Arsip Penulis: Haris

Kajian Bulan April 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Menanamkan Aqidah yang Benar pada Anak“.

Di dalam hal membina Aqidah, kita harus mengetahui apa itu Aqidah yang benar, karena ini adalah hal yang paling penting, Ini sangat mempengaruhi pola seseorang dalam berfikir. Oleh karena itu, Aqidah yang benar harus menjadi hal yang paling awal diajarkan kepada anak-anak kita.

Maka apa saja yang harus kita tanamkan dalam hal mendidik Aqidah anak-anak kita? Ada 5 Asas yang harus kita tanamkan:

  1. Kita mentalqin (Mendiktekan) kalimat Tauhid kepada anak kita.

Walaupun mereka belum paham, akan tetapi harus kita tanamkan karena ini akan masuk kedalam Alam Bawah sadar mereka. Nabi bersabda:

ما مِن مَوْلُودٍ إلَّا يُولَدُ علَى الفِطْرَةِ، فأبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أوْ يُنَصِّرَانِهِ، أوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Tidak ada seorang bayipun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fitrahnya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi.“

Para Ulama menjelaskan bahwa anak ketika lahir berasa dalam keadaan yakin bahwa Allah lah pencipta nya, dan dalam keadaan islam. Maka hendaklah ketika anak itu lahir dan bertumbuh kita selalu biasakan mereka untuk mendengarkan Kalimat Tauhid, Ayat-ayat Allah.

  1. Menanamkan rasa cinta, muraqabah, keimanan untuk meminta hanya kepada Allah, dan menanamkan keimanan kepada Takdir Allah.

Ibnul Qayyim berkata:

“Rasa cinta itu tumbuh karena 2 hal: Keindahan dan juga kebaikan.”

Tanamkan Rasa cinta kecintaan kepada Allah dengan menunjukkan ke Maha Indahan Allah. Kemudian tanamkan kecintaan kepada Allah dengan menunjukkan berapa baiknya Allah kepada kita. Kemudian tanamkan rasa Muraqabah, tanamkan bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah. Allah berfirman:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ

“Dia bersamamu di mana saja kamu berada.“

Dan juga harus kita tanamkan ketika mereka meminta hanya kepada Allah. Rasulullah bersabda kepada Ibnu ‘Abbas:

إذا سألت فاسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله

“Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah.“

  1. Menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau.

Karena Islam berpatokan kepada 2 hal. Yaitu syahadat kepada Allah dan juga syahadat kepada Rasulullah, ini adalah kedua hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka setelah kita menanamkan siapa itu Allah, kita harus menanamkan siapa itu utusan Allah, jelaskan kepada anak-anak kita bagaimana Akhlak Nabi, bagaimana kemuliaan Nabi Muhammad. Sehingga tumbuh cinta anak-anak kita kepada nya. Kita tunjukkan berapa cintanya Nabi kepada Ummatnya. Rasulullah bersabda:

كل أمتي يدخل الجنة إلا من أبى! قيل: ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan? Beliau menjawab: Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang membangkang kepadaku berarti ia enggan.“

Kemudian ajarkan juga tentang keluarga nabi, ajarkan tentang bagaimana mereka siap mengorbankan jiwa dan harta mereka membantu Rasulullah agar Agama islam ini tersebar, agar Ummat ini masuk kedalam surga Allah.

  1. Mengajarkan anak kita Al-Qur’an.

Setelah mengajarkan anak-anak kita kecintaan kepada Allah, kepada Rasulullah, ajarkan anak-anak kita menghafal Al-Qur’an, jika belum bisa membaca perdengarkan lah Al-Qur’an, jika sudah bisa membaca ajarkan membaca Al-Qur’an dengan benar. Kemudian bagaimana mentadabburi Al-Qur’an.

  1. Mendidik mereka agar anak-anak kokoh dalam memegang Aqidah.

Tunjukkan kepada anak-anak kita dampak langsung dari memiliki Aqidah yang benar, dan akibat buruk dari Aqidah yang salah. Tunjukkan mereka bahaya kesyirikan, besarnya dosa kesyirikan. Latihlah mereka untuk bergantung dengan Aqidahnya. ketika sakit beritahu anak kita bahwa ini adalah Takdir Allah. Sehingga mereka semakin yakin dengan apa yang sudah diajarkan dalam poin-poin sebelumnya.

I’tikaf Ramadhan 1445 H /2024M | Masjid Baiturrahman LBE Salira

Bismillah walhamdulillah
Kita bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Allah ﷻ atas karunia-Nya yang banyak sehingga kita bisa berjumpa dengan bulan mulia ini, dan juga atas taufiq-Nya kita dapat melaksakan ibadah-ibadah & amal shalih di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Alhamdulillah DKM Baiturrahman pada kesempatan kali ini kembali membuka kesempatan untuk kaum muslimin yang ingin memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan Progam I’tikaf di Masjid Baiturrahman, dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung berlangsungnya i’tikaf seperti; lemari untuk barang-barang peserta i’tikaf, ifthor/takjil buka puasa bersama, dan menu buka serta sahurnya.

Kegiatan Dimulai pada 20 Ramadhan 1445 H. Kami menyambut kedatangan Peserta I’tikaf dan kemudian dilanjutkan dengan Briefing mengenai kegiatan I’tikaf setelah Shalat Tarawih. Kegiatan I’tikaf terdiri dari Kegiatan Pribadi seperti Qiyamul Lail, Tilawah Al-Qur’an dsb. Kami juga Menyiapkan beberapa Program yaitu: Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an, Kajian Subuh dan Menjelang berbuka Setiap Harinya dengan Mengundang Asatidzah Lokal dan Luar Daerah.

Kami sampaikan Jazakumullahu khairan kepada para muhsinin/donatur yang telah memberikan sedekahnya demi terlaksananya kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadhan dengan baik. Semoga ALLAH ﷻ senantiasa memberikan keberkahan dan memudahkan segala urusan kita semua.

••••

DKM Masjid Baiturrahman LBE

Pesantren Kilat Ramadhan 1445 H / 2024 M

Alhamdulillah dengan rahmat dan taufiq dari Allah kita berjumpa dengan bulan mulia yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan bulan ampunan.

Rasulullah pernah bersabda, yang artinya; “Sebaik² kalian adalah yang mau belajar Alquran dan mengajarkannya”. Dan bulan Ramadhan adalah bulan mulia bulan yang terbaik.

Maka kita semua berusaha melakukan hal yang terbaik dalam momentum yang terbaik ini.

PROGAM/KEGIATAN
DKM & TPQ Masjid Baiturraham mengadakan progam yang insyaAllah bermanfaat dalam bulan Ramadhan ini; SANLAT (Pesantren Kilat), mengajak anak-anak/santri-santriwati untuk mengisi momentum Ramadhan ini dengan hal-hal yang bermanfaat.

JUMLAH PESERTA & PEMBAGIAN KELOMPOK
Alhamdulillah sekitar 80an santri/-wati yang berpartisipasi dalam progam ini. Dibagi menjadi 2 gelombang/kelompok; kelompok anak-anak & remaja.

Gelombang pertama adalah kelompok anak-anak yang terdiri dari kelas 3 sampai 5, progam SANLAT untuk kelompok ini pada tgl 3 – 9 Ramadhan. Sedangkan gelombang ke-2 kelompok remaja yang terdiri dari kelas 6 hingga kelas SMP bahkan SMA, untuk kelompok remaja kegiatan pada tgl 10 – 16 Ramadhan.

KEGIATAN
Kegiatan pada SANLAT ini ialah sebagai berikut;
Santri/-wati dalam sepekan hadir sebelum / waktu ashar dan kegiatan selesai setelah waktu maghrib (pulang).

-Setelah sholat ashar berjama’ah santri/-wati belajar mengaji (membaca iqro’ atau Alquran) sesuai tingkatan masing² anak.
-Kemudian ada tugas menulis & menghafal surah² pendek Alquran (santri/-wati diberikan tugas menulis surah pendek beserta artinya kemudian menghafalnya dan disetorkan hafalan tersebut ke ustadz/pembimbing).
-Lalu sesi ke-3 ialah; belajar & menghafal Hadit-Hadits Pilihan.
-Berikutnya adalah ta’lim/kajian menjelang berbuka disertai kuis-kuis berhadiah.
-Setelah itu berbuka puasa bersama, dan kegiatan SANLAT diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah.

Semoga kegiatan/progam ini bermanfaat bagi siapa saja yang berpartisipasi dan mensupport untuk berlangsungnya kegiatan. Semoga Allah ‘azza wa jalla menerima amal ibadah kita semua di bulan Ramadhan ini, dan menjadikan kita semua hamba-hamba yang menang dan diridhoi.

Walhamdulillah.

Kajian Bulan Maret 2024 | Karyawan LBE

Bekal Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang di tunggu oleh semua Muslim, sebagai seorang mu’min hendaklah kita menyambut Ramadhan kita dengan ilmu. Kenapa? Agar jangan sampai Kita melalui Ramadhan dengan tidak mendapat apa-apa.

Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ

“Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan dari puasanya rasa lapar dan haus saja, dan berapa banyak orang yang melakukan qiyamullail hanya mendapatkan dari qiyamullailnya terjaga (begadang) saja.”

Banyak yang puasa namun masih berdusta, masih menyia-nyiakan waktu nya, Rasulullah bersabda:

مَن لم يَدَعْ قول الزُّور والعملَ به والجهلَ، فليس للهِ حاجةٌ أن يَدَعَ طعامه وشرابه

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dengan makanan dan minuman yang ditinggalkannya (puasa).”

Maka sungguh aneh seorang yang rela meninggalkan hal yang halal demi puasa namun masih mengerjakan yang Haram.

Maka bagaimana agar kita bisa memanfaatkan waktu kita agar bermanfaat selama Bulan Ramadhan? Diantaranya adalah:

  1. Berkhidmah membantu Ibu dan Bapaknya. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan kita untuk berbakti Kepada orangtua kita. Rasulullah bersabda:

رغم أنف، ثم رغم أنف، ثم رغم أنف من أدرك أبويه عند الكبر أحدُهما أو كلاهما فلم يدخل الجنة

“Celakalah seorang hamba, jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, namun keberadaan kedua orang tuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga”

  1. Menghadiri majelis-majelis Ilmu.
    Rasulullah bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

“Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (majelis-majelis) Ilmu. “

  1. Membaca buku-buku Agama atau Majalah Islami.
    Allah berfirman:
    اقرأ وربك الاكرم

“Bacalah, Dan Tuhammu yang Maha Dermawan”

Bacalah, belajarlah Dan Allah yang akan memberikan Ilmu Kepada kita. Karena pintar itu tidak Wajib, yang Wajib adalah belajar.

  1. Mendengarkan kajian sunnah.
  2. Menyendiri Dan menangisi kesalahan.

Karena diantara 7 golongan yang Allah selamatkan pada beratnya hari Kiamat adalah mereka yang menyendiri mengingat Allah hingga menetes Air mata nya.

Kajian Bulan Februari 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Mendidik Anak dengan Seimbang“.

Faktor-faktor yang menjadikan Seorang anak Sholeh bukan hanya sekedar sarana saja, akan tetapi bagaimana sikap seorang ibu, bagaimana Seorang ibu menghiasi dirinya dengan sikap pendidik, sehingga ibu dapat menjadi contoh bagi anaknya.
Setelah seorang ibu melakukan ikhtiar yang maksimal agar menjadi contoh bagi anaknya, maka kemudian hendaklah seorang ibu memikirkan apa saja yang harus ia didik pada anaknya. Sebagai manusia, Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Sebagaimana firman Allah تعالى dalam QS. At-Tin: 4


لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Artinya Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang komplit. Ia memiliki keinginan, memiliki hasrat untuk bergaul, ia memiliki emosi. Disinilah peran seorang Ibu untuk menuntun anaknya menjadi seorang yang bukan hanya cerdas, namun juga menjadi seorang hamba yang dekat dengan Allah.

Maka Faktor-faktor yang harus ditanamkan oleh seorang ibu kepada anaknya agar menjadi seorang yang Shalih dan Shalihah adalah:

  1. Mendidik Aqidah mereka, Keyakinan yang benar, Aqidah yang diajarkan oleh Rasulullah. Jangan sampai kita menanamkan kepada anak kita Keyakinan yang salah, keyakinan yang batil.
  2. Membina Ibadah mereka, Seorang ibu harus mendidik anak-anaknya beribadah yang benar. Bagaimana wudhu yang benar, bagaimana Sholat yang benar, dan ibadah yang lainnya. Sehingga ketika mereka sudah baligh, mereka sudah terbiasa untuk sholat, puasa dan ibadah lain dengan benar.
  3. Mendidik mereka dalam Interaksi sosial. Agar mereka tahu bagaimana sosialisasi yang benar, agar mereka tahu bagaimana bergaul dengan orang yang lebih tua, bagaimana bicara dengan sopan dan santun, dan agar mereka tahu siapa teman yang baik dan teman yang buruk. Rasulullah bersabda:
    الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”.

  1. Menanamkan nilai-nilai Akhlaq. Seorang ibu harus mengajarkan anaknya Akhlaq dan moral. Mereka harus tau mana yang baik dan mana yang buruk. Bagaimana adab ketika bertamu, dan sebagainya.
  2. Membina kehidupan Perasaan dan Emosinya. Mereka belajar tentang kepekaan, bagaimana emosi nya, bagaimana ia memahami emosi dan perasaan orang lain.
  3. Membina intelektualitasnya. Seorang ibu memberikan peluang kepada anaknya untuk berkembang sesuai dengan potensinya.
  4. Membina fisik mereka. Selain Intelektual nya, hendaklah kita melatih fisik anak-anak kita. Supaya mereka kuat, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
  5. Membina pola hidup sehat. Mengajarkan mereka makan yang sehat, minum yang sehat, tidur tepat waktu, dan sebagainya. Sehingga mereka terbiasa dengan pola hidup sehat.
  6. Mendidik mereka sesuai dengan jenis kelamin mereka. Jangan sampai seorang anak terjerumus kepada penyimpangan seksual. Banyak di zaman sekarang perilaku meyimpang, seorang laki-laki berperilaku seperti perempuan dan sebaliknya disebabkan salahnya pola asuh ketika kecil.

Inilah Faktor-faktor yang harus ditanamkan secara seimbang kepada seorang anak, agar mereka tidak hanya pintar juga menjadi hamba yang dekat kepada Allah.

Kajian Bulan Januari 2024 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Khoirul Anam Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Aku Takut Neraka” Alhamdulillah anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Khoirul Anam Hafidzahullah, adapun ringkasan kajian yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:

Seorang ‘ibadurrahman (hamba Allah yang sejati) harus memiliki rasa takut dan khawatir dengan siksa neraka. Dan yang menjadi puncak kebahagiaan seorang mu’min adalah diselamatkan oleh Allah dari neraka dan dimasukkan kedalam surga. Allah Ta’ala berfirman:

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا • إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al-Furqan: 65-66)

Beruntunglah orang-orang yang di dunia mereka berpuasa, baik puasa yang wajib maupun Sunnah. Karena sehari ia berpuasa, Wajahnya akan dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka sejauh 70 tahun.

Allah Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Jika kita takut akan Adzab Neraka, Hendaklah kita menjaga shalat kita, jangan pernah meninggalkan Shalat. Kemudian hendaklah kita berbakti kepada orangtua. Allah Ta’ala dalam banyak Ayat selalu menggabungkan Tauhid kepadaNya dengan berbakti kepada Orangtua, diantaranya Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua” (An-Nisa: 36)Diantara nama-nama Neraka yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:

1. Neraka Jahim Allah Menyebutkannya dalam banyak ayat, diantaranya: وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغٰوِيْنَ “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”

2. Neraka Jahannam Jahannam adalah neraka secara umum, Ia memiliki 7 pintu. Diantara Firman Allah yang menyebutkan tentang Jahannam:وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ ٠ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka” (QS. Al-Hijr: 43-44).

3. Neraka Ladza Allah Ta’ala berfirman:فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ • لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى “Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka.” (Al-Lail: 14-15)

4. Neraka Sa’iir Allah Ta’ala berfirman: اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِSesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka, perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala). (QS. Fathir: 6).

5. Neraka Saqar Allah secara khusus menyediakan neraka Saqar bagi mereka yang sengaja tidak shalat selama di dunia, Allah Ta’ala berfirman: مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ • قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ”Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka) Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. Al-Muddatsir: 42-43)

6. Neraka Huthamah Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Humazah: وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ • نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ”Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan”

7. Neraka Hawiyah Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Qari’ah:وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ • فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ • وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ • نَارٌ حَامِيَةٌ “Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?(Yaitu) api yang sangat panas.”

