Kajian Bulan September 2024 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Alfian Abu Syafiq,Lc. Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Akibat durhaka kepada Orangtua”.


Alhamdulillah anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Alfian Abu Syafiq,Lc. Hafidzahullah, adapun ringkasan kajian yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:
Surga adalah tempat yang begitu indah, didalamnya terdapat begitu banyak kenikmatan yang bahkan tidak bisa dibayangkan oleh seluruh manusia. Diantara salah satu cara yang paling mudah dan paling mulia untuk menuju surga adalah berbakti kepada Orang tua.
Sebaliknya, neraka adalah tempat dimana Allah menghukum dan mengadzab orang-orang yang berdosa, dan diantara dosa yang paling besar adalah durhaka kepada orang tua. Bahkan di salah satu hadits, Rasulullah menempatkan dosa durhaka kepada orang tua tepat dibawah kesyirikan.
Lantas, apakah yang dimaksud durhaka kepada Orang tua? Bisa jadi seseorang bahkan tidak menyadari kalau ia telah durhaka kepada kedua orangtuanya. Maka hendaklah ia menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan kedurhakaan dan berusaha berbakti kepada mereka. Diantanya adalah:

  1. Menghiraukan panggilan orangtua
    Ada sebuah kisah, bahwa seorang Ulama sedang mengisi kajian, kemudian ibunya memanggil dengan suara yang keras, memerintahkan nya untuk memberi makan ayam. Maka tanpa alasan sang Alim itu langsung pergi memberi makan ayam kemudian baru melanjutkan kajian.
    Maka dari sini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa seseorang tidak boleh tidak menjawab panggilan orangtua nya, walaupun ia sedang dalam urusan penting, karena tidak menjawab adalah termasuk bentuk durhaka kepada Orangtua.
  2. Membuat kedua orangtua marah
    Jangan sampai seorang anak membuat kedua orangtuanya marah. Jangan sampai pula membuat mereka bersedih dengan berkata buruk, terlebih sampai memukul. Hendaklah seorang anak senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya. Allah berfirman:
    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
    Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata,

إِبْكَاءُ الوَالِدَيْنِ مِنَ العُقُوْقِ

”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”

  1. Tidak mendoakan kedua orangtua
    Orangtua adalah manusia yang paling pantas untuk kita doakan,karena merekalah yang senantiasa berjasa kepada kita. Maka Hendaklah ia mendoakan kedua orangtuanya, diantara doa yang paling bagus adalah:
    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
    “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shaghira”

Selagi masih ada kesempatan untuk berbakti, hendaklah seorang anak berusaha semaksimal mungkin untuk berbakti kepada orangtuanya. Karena sungguh merugi mereka yang masih mendapati orangtuanya hidup, tetapi tidak masuk surga dengan sebab orangtuanya. Rasulullah bersabda:
« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »
“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±130an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Alfian Abu Syafiq bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Tinggalkan Balasan