Kajian Bulan April 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Menanamkan Aqidah yang Benar pada Anak“.

Di dalam hal membina Aqidah, kita harus mengetahui apa itu Aqidah yang benar, karena ini adalah hal yang paling penting, Ini sangat mempengaruhi pola seseorang dalam berfikir. Oleh karena itu, Aqidah yang benar harus menjadi hal yang paling awal diajarkan kepada anak-anak kita.

Maka apa saja yang harus kita tanamkan dalam hal mendidik Aqidah anak-anak kita? Ada 5 Asas yang harus kita tanamkan:

  1. Kita mentalqin (Mendiktekan) kalimat Tauhid kepada anak kita.

Walaupun mereka belum paham, akan tetapi harus kita tanamkan karena ini akan masuk kedalam Alam Bawah sadar mereka. Nabi bersabda:

ما مِن مَوْلُودٍ إلَّا يُولَدُ علَى الفِطْرَةِ، فأبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أوْ يُنَصِّرَانِهِ، أوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Tidak ada seorang bayipun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fitrahnya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi.“

Para Ulama menjelaskan bahwa anak ketika lahir berasa dalam keadaan yakin bahwa Allah lah pencipta nya, dan dalam keadaan islam. Maka hendaklah ketika anak itu lahir dan bertumbuh kita selalu biasakan mereka untuk mendengarkan Kalimat Tauhid, Ayat-ayat Allah.

  1. Menanamkan rasa cinta, muraqabah, keimanan untuk meminta hanya kepada Allah, dan menanamkan keimanan kepada Takdir Allah.

Ibnul Qayyim berkata:

“Rasa cinta itu tumbuh karena 2 hal: Keindahan dan juga kebaikan.”

Tanamkan Rasa cinta kecintaan kepada Allah dengan menunjukkan ke Maha Indahan Allah. Kemudian tanamkan kecintaan kepada Allah dengan menunjukkan berapa baiknya Allah kepada kita. Kemudian tanamkan rasa Muraqabah, tanamkan bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah. Allah berfirman:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ

“Dia bersamamu di mana saja kamu berada.“

Dan juga harus kita tanamkan ketika mereka meminta hanya kepada Allah. Rasulullah bersabda kepada Ibnu ‘Abbas:

إذا سألت فاسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله

“Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah.“

  1. Menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau.

Karena Islam berpatokan kepada 2 hal. Yaitu syahadat kepada Allah dan juga syahadat kepada Rasulullah, ini adalah kedua hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka setelah kita menanamkan siapa itu Allah, kita harus menanamkan siapa itu utusan Allah, jelaskan kepada anak-anak kita bagaimana Akhlak Nabi, bagaimana kemuliaan Nabi Muhammad. Sehingga tumbuh cinta anak-anak kita kepada nya. Kita tunjukkan berapa cintanya Nabi kepada Ummatnya. Rasulullah bersabda:

كل أمتي يدخل الجنة إلا من أبى! قيل: ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan? Beliau menjawab: Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang membangkang kepadaku berarti ia enggan.“

Kemudian ajarkan juga tentang keluarga nabi, ajarkan tentang bagaimana mereka siap mengorbankan jiwa dan harta mereka membantu Rasulullah agar Agama islam ini tersebar, agar Ummat ini masuk kedalam surga Allah.

  1. Mengajarkan anak kita Al-Qur’an.

Setelah mengajarkan anak-anak kita kecintaan kepada Allah, kepada Rasulullah, ajarkan anak-anak kita menghafal Al-Qur’an, jika belum bisa membaca perdengarkan lah Al-Qur’an, jika sudah bisa membaca ajarkan membaca Al-Qur’an dengan benar. Kemudian bagaimana mentadabburi Al-Qur’an.

  1. Mendidik mereka agar anak-anak kokoh dalam memegang Aqidah.

Tunjukkan kepada anak-anak kita dampak langsung dari memiliki Aqidah yang benar, dan akibat buruk dari Aqidah yang salah. Tunjukkan mereka bahaya kesyirikan, besarnya dosa kesyirikan. Latihlah mereka untuk bergantung dengan Aqidahnya. ketika sakit beritahu anak kita bahwa ini adalah Takdir Allah. Sehingga mereka semakin yakin dengan apa yang sudah diajarkan dalam poin-poin sebelumnya.

Tinggalkan Balasan