Kajian Bulan Februari 2025 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhtadi Hafidzahullah, dengan tema “Taqwa Jalan Menuju Keselamatan“.

Tema ini diambil dari hadits Arbain ke 18, dari Sahabat Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal, Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Hadits Ke-18

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan haditsnya itu hasan dalam sebagian naskah disebutkan bahwa hadits ini hasan shahih) [HR. Tirmidzi, no. 1987 dan Ahmad, 5:153. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan]

Dalam hadits ini terkandung 3 pembahasan:

  1. Perintah untuk bertaqwa kepada Allah dimana saja
  2. Perintah untuk mengikutkan keburukan dengan Kebaikan
  3. Perintah untuk berakhlak yang baik

Apa itu taqwa?
Taqwa artinya menjaga diri dari sesuatu. Seperti seorang prajurit yang memakai tameng untuk melindungi diri dari serangan musuh. Jadi Taqwa itu kita melindungi diri kita dari adzab Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan.

Taqwa itu memiliki permulaan, yaitu Iman. Taqwa juga memiliki Buah, yaitu Harapan atas Pahala dari Allah. Jadi setiap Amal yang tidak didasari keimanan maka tidak akan mendapatkan Pahala dari Allah.

Wasiat Taqwa adalah wasiat yang paling Agung. Allah perintahkan kepada seluruh manusia tanpa terkecuali, kemudian Allah perintahkan kepada Hamba-Nya yang khusus yaitu orang yang beriman, Allah perintahkan pula kepada Para Nabi-Nya.

Maka hendaklah kita selalu meminta ketaqwaan kepada Allah, diantara nya dengan membaca doa:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

“Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.” Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Kapan kita harus bertaqwa?
Kapan saja, dan dimana saja. Baik sendiri, maupun di keramaian. Berapa banyak orang yang terlihat Sholeh di keramaian, tetapi hilang malunya di kesendiriannya. Terlebih di zaman sekarang ini.

Lantas bagaimana cara kita menjadi Hamba yang bertaqwa?

  1. Senantiasa menambah Ilmu
  2. Senantiasa menaati perintah dan menjauhi larangan Allah
  3. Bergaul dengan Orang-orang Sholeh
  4. Senantiasa merasa diawasi Allah

Lantas, apa ciri Orang yang bertaqwa?
Allah sebutkan dalam QS. Ali Imran: 133-134
Allah Ta’ala berfirman :

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).

Ciri-ciri orang yang bertaqwa:

  1. Orang yang senantiasa berinfak dikala lapang ataupun sempit
  2. Orang yang sanggup menahan amarah bahkan memaafkan kesalahan orang yang menzholiminya
  3. Orang yang jika berbuat kesalahan langsung bertaubat kepada Allah

Maka balasannya dari Allah adalah apa yang Allah sebutkan dalam Ayat berikutnya

اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ

Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal saleh).

Berikut adalah rekaman kajian Parenting Bersama Ustadz Muhtadi Hafidzahullah

Tinggalkan Balasan