
Karakter Penghuni Surga
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh…
Kita semua pasti bercita-cita ingin masuk surga, bukan hanya orang-orang sholih saja.Bahkan para nabi juga demikian sebagaimana do’a nabi Ibrohim alaihisaalam yg Allah تعالى abadikan dalam Al Quran :
وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
Artinya: ”Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (Q.S as syuara 85)
Begitupula dengan Nabi kita Muhammad صل الله عليه dalam banyak do’anya meminta surga :
اللهم إني أسألك الجنة
Artinya : “Ya allah sesungguhnya aku memohon surga”
Nabi Muhammad juga menganjurkan kepada kita untuk meminta surga yg paling tinggi sebagaimana sabdanya :
فإذا سألتم الله فاسألواه الفردوس فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة
Artinya : “Apabila km meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus, karena ia termasuk surga paling tengah Dan paling tinggi”
Kerinduan seorang mukminn dengan surga adalah tabiat dalam kehidupan dunia ini.Oleh Karen itu, Allah menjadikan kehidupan dunia terkontamisi degan rasa sedih,kecewa,galau, khawatir dll.Sejak Allah turunkan nenek moyang kita Nabi Adam dan Siti Hawa dari surga Allah berfirman :
فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (۱۱۷)
“Kemudian kami berfirman,”Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka” (Q.s taha 117)
Ini berarti dahulu tatkala nabi Adam dan Siti Hawa masih di surga diliputi degan kenikmatan yg luar biasa sebagaimana firaman Allah تعالى :
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى (۱۱۸) وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى (۱۱۹)
“Sungguh ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak kelaparan dan tidak akan telanjang. Dan sungguh di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas maThahari”(Qs.taha 118-119)
Intinya di surga kemana mata memandang itu kita akan melihat kenikmatan demi kenikmatan, Allah berfirman :
وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
Artinya: ”Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”.(Q.s Al insan 20)
Lantas bagaimna kriteria penghuni surga yg dijanjikan oleh Allah? kita akan membahsanya sesuai dengan firaman Allah dalam surah Ali Imran ayat 133-136 Allah berfirman :
۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135)أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)

Artinya: ‘‘Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.(133) yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.(134) Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzalimi diri sendiri, ia segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.(135) Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal”. (136)
Pada ayat pertama Allah mengatakan ” و سارعوا” yakni ” bersegeralah” pada surah yang lain Allah juga mengatakan “وسابقوا” “berlombalah” Dan Allah juga mengatakan “وفى ذالك فليتنافس المتنافسون” “Dan dalam (nikmat surga) tersebut hendaknya kalian bersainglah”.Ini menunjukkan bahwa Allah menyuruh kita agar tidak menunda” kebaikan bahkan ada sebagian ulama yg mengatakan bahwa barangsiapa yg menunda-nunda taubat apabila mengerjkan dosa Maka akan ada dosa tersendiri .Dan surga yangg luasnya seluas langit dan bumi , ada ulama yg mengatakan apabila ada “عرض/lebar” pasti ada ” طول/panjang ” ini menunjukkan luasnya surga Allah . “Dipersiapkan bagi orang-orang yg bertaqwa” ini meruapakan dalil bahwasanya surga itu telah ada berbeda dengan pendapat muktazilah yg mengatakan bahwa surga itu blm ada.
Dalam ayat ke 134-135 Allah sebutkan KARAKTER PENGHUNI SURGA :
1.Orang yg senantiasa menginfakkan haratanya baik dalam keadaan susah maupun senang.
Ayat diatas menunjukkan ada beberapa model orang ketika berinfak Berinfak waktu senang dan tdk berinfaq waktu susah, ini banyak Tdk berinfaq waktu senang apalagi waktu susah, dan ini lebih banyak lagi_Tdk berinfaq baik waktu senang maupun susah Ketiga model diatas bukanlah yg dimaksd ayat tersebut melainkan orang-orang yg senantiasa berinfaq waktu susah Dan senang inilah yg dimaksd ayat tersebut.
2.Orang-orang yg menahan diri dari amarah. Dalam sebuah tafsir dikatakan الكظم : شد فم القربة عند امتلائها Al kazm : “menutup mulut qirbah ( tempat minum yg terbuat dari kulit hewan) tatkala ia penuh”Dan Al bagawi dalam tafsirnya juga mengatalan :حبس الشيء عند امتلائها”Yakni mengikat sesuatu tatkala penuh”Dan yg dimaksd dlm ayat “kaziminal ghoiz adalah Menahan diri dari amarah tatkala amarah tersebut udah meluap padahl dia bisa saja melampiaskanya .Inilah yg dimaksd dlm ayat tersebut dan Allah mengunakan ism fail yg berarti Hal tersebut dilalukan secara terus menerus dan kokoh.
3.Senantiasa memaafkan orang lain Ada sebuah kisah Dari pemuda ansor yg dijuluki penghuni surga oleh Rasullullah.Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang kemudian diterjemahkan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin Jilid 7. Saat itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam tengah duduk-duduk di Masjid Nabawi dengan para sahabat rasul lainnya, termasuk Abdullah bin Amr bin Ash.Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun bersabda, “Akan muncul sekarang ini seorang penghuni surga lewat di jalan ini.”Semua mata pun tertuju pada pintu masjid dan pikiran para sahabat membayangkan sosok yang luar biasa. Lalu, muncullah seorang lelaki dari kaum Anshar yang melewati jalan tersebut. Ia lewat dengan wajah yang basah akibat air wudhu. Apakah keistimewaan dari seseorang tersebut yang mendapat jaminan surga? Namun, tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat itu melontarkannya pada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Keesokan harinya, peristiwa serupa terulang lagi. Rasulullah menyebut ada sosok penghuni surga yang akan melewati jalanan di dekat mereka. Dan lagi-lagi, lelaki dari kaum Anshar itu pun muncul.
Peristiwa serupa terus berulang hingga ketiga kalinya. Putra gubernur muslim pertama di Mesir, Abdullah bin Amr bin Ash pun tidak tahan lagi dan ia pun memilih untuk mencari tahu rahasia amalan yang dilakukan oleh lelaki Anshar tersebut hingga sampai tiga kali Rasulullah menyebutnya sebagai penghuni surga.
Abdullah bin Amr bin Ash pun berpura-pura bertengkar dengan ayahnya. Setelahnya, ia meminta izin untuk tinggal selama beberapa hari di rumah lelaki Anshar tersebut.
Singkat cerita, Abdullah bin Amr bin Ash mencoba memerhatikan keseharian lelaki Anshar itu untuk mengetahui amal sholeh yang ia lakukan. Namun, Amr bin Ash tidak menemukan suatu amalan luar biasa yang dilakukannya.
Laki-laki Anshar itu tidak mengamalkan sholat malam dengan jumlah rakaat banyak di sepertiga malam. Ataupun, lelaki itu bangun tepat menjelang Subuh sehingga tidak banyak amalan sholat malam yang dilakukannya.
Hingga di penghujung hari ketiga tidak menemukan apapun, Abdullah bin Amr bin Ash pun hendak berterus terang pada lelaki itu dan berniat untuk menanyakannya langsung. Abdullah bin Amr bin Ash pun berkata:”Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tidak saling menyapa antara aku dan ayahku. Aku sengaja menginap di rumahmu karena mendengar Rasul berkata tentang dirimu sebanyak tiga kali bahwa engkau adalah laki-laki penghuni surga. Maka, aku pun ingin bersamamu agar bisa melihat bagaimana amalanmu hingga engkau dikatakan sebagai laki-laki penghuni surga. Kalau aku sudah tahu, nanti aku akan menirumu. Tetapi, engkau ternyata tidak terlalu banyak beramal. Amalan apakah yang membuat ia mendapat kedudukan yang mulia itu (ahli surga)?”
Lelaki Anshar itu pun menjawab bahwa ia tidak memiliki amalan kecuali yang telah dilihat langsung oleh Abdullah bin Amr bin Ash. Kemudian ia berkata lagi, “Aku tidak pernah dengki kepada kaum muslim karena kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepadanya.”
Mendengar hal itu, Abdullah bin Amr bin Ash tertegun dan berkata, “Itulah amalan yang telah menyampaikanmu pada derajat yang paling tinggi, sungguh berat kami lakukan.
4.Orang yg melalukan perbuatan keji atau menzolomi dirinya kemudian ia ingat kepada Allah dan memohon ampun kepadanya .
Inilah 4 KARAKTER PENGHUNI SURGA yg Allah beritakan kepada kita semoga kita termasuk dari golongan tersebut,
Aamiin allahumma aamiin..
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
