Alhamdulillah, pada hari Kamis, 09 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan 5 Juni 2025 M, DKM Masjid Baiturrahman kembali menyelenggarakan kegiatan kajian dan buka puasa sunnah Arafah bersama, bertempat di Masjid Baiturrahman LBE, Salira.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid serta menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ, sebagaimana sabda beliau:
“Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati sesudah (wafat)ku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
Puasa Arafah adalah salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah, khususnya bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah ﷺ bersabda:
Tatkala bertemu dengan bulan ramadhan, seseorang akan memperbanyak ibadah yang ia lakukan. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, Memperbanyak Ibadah-ibadah Sunnah,dsb. Akan tetapi, setelah berlalunya bulan ramadhan semangat seseorang itu berbeda dibandingkan di bulan ramadhan. Maka perlu bagi kita mempelajari kiat-kiat untuk senantiasa Istiqomah di setelah bulan Ramadhan.
Allah berfirman tentang besarnya ganjaran bagi orang yang senantiasa Istiqomah diatas keimanan:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Istiqomah itu bukan tentang berapa banyak ibadah yang dilakukan, tetapi sampai berapa lama kita senantiasa melakukan Ibadah tersebut.
Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
Diantara Sebab agar kita bisa selalu Istiqomah:
Tidak ujub tentang amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan. Sebaliknya yang harus dilakukan adalah bersyukur kepada Allah.
Meminta untuk senantiasa Istiqomah kepada Allah. Karena kesempatan kita untuk beramal datang dari Allah, maka kita harus meminta Istiqomah hanya kepada Allah. Dan ini sudah terkandung dalam QS. Al-fatihah ayat ke-6.
Para Ulama menjelaskan tentang Ayat ke 6 Surah Al-fatihah bahwa inilah inti dari Surah Al-fatihah. Dalam ayat ini memiliki 2 doa, yang pertama kalimat ‘ihdina’ berikanlah kami hidayah. Kemudian ‘Ash-Shiratal Mustaqim’ yaitu kita meminta untuk diistiqomahkan diatas jalan yang lurus.
Telah banyak disebutkan di dalam Al-Quran kisah orang-orang yang Istiqomah. Diantara nya kisah Ibu Musa, kisah nabi Yusuf. Mereka bisa Istiqomah dengan bantuan dari Allah.
Maka hendaklah kita meminta Istiqomah kepada Allah, Istiqomah itu adalah perkara yang sulit, panjang dan berat. Dan tidak ada seseorang yang bisa Istiqomah kecuali dengan bantuan Allah.
Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 26 April 2025 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog dengan tema “Membangun Kecerdasan Emosi Sejak Dini pada Anak” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.
Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.
Kita sebagai orang tua, telah diamanahkan oleh Allah untuk mendidik anak-anak kita. Maka hendaklah kita laksanakan Amanah tersebut dan mendidik anak kita dengan baik. Rasulullah menceritakan bahwa ada orangtua yang dimasukkan kedalam neraka karena tidak mau mendidik anaknya.
Beberapa pertemuan sebelumnya, sudah dibahas tentang Menanamkan Aqidah yang benar pada anak, kemudian Melatih anak untuk beribadah kepada Allah, Melatih Interaksi sosial pada anak, dan Menanamkan adab dan Akhlak mulia pada anak.
Pada pertemuan ini, akan dibahas tentang Membangun kecerdasan emosi sejak dini pada anak. Karena walaupun anak itu pintar, tetapi dia tidak bisa bergaul, tidak berempati, maka ia akan dijauhi dan ditinggalkan oleh orang lain.
Yang dimaksud kecerdasan emosional adalah: Kemampuan untuk memahami, mengelola dan menggunakan emosi diri sendiri serta emosi orang lain untuk meningkatkan kesehatan mental dan hubungan sosial.
Lantas apa ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik?
Dia bisa mengenali dan memahami perasaan diri sendiri begitu juga perasaan orang lain.
Bisa mengelola emosi dengan baik sehingga dia mengekspresikan dengan cara yang paling tepat.
Bisa merasakan perasaan orang lain (Bisa berempati).
Memiliki keterampilan sosial yang baik. Artinya dia bisa menghadapi berbagai jenis karakter orang. Sehingga dia mudah bergaul dengan siapapun.
Orang yang cerdas emosinya bisa memotivasi dirinya ketika dia mengalami kesedihan, kegagalan, sehingga dia bisa bangkit kembali.
Kemudian, bagaimana cara kita membentuk anak-anak kita agar memiliki kecerdasan emosional yang baik? Bagaimana Islam mengajarkan agar anak tumbuh dengan kecerdasan emosional yang baik?
Memberikan ciuman, kelembutan dan kasih sayang kepada anak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
Artinya: “Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.”
Ada seorang ahli berkata: “Anak yang tumbuh dengan kasih sayang, maka dia akan menyayangi orang lain, sebaliknya anak yang tumbuh dengan kekerasan, maka dia akan kasar kepada orang lain.”
Sempatkan untuk bermain dan bersenda gurau dengan anak Para sahabat menceritakan bahwa Rasulullah pernah bermain kuda kudaan dengan cucunya. Bahkan Rasulullah juga bermain dengan anak-anak para sahabat, padahal beliau adalah manusia yang paling mulia di muka bumi. Ini untuk membentuk jiwa yang segar, pribadi yang menyenangkan. Sehingga dia senang untuk bergaul dengan orang lain.
Memberikan hadiah dan penghargaan kepada anak-anak Anak-anak selalu senang mendapat hadiah dan penghargaan, terlebih apabila ia melakukan sesuatu yang baik. Maka jangan kita pelit. Sehingga dia mudah mengapresiasi orang lain. Karena dia senantiasa diapresiasi oleh orangtuanya. Akan tetapi hendaklah bersikap adil dalam memberi hadiah, terutama jika memberi hadiah tanpa sebab.
Mengusap kepala anak Para ulama menjelaskan, mengusap kepala anak memiliki efek psikologi yang luar biasa. Hal ini juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Bahkan Rasulullah bersabda: “Kalau hati kalian sedang keras, hendaklah kau usap kepala anak Yatim.”
Menyambut kedatangan anak Ketika mereka pulang sekolah, atau pulang bermain, hendaklah kita sambut. Sering kita dapati anak-anak yang cuek, karena memang merasa tidak ada yang menyambut mereka.
Menanyakan keadaan anak Artinya mencari tahu bagaimana keadaan anak dan menanyakan keadaan mereka. Tanya bagaimana kabarnya, bagaimana keadaan sehari-hari nya, sehingga anak merasa keberadaannya diperhatikan oleh orangtuanya.
Khusus untuk anak Yatim, mereka membutuhkan perhatian yang lebih karena mereka telah kehilangan figur ayah mereka.
Berlaku adil terhadap anak-anak dalam perhatian, nafkah dan sebagainya Tidak melebihkan atau mengabaikan anak yang satu dari yang lain. Terlebih itu sangat dilihat oleh yang lainnya. Karen ini sangat berbahaya bagi kesehatan mental mereka. Walaupun dalam perasaan kita lebih mencintai satu anak ini karena keshalihannya, nurutnya. Tapi dalam mendidik harus ada keadilan didalamnya.
Bismillah walhamdulillah Kita bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Allah ﷻ atas karunia-Nya yang banyak sehingga kita bisa berjumpa dengan bulan mulia ini, dan juga atas taufiq-Nya kita dapat melaksakan ibadah-ibadah & amal shalih di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.
Alhamdulillah DKM Baiturrahman pada kesempatan kali ini kembali membuka kesempatan untuk kaum muslimin yang ingin memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan Progam I’tikaf di Masjid Baiturrahman, dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung berlangsungnya i’tikaf seperti; lemari untuk barang-barang peserta i’tikaf, ifthor/takjil buka puasa bersama, dan menu buka serta sahurnya.
Kegiatan Dimulai pada 20 Ramadhan 1446 H. Kami menyambut kedatangan Peserta I’tikaf dan kemudian dilanjutkan dengan Briefing mengenai kegiatan I’tikaf setelah Shalat Tarawih. Kegiatan I’tikaf terdiri dari Kegiatan Pribadi seperti Qiyamul Lail, Tilawah Al-Qur’an dsb. Kami juga Menyiapkan beberapa Program yaitu: Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an, Kajian Subuh dan Menjelang berbuka Setiap Harinya dengan Mengundang Asatidzah Lokal dan Luar Daerah.
Kami sampaikan Jazakumullahu khairan kepada para muhsinin/donatur yang telah memberikan sedekahnya demi terlaksananya kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadhan dengan baik. Semoga ALLAH ﷻ senantiasa memberikan keberkahan dan memudahkan segala urusan kita semua.
lhamdulillah dengan rahmat dan taufiq dari Allah kita berjumpa dengan bulan mulia yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan bulan ampunan.
Rasulullah pernah bersabda, yang artinya; “Sebaik² kalian adalah yang mau belajar Alquran dan mengajarkannya”. Dan bulan Ramadhan adalah bulan mulia bulan yang terbaik.
Maka kita semua berusaha melakukan hal yang terbaik dalam momentum yang terbaik ini.
PROGAM/KEGIATAN DKM & TPQ Masjid Baiturraham mengadakan progam yang insyaAllah bermanfaat dalam bulan Ramadhan ini; SANLAT (Pesantren Kilat), mengajak anak-anak/santri-santriwati untuk mengisi momentum Ramadhan ini dengan hal-hal yang bermanfaat.
JUMLAH PESERTA & PEMBAGIAN KELOMPOK Alhamdulillah sekitar 100an santri/-wati yang berpartisipasi dalam progam ini. Dibagi menjadi 2 gelombang/kelompok; kelompok anak-anak & remaja.
Gelombang pertama adalah kelompok anak-anak yang terdiri dari kelas 3 sampai 5, progam SANLAT untuk kelompok ini pada tgl 6 – 8 Ramadhan. Sedangkan gelombang ke-2 kelompok remaja yang terdiri dari kelas 6 hingga kelas SMP bahkan SMA, untuk kelompok remaja kegiatan pada tgl 13 – 15 Ramadhan.
KEGIATAN Kegiatan pada SANLAT ini ialah sebagai berikut; Santri/-wati dalam sepekan hadir sebelum / waktu ashar dan kegiatan selesai setelah waktu maghrib (pulang).
-Setelah sholat ashar berjama’ah santri/-wati belajar mengaji (membaca iqro’ atau Alquran) sesuai tingkatan masing² anak. -Kemudian ada tugas menulis & menghafal surah² pendek Alquran (santri/-wati diberikan tugas menulis surah pendek beserta artinya kemudian menghafalnya dan disetorkan hafalan tersebut ke ustadz/pembimbing). -Lalu sesi ke-3 ialah; belajar & menghafal Hadit-Hadits Pilihan. -Berikutnya adalah ta’lim/kajian menjelang berbuka disertai kuis-kuis berhadiah. -Setelah itu berbuka puasa bersama, dan kegiatan SANLAT diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah. Khusus untuk hari Sabtu para santri mengikuti Shalat Tarawih berjamaah di Masjid .
Semoga kegiatan/progam ini bermanfaat bagi siapa saja yang berpartisipasi dan mensupport untuk berlangsungnya kegiatan. Semoga Allah ‘azza wa jalla menerima amal ibadah kita semua di bulan Ramadhan ini, dan menjadikan kita semua hamba-hamba yang menang dan diridhoi.