Kajian Parenting Bulan Oktober 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog dengan tema “Mendidik Interaksi Sosial Pada Anak” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.

Sebagai orangtua, hendaklah memperhatikan setiap sisi perkembangan anak. Bukan hanya kepintaran, tetapi hal hal lainnya juga harus diperhatikan. Bagaimana emosional nya, bagaimana sosialnya, bagaimana pola hidupnya, hendaklah diperhatikan. Sehingga segala aspek perkembangan anak itu menjadi baik. Jangan sampai anak itu pintar, tetapi menjadi penyendiri, sulit bergaul.

Bukankah Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”

Lantas, bagaimana cara mendidik Interaksi sosial yang baik pada anak?

Dalam sebuah hadits dari Sahabat Anas bin Malik. Bahwasanya tatkala ia melewati seorang anak kecil, ia mengucapkan salam kepada anak tersebut, kemudian beliau berkata:

كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَفْعَلُهُ

“Nabi Shalallahu alaihi wasallam melakukannya.”

Maka inilah langkah pertama, yaitu menstimulasi anak untuk terbiasa mengucapkan salam. Kita memulai dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, sehingga anak terbiasa merespon salam dan sapaan tersebut.

Kedua: Mengajak anak-anak kita untuk berinteraksi di komunitas orang tua. Sehingga anak akan melihat, bagaimana orang tuanya berinteraksi. Kemudian ia mempelajari bagaimana cara berinteraksi. Maka sebagai orangtua hendaklah memberi contoh yang baik.

Ketiga: Melatih anak-anak untuk menjadi utusan kita dalam melaksanakan suatu kebutuhan. Bukan berarti orangtua tersebut malas, akan tetapi melatih anak tersebut untuk berani dan bertanggungjawab.

Keempat: Memberitahu dan membiasakan anak untuk memulai sapaan dengan mengucapkan salam terlebih dahulu.

Kelima: Hendaklah mengunjungi anak ketika sakit, doakan ia dan lebih utama berikanlah sesuatu. Karena anak akan merasakan rasa nyaman, rasa senang tatkala dikunjungi. Sehingga hal ini membangun empati dari anak agar tatkala temannya sakit, ia berinisiatif untuk mengunjungi nya, mendoakannya. Karena ia dilatih untuk merasakan perasaan orang lain.

Keenam: Mencarikan sahabat yang baik untuk anak-anaknya. Bagaimana caranya?
Ada 3 cara:

  1. Kita harus mencarikan lingkungan yang baik.
  2. Mencarikan lingkungan sekolah yang baik untuk anak.
  3. Kalau memang tidak bisa mencarikan lingkungan yang baik, hendaklah menciptakan lingkungan yang baik.

Ketujuh: Melatih anak-anak berinteraksi sosial dalam kegiatan ekonomi. Latih mereka untuk berjualan beli. Bukan untuk mencari uang, tetapi supaya mereka paham bagaimana jual beli yang baik, jual beli yang jujur. Ajarkan mereka adab berjualan yang baik, larangan dusta dan menipu tatkala berjualan.

Kedelapan: Mengajak anak-anak untuk menghadiri perayaan yang disyariatkan. Seperti Idul Fitri, Walimah. Sehingga mereka tau bagaimana kaum muslimin berinteraksi. Ajarkan kepada mereka bagaimana berinteraksi dalam lingkungan yang banyak manusia di dalamnya.

Kesembilan: Menginapkan anak di kerabat yang shalih keluarganya. Supaya anak belajar, bagaimana kehidupan islami di keluarga itu.

Berikut adalah rekaman kajian Parenting Bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *