Arsip Penulis: Haris

Kajian Bulan Oktober 2023 Karyawan LBE

Karakter Penghuni Surga

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh…
Kita semua pasti bercita-cita ingin masuk surga, bukan hanya orang-orang sholih saja.Bahkan para nabi juga demikian sebagaimana do’a nabi Ibrohim alaihisaalam yg Allah تعالى abadikan dalam Al Quran :

وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ

Artinya: ”Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (Q.S as syuara 85)
Begitupula dengan Nabi kita Muhammad صل الله عليه dalam banyak do’anya meminta surga :
اللهم إني أسألك الجنة

Artinya : “Ya allah sesungguhnya aku memohon surga”
Nabi Muhammad juga menganjurkan kepada kita untuk meminta surga yg paling tinggi sebagaimana sabdanya :

فإذا سألتم الله فاسألواه الفردوس فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة

Artinya : “Apabila km meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus, karena ia termasuk surga paling tengah Dan paling tinggi”
Kerinduan seorang mukminn dengan surga adalah tabiat dalam kehidupan dunia ini.Oleh Karen itu, Allah menjadikan kehidupan dunia terkontamisi degan rasa sedih,kecewa,galau, khawatir dll.Sejak Allah turunkan nenek moyang kita Nabi Adam dan Siti Hawa dari surga Allah berfirman :

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (۱۱۷)
“Kemudian kami berfirman,”Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka” (Q.s taha 117)

Ini berarti dahulu tatkala nabi Adam dan Siti Hawa masih di surga diliputi degan kenikmatan yg luar biasa sebagaimana firaman Allah تعالى :

إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى (۱۱۸) وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى (۱۱۹)
“Sungguh ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak kelaparan dan tidak akan telanjang. Dan sungguh di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas maThahari”(Qs.taha 118-119)

Intinya di surga kemana mata memandang itu kita akan melihat kenikmatan demi kenikmatan, Allah berfirman :

وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
Artinya: ”Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”.(Q.s Al insan 20)

Lantas bagaimna kriteria penghuni surga yg dijanjikan oleh Allah? kita akan membahsanya sesuai dengan firaman Allah dalam surah Ali Imran ayat 133-136 Allah berfirman :

۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135)أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)

Artinya: ‘‘Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.(133) yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.(134) Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzalimi diri sendiri, ia segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.(135) Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal”. (136)

Pada ayat pertama Allah mengatakan ” و سارعوا” yakni ” bersegeralah” pada surah yang lain Allah juga mengatakan “وسابقوا” “berlombalah” Dan Allah juga mengatakan “وفى ذالك فليتنافس المتنافسون” “Dan dalam (nikmat surga) tersebut hendaknya kalian bersainglah”.Ini menunjukkan bahwa Allah menyuruh kita agar tidak menunda” kebaikan bahkan ada sebagian ulama yg mengatakan bahwa barangsiapa yg menunda-nunda taubat apabila mengerjkan dosa Maka akan ada dosa tersendiri .Dan surga yangg luasnya seluas langit dan bumi , ada ulama yg mengatakan apabila ada “عرض/lebar” pasti ada ” طول/panjang ” ini menunjukkan luasnya surga Allah . “Dipersiapkan bagi orang-orang yg bertaqwa” ini meruapakan dalil bahwasanya surga itu telah ada berbeda dengan pendapat muktazilah yg mengatakan bahwa surga itu blm ada.

Dalam ayat ke 134-135 Allah sebutkan KARAKTER PENGHUNI SURGA :

1.Orang yg senantiasa menginfakkan haratanya baik dalam keadaan susah maupun senang.

Ayat diatas menunjukkan ada beberapa model orang ketika berinfak Berinfak waktu senang dan tdk berinfaq waktu susah, ini banyak Tdk berinfaq waktu senang apalagi waktu susah, dan ini lebih banyak lagi_Tdk berinfaq baik waktu senang maupun susah Ketiga model diatas bukanlah yg dimaksd ayat tersebut melainkan orang-orang yg senantiasa berinfaq waktu susah Dan senang inilah yg dimaksd ayat tersebut.

2.Orang-orang yg menahan diri dari amarah. Dalam sebuah tafsir dikatakan الكظم : شد فم القربة عند امتلائها Al kazm : “menutup mulut qirbah ( tempat minum yg terbuat dari kulit hewan) tatkala ia penuh”Dan Al bagawi dalam tafsirnya juga mengatalan :حبس الشيء عند امتلائها”Yakni mengikat sesuatu tatkala penuh”Dan yg dimaksd dlm ayat “kaziminal ghoiz adalah Menahan diri dari amarah tatkala amarah tersebut udah meluap padahl dia bisa saja melampiaskanya .Inilah yg dimaksd dlm ayat tersebut dan Allah mengunakan ism fail yg berarti Hal tersebut dilalukan secara terus menerus dan kokoh.

3.Senantiasa memaafkan orang lain Ada sebuah kisah Dari pemuda ansor yg dijuluki penghuni surga oleh Rasullullah.Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang kemudian diterjemahkan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin Jilid 7. Saat itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam tengah duduk-duduk di Masjid Nabawi dengan para sahabat rasul lainnya, termasuk Abdullah bin Amr bin Ash.Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun bersabda, “Akan muncul sekarang ini seorang penghuni surga lewat di jalan ini.”Semua mata pun tertuju pada pintu masjid dan pikiran para sahabat membayangkan sosok yang luar biasa. Lalu, muncullah seorang lelaki dari kaum Anshar yang melewati jalan tersebut. Ia lewat dengan wajah yang basah akibat air wudhu. Apakah keistimewaan dari seseorang tersebut yang mendapat jaminan surga? Namun, tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat itu melontarkannya pada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Keesokan harinya, peristiwa serupa terulang lagi. Rasulullah menyebut ada sosok penghuni surga yang akan melewati jalanan di dekat mereka. Dan lagi-lagi, lelaki dari kaum Anshar itu pun muncul.

Peristiwa serupa terus berulang hingga ketiga kalinya. Putra gubernur muslim pertama di Mesir, Abdullah bin Amr bin Ash pun tidak tahan lagi dan ia pun memilih untuk mencari tahu rahasia amalan yang dilakukan oleh lelaki Anshar tersebut hingga sampai tiga kali Rasulullah menyebutnya sebagai penghuni surga.

Abdullah bin Amr bin Ash pun berpura-pura bertengkar dengan ayahnya. Setelahnya, ia meminta izin untuk tinggal selama beberapa hari di rumah lelaki Anshar tersebut.

Singkat cerita, Abdullah bin Amr bin Ash mencoba memerhatikan keseharian lelaki Anshar itu untuk mengetahui amal sholeh yang ia lakukan. Namun, Amr bin Ash tidak menemukan suatu amalan luar biasa yang dilakukannya.

Laki-laki Anshar itu tidak mengamalkan sholat malam dengan jumlah rakaat banyak di sepertiga malam. Ataupun, lelaki itu bangun tepat menjelang Subuh sehingga tidak banyak amalan sholat malam yang dilakukannya.

Hingga di penghujung hari ketiga tidak menemukan apapun, Abdullah bin Amr bin Ash pun hendak berterus terang pada lelaki itu dan berniat untuk menanyakannya langsung. Abdullah bin Amr bin Ash pun berkata:”Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tidak saling menyapa antara aku dan ayahku. Aku sengaja menginap di rumahmu karena mendengar Rasul berkata tentang dirimu sebanyak tiga kali bahwa engkau adalah laki-laki penghuni surga. Maka, aku pun ingin bersamamu agar bisa melihat bagaimana amalanmu hingga engkau dikatakan sebagai laki-laki penghuni surga. Kalau aku sudah tahu, nanti aku akan menirumu. Tetapi, engkau ternyata tidak terlalu banyak beramal. Amalan apakah yang membuat ia mendapat kedudukan yang mulia itu (ahli surga)?”

Lelaki Anshar itu pun menjawab bahwa ia tidak memiliki amalan kecuali yang telah dilihat langsung oleh Abdullah bin Amr bin Ash. Kemudian ia berkata lagi, “Aku tidak pernah dengki kepada kaum muslim karena kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepadanya.”

Mendengar hal itu, Abdullah bin Amr bin Ash tertegun dan berkata, “Itulah amalan yang telah menyampaikanmu pada derajat yang paling tinggi, sungguh berat kami lakukan.
4.Orang yg melalukan perbuatan keji atau menzolomi dirinya kemudian ia ingat kepada Allah dan memohon ampun kepadanya .
Inilah 4 KARAKTER PENGHUNI SURGA yg Allah beritakan kepada kita semoga kita termasuk dari golongan tersebut,
Aamiin allahumma aamiin..
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

ASM Bulan September Bersama Kak Ihan

ASM September Bersama Kak Ihan

Alhamdulillah Kegiatan ASM kita kali ini dibersamai oleh kak Ihan, di kesempatan kali ini kak Ihan di awal-awal menyampaikan motivasi untuk semangat mengaji dan juga menyampaikan ttg sholawat Nabi agar kelak bisa mendapatkan syafaat dari Nabi, kemudian kak Ihan membawakan cerita seorang anak yang terkena sakit mata yang parah karena terlalu sering menggunakan Hp, Kak Ihan juga memberikan beberapa tips untuk ibu-ibu yang kebetulan hadir di kesempatan kali ini tentang bagaimana cara agar anak bisa terbatasi dalam bermain HP.

Kegiatan ASM kali ini dihadiri oleh anak- anak juga Ibu wali santri TPQ Masjid Baiturrahman ± berjumlah 150an peserta.

Kajian Bulan September 2023 Karyawan LBE

Tema : Hikmah Kisah Juraij Sang Ahli Ibadah

Kisah ini dikenal dengan kisah Juraij. Di dalamnya dikisahkan anak yang tidak mau mendengar panggilan orang tua padahal ia sedang shalat sunnah. Dan disebutkan mengenai bayi yang bisa berbicara saat dalam momongan. Dari Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij” Lalu ada yang bertanya,”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?” Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.” Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?” Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku si penggembala sapi.”Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunlah seperti sedia kala.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.”(Disebutkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]

Pelajaran dari Kisah Juraij

1- Hadits ini menunjukkan keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij seorang alim (yang berilmu), maka tentu ia akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat.

2- Seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Karena jika ia sampai membuat orang tua marah dan orang tua mendoakan jelek, maka itu adalah do’a yang mudah diijabahi. Ia tahu akan hal itu, sehingga membuatnya tersenyum.

3- Bukti do’a jelek dari ibu terkabul karena Juraij akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana do’a ibunya.

4- Berbakti pada orang tua adalah akhlak mulia, lebih-lebih bakti pada ibu.

5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi masalah yaitu harus yakin akan pertolongan Allah.

6- Zuhudnya Juraij karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak.

7- Ketika musibah menimpa, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan do’a jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.

8- Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.

9- Do’a ibu Juraij tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan Juraij terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya do’akan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.

10- Tawakkal dan keyakinan yang tinggi pada Allah akan membuat seseorang keluar dari musibah.

11- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting, maka dahulukan perkara yang paling penting. Seperti ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.

12- Allah selalu memberikan jalan keluar (jalan kemudahan) bagi para wali-Nya dalam kesulitan mereka.

13- Hadits ini menunjukkan adanya karomah wali, berbeda halnya dengan Mu’tazilah yang menolak adanya karomah tersebut.

Hanya Allah yang memberi taufik pada ilmu dan amal.

BEASISWA MURID BERPRESTASI DI DESA SALIRA

SERANG – PT Lestari Banten Energi (PT LBE) kembali berkontribusi mendukung perkembangan dunia pendidikan dengan memberikan Program Beasiswa Tahunan periode 2023 untuk murid berprestasi dari sekolah-sekolah yang ada di Desa Salira. Beasiswa diberikan kepada 30 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 120 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 144 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). Sehingga dengan penganugerahan ini, sejak 2018 PT LBE telah memberikan beasiswa kepada 294 siswa per tahunnya.


PT Lestari Banten Energi, melalui program ini berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi di lingkungan di mana PT LBE beroperasi untuk  memotivasi mereka ke  masa depan yang lebih baik.
Menurut HR Manager, Aris Sarwoko, program beasiswa ini merupakan komitmen jangka panjang PT Lestari Banten Energi untuk terus mendukung program pendidikan di Indonesia, khususnya kepada siswa berprestasi di sekitar PT LBE.
Seremoni penyerahan beasiswa berlangsung pada Senin, 31 Juli 2023, di Masjid Baiturrahman, Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten. Beasiswa  secara resmi diserahkan oleh Aris Sarwoko dan Trisnawati Sovitia Putri sebagai Corporate Social Sesponsibility (CSR) committee.


Adapun  penerima  beasiswa tersebut berasal dari 6 sekolah yang ada di Desa Salira. Di antaranya SMP Negeri 1 Puloampel, SD Negeri Salira, SD Negeri Sumurlubang, MDTA Salira, MDTA Sumurlubang dan MDTA Ash-Shohaabah. Dari masing-masing sekolah, ada 24 sampai 60 penerima beasiswa yang tersebar di setiap kelas.

Kajian dan BUKBER Puasa Asyura di Masjid Baiturrahman

Kajian dan BUKBER Puasa Asyura di Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah hari ini hari Jum’at tanggal 10 Muharram 1445H atau bertepatan dengan tanggal 28 Juli 2023 DKM Masjid Baiturrahman telah menyelenggarakan acara kajian dan BUKBER Puasa Asyura bersama anak-anak ngaji TPQ di desa Salira.

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan / menghidupkan amalan Sunnah puasa Asyura di kalangan anak-anak desa Salira. Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

Hadist inilah yang menjadikan motivasi kita untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

Sebelum Kajian dimulai ada Kak Elis dari KKN UNIBA yang menyampaikan Sambutan dan sedikit motivasi anak-anak agar terus meningkat semangat dalam belajar dan menggapai mimpi.

Dalam acara ini, narasumber yang dihadirkan adalah Ustadz Nazarudin dari Cilegon, beliau menyampaikan tema Meneladani para sahabat Nabi yang Mulia kepada para santri-santri TPQ, anak-anak tampak antusias menyimak kajian ini, tak lupa di sela-sela kajian kita adakan Doorprize yang menarik sehingga anak-anak semakin semangat menyimak dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari narasumber.

Acara ini dimulai Jam 17.00 WIB sampai menjelang adzan Maghrib, setelah acara kajian selanjutnya anak-anak kita persilahkan untuk berbuka puasa bersama di teras masjid, kemudian setelah selesai berbuka puasa anak-anak berlanjut untuk sholat berjamaah di Masjid.

Bu Atikah, salah satu pengajar di TPQ Masjid Baiturrahman menyampaikan harapannya kedepan acara ini terus diadakan karena bisa memilik dampak positif dan membuat anak² semakin semangat untuk mengamalkan Ibadah-ibadah Sunnah, dan semoga di bulan Ramadhan nanti anak-anak sudah terbiasa melakukan ibadah puasa.

Acara “Kajian dan Bukber” di Masjid Baiturrahman ini diharapkan menjadi momen yang inspiratif dan bermanfaat bagi para santri secara khusus dan secara umum bagi masyarakat desa Salira. Dengan adanya kegiatan ini, kita terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan agama yang berkualitas untuk generasi muda, agar mereka dapat menjadi penerus yang baik dalam memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits sesuai yang di ajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Buka Puasa Arofah Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Hari ini hari Rabu, 09 Dzulhijjah 1444H, atau bertepatan dengan tanggal 28 Juni 2023M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa Arofah bersama di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang”(HR.Muslim)

Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Arofah tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

I’tikaf Ramadhan 1444H / 2023M

Bismillah walhamdulillah
Kita bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Allah ﷻ atas karunia-Nya yang banyak sehingga kita bisa berjumpa dengan bulan mulia ini, dan juga atas taufiq-Nya kita dapat melaksakan ibadah-ibadah & amal shalih di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Alhamdulillah dengan rahmatNya kita berada di akhir bulan Ramadhan. Alhamdulillah DKM Baiturrahman telah membuka kesempatan untuk kaum muslimin yang ingin memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan Progam I’tikaf di Masjid Baiturrahman, dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung berlangsungnya i’tikaf seperti; lemari untuk barang-barang peserta i’tikaf, ifthor/takjil buka puasa bersama, dan menu buka serta sahurnya. Kami sampaikan Jazakumullahu khairan kepada para muhsinin/donatur yang telah memberikan sedekahnya demi terlaksananya kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadhan dengan baik.

Semoga Allah ﷻ menerima amal-amal shalih dan ibadah para peserta i’tikaf, jama’ah masjid Baiturrahman, serta seluruh kaum muslimin selama bulan Ramadhan ini. Dan semoga Allah ﷻ memberikan kita semua keistiqomahan dalam ketaatan kepada-Nya.
Walhamdulillah

Pesantren Kilat Ramadhan 1444 H / 2023 M

MUQODDIMAH
Alhamdulillah dengan rahmat dan taufiq dari Allah kita berjumpa dengan bulan mulia yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan bulan ampunan.

Rasulullah pernah bersabda, yang artinya; “Sebaik² kalian adalah yang mau belajar Alquran dan mengajarkannya”. Dan bulan Ramadhan adalah bulan mulia bulan yang terbaik.

Maka kita semua berusaha melakukan hal yang terbaik dalam momentum yang terbaik ini.

PROGAM/KEGIATAN
DKM & TPQ Masjid Baiturraham mengadakan progam yang insyaAllah bermanfaat dalam bulan Ramadhan ini; SANLAT (Pesantren Kilat), mengajak anak-anak/santri-santriwati untuk mengisi momentum Ramadhan ini dengan hal-hal yang bermanfaat.

JUMLAH PESERTA & PEMBAGIAN KELOMPOK
Alhamdulillah sekitar 80an santri/-wati yang berpartisipasi dalam progam ini. Dibagi menjadi 2 gelombang/kelompok; kelompok anak-anak & remaja.

Gelombang pertama adalah kelompok anak-anak yang terdiri dari kelas 3 sampai 5, progam SANLAT untuk kelompok ini pada tgl 5 – 10 Ramadhan. Sedangkan gelombang ke-2 kelompok remaja yang terdiri dari kelas 6 hingga kelas SMP bahkan SMA, untuk kelompok remaja kegiatan pada tgl 12 – 17 Ramadhan.

KEGIATAN
Kegiatan pada SANLAT ini ialah sebagai berikut;
Santri/-wati dalam sepekan hadir sebelum / waktu ashar dan kegiatan selesai setelah waktu maghrib (pulang).

-Setelah sholat ashar berjama’ah santri/-wati belajar mengaji (membaca iqro’ atau Alquran) sesuai tingkatan masing² anak.
-Kemudian ada tugas menulis & menghafal surah² pendek Alquran (santri/-wati diberikan tugas menulis surah pendek beserta artinya kemudian menghafalnya dan disetorkan hafalan tersebut ke ustadz/pembimbing).
-Lalu sesi ke-3 ialah; belajar & menghafal Dzikir Pagi-Petang.
-Berikutnya adalah ta’lim/kajian menjelang berbuka disertai kuis-kuis berhadiah.
-Setelah itu berbuka puasa bersama, dan kegiatan SANLAT diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah.

Semoga kegiatan/progam ini bermanfaat bagi siapa saja yang berpartisipasi dan mensupport untuk berlangsungnya kegiatan. Semoga Allah ‘azza wa jalla menerima amal ibadah kita semua di bulan Ramadhan ini, dan menjadikan kita semua hamba-hamba yang menang dan diridhoi.

Walhamdulillah.

ASM Februari/ Kajian Bulanan Bersama Ustadz Khoirul Anam

Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH atas nikmat iman, aman & sehat. Sehingga sampai detik ini kita masik Allah berikan kesempatan untuk memuji dan beribadah kepadaNya.

Tak terasa kita telah memasuki awal bulan Sya’ban yang berarti dalam waktu beberapa pekan ke depan kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah yang senantiasa dinanti² kaum muslimin, tentu kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan yg mulia ini.

Pada kegiatan ASM di akhir Februari ini atau bertepatan 5 Sya’ban, kita memilih tema “Rindu Ramadhan” agar tujuannya memberikan semangat kepada santri-santri, dan mengajak mereka untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.Alhamdulillah kegiatan ASM kali ini berjalan lancar, dan santri-santri sangat antusias mengikuti kegiatan. Semoga santri-santri dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah sehingga bisa menyambut bulan suci Ramadhan dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah-ibadah yang maksimal.