrahman dan peserta yang bukan anak-anak ngaji di luar Masjid Baiturrahman LBE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *