Kajian Bulan Agustus 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Melatih Anak untuk Beribadah kepada Allah“.


Setelah kita mengajarkan kepada anak-anak kita Aqidah yang benar, Mengajarkan tentang Siapakah Allah, Maka hendaklah kita melanjutkan nya dengan mengajarkan bagaimana Menyembah Allah dengan sebenar-benarnya. Allah Ta’ala berfirman:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”

Maka bagaimana cara kita melatih anak-anak kita untuk beribadah kepada Allah?

  1. Jika Anak kita belum mencapai 7 Tahun, maka latih mereka beribadah dengan memberikan contoh kepada mereka. Perkenalkan mereka dengan ibadah, Ajak anak-anak kita ke masjid, tunjukkan bagaimana cara Shalat. Demikian pula ibadah lainnya. Tunjukkanlah cara beribadah yang benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah.
  2. Ketika anak baru belajar beribadah, hendaklah kita memberikan motivasi, berikan mereka hadiah jika ia menjalankannya dengan baik, dan jangan langsung menghukumnya jika mereka salah, nasehati lah dengan baik. Jika masih dengan sengaja membuat kesalahan, peringatkan, kalau masih tidak bisa, ancamlah ia dengan pukulan, kemudian jika memang harus dipukul, pukullah dengan baik, dengan tujuan menasehati, bukan didasari emosi. Adapun memukul itu memiliki kaidahnya tersendiri:
  • Tidak boleh memukul sebelum usia 10 Tahun
  • Tidak boleh memukul dengan alat yang terlalu keras
  • Tidak boleh memukul di satu tempat saja
  • Tidak boleh memukul sampai terlihat ketiak
  • Tidak boleh memukul kepala dan kemaluan
  • Tidak boleh memukul dalam keadaan marah
  • Tidak boleh memukul lebih dari 10 kali
  • Hentikan memukul ketika anak menyebut nama Allah

3. Kemudian setelah mereka sudah terbiasa dengan ibadah fardhu, ajari mereka untuk menambah nya dengan ibadah-ibadah Sunnah. Jika mereka sudah terbiasa shalat Fardhu, ajari mereka shalat Nafilah. Ajari mereka shalat malam. Begitupula amalan yang lainnya. Akan tetapi, jangan memaksa anak untuk ibadah Sunnah, hendaklah kita motivasi, berikan penghargaan atas ibadah Sunnah yang mereka lakukan. Sehingga ketika memasuki usia Baligh, ketika catatan Amal mereka dibuka, mereka sudah terbiasa dan tertib shalatnya dan juga ibadah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *