
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz M Yuda Pratama Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Ramadhan yang selalu kurindukan”.

Ramadhan merupakan bulan yang selalu dirindukan oleh orang-orang beriman, baik di zaman dahulu maupun sekarang. Bukan tanpa alasan, ramadhan memiliki begitu banyak keistimewaan yang membuatnya selalu dirindukan orang-orang beriman. Bahkan dahulu para salaf senantiasa berdoa untuk dipertemukan dengan bulan ramadhan.
Tapi mengapa kita merindukan ramadhan? Apa sebenarnya alasan orang-orang shalih senantiasa merindukan bulan ramadhan?
Banyak alasan kenapa kita harus merindukan ramadhan, diantaranya:
- Ramadhan adalah bulan ampunan
Begitu banyak ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam bulan ramadhan. Setiap amalan yang dilakukan, maksiat yang ditinggalkan, mendatangkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih dari bulan-bulan lain. Banyak hadits yang menyebutkan tentang banyaknya ampunan Allah didalam bulan ramadhan, diantara nya hadits yang paling sering kita dengar adalah sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa Sallam:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.
- Ramadhan adalah bulan dimana amalan dilipatgandakan, terlebih lagi ibadah puasa
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271)
- Ramadhan adalah sekolah ketakwaan
Ramadhan merupakan sarana terbaik bagi kita untuk belajar menjadi orang yang bertakwa. Mengapa? Didalam bulan ramadhan Allah Subhanahu wa Ta’ala membelenggu para syaitan, dalam bulan ramadhan kita melatih keikhlasan dengan puasa yang mana hanya kita dan Allah yang tahu, dalam bulan ramadhan kita semakin termotivasi untuk mengerjakan shalat berjamaah, menunaikan zakat fitrah. Masih banyak lagi amalan yang mengantarkan kita kepada derajat Taqwa.
- Ramadhan membuat kita diberikan Taufiq untuk memaksimalkan waktu
Ketika kita merindukan ramadhan, kita akan semaksimal mungkin memanfaatkan waktu kita di bulan ramadhan. Maka Allah akan memberikan kita Taufiq untuk memaksimalkan waktu di bulan ramadhan, fokus untuk beribadah kepada Allah, mendekatkan diri kita kepada Allah.
- Bisa jadi ini adalah ramadhan terakhir kita
Siapa diantara kita yang bisa menjamin diri kita untuk bertemu ramadhan yang berikutnya? Tidak ada yang bisa menjamin dirinya bertemu bulan ramadhan. Dalam sebuah syair disebutkan:
وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُولُ عُمْرِهِمْ.. وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَرْوَاحُهُمْ ظُلْمَةَ القَبْرِ
“dan betapa banyak anak-anak kecil yg diharapkan panjang umurnya, ternyata ruhnya dicabut, lalu masuk kedalam gelapnya kubur”
Maka hendaklah kita maksimalkan bulan ramadhan ini, karena kita tidak pernah tau apakah kita bisa bertemu dengan ramadhan berikutnya.
Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±100an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz M Yuda Pratama bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.