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±130an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Khoirul Anam bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan Desember 2023 | Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Merindukan Anak yang Shalih

Kita pasti ingin memiliki anak yang Sholeh dan Sholihah, akan tetapi hal ini tidak lah semudah yang dibayangkan. Begitu banyak di zaman ini orangtua mengharapkan anak yang shalih dan shalihah, akan tetapi mereka tidak mencerminkan keshalihan. Banyak do’a yang telah dicontohkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Di antaranya ada do’a yang berasal dari para Nabi ‘alaihimush sholaatu was salaam.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,
«رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحين»
“Ya Allah, Anugerahkanlah kepadaku (Seorang Anak) yang termasuk diantara orang-orang yang Shalih.”

Maka diantara sikap orangtua agar mendapat anak yang Sholeh dan Sholihah:

  1. Orangtua adalah “Al-Madrasatul Ula”. Orangtua adalah tempat pertama seorang anak untuk mengambil ilmu, dari orangtua lah anak mendapat contoh perilaku, akhlak dan sifat. Orangtua harus memberi contoh dan mengontrol masalah ibadah seorang anak.
  2. Berikan makan anak kita dari barang yang halal, jangan berikan mereka makan dari Rizki yang haram.
  3. Perkenalkan dan pergaulkan anak-anak kita dengan orang-orang Shalih. Jangan sampai anak kita bergaul dengan orang-orang yang salah, yang tidak sholat, sehingga anak kita menjadi malas untuk beribadah. Rasulullah juga bersabda:
    «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُر أَحَدُكُم مَنْ يُخَالِل»
    “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah seseorang dari kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan teman dekatnya.”
  4. Berikan anak kita pelajaran tentang Al-Qur’an, jika kita tidak mampu maka antarkanlah kepada ustadz, sehingga anak kita menjadi seorang yang paham agama.
  5. Hendaklah orangtua memberikan nama anaknya dengan nama nama yang baik. Diantara nama terbaik yang disukai Rasulullah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.

Kajian Bulan November 2023 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Imam Syafi’i Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Generasi No Bullying” Alhamdulillah anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Imam Syafi’i Hafidzahullah, adapun ringkasan kajian yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:

Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda: «لا تَحاسدُوا، وَلا تناجشُوا، وَلا تَباغَضُوا، وَلا تَدابرُوا، وَلا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْوانًا»

“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

Sesama muslim itu bersaudara, seorang mu’min itu senang jika saudara nya senang, sedih jika saudaranya sedih. Seorang mu’min tidak boleh membenci mu’min yang lainnya, karena orang-orang mu’min itu dicintai oleh Allah. Rasulullah bersabda: “Hancurnya dunia ini lebih ringan daripada hilangnya nyawa seorang mu’min disisi Allah -Subhanahu wa Ta’ala-”

Ada 3 Alasan mengapa kita tidak boleh menghina saudara kita sesama muslim :

1. Seseorang yang menghina saudaranya, di akhirat kelak ia akan menjadi seorang yang bangkrut. Yakni Pahala orang yang menghina akan diberi kepada mereka yang dihina, jika telah habis pahala tersebut maka dosa-dosa mereka yang dihina akan diberikan kepada yang menghina.

2. Ingatlah jika kita hendak menghina seorang mu’min, bahwasanya ia adalah ciptaan Allah. Maka jika seseorang menghina seorang mu’min sama dengan ia menghina Allah yang menciptakan nya.

3. Orang yang menghina secara tidak sadar telah memiliki sifat sombong. Karena ia merasa lebih baik dari saudaranya.Rasulullah bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس»

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±110an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Imam Syafi’i bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan November 2023 | Karyawan LBE

6 Tahapan Setan Menyesatkan Manusia

Ada beberapa murid nabi yang keluar dari islam, disebabkan terlalu berlebihan dalam mengagungkan nabi, sehingga ketika nabi wafat, mereka tergoda tipuan syaithan hingga keluar dari islam.

Adapula seorang Ahli ibadah di zaman ibnu qayyim, nampak bekas bekas ibadah di wajahnya, seorang yang amat taat, dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Suatu hari, ia melihat wanita yang amat cantik, ia menyukai wanita itu begitupun sebaliknya. Akan tetapi wanita itu seorang nasrani, disinilah syaithan menggoda lelaki tersebut, hingga akhirnya ia keluar dari agama Islam.

Bahkan pada zaman dahulu ketika bekum ada elektronik dsb, betapa lihainya syaithan menggoda manusia, menjerumuskannya kedalam kesesatan hingga bahkan seorang yang ahli ibadah sekalipun terjerumus hingga mati dalam keadaan kafir. Allah abadikan sumpah syaithan dalam surah Al-A’raf ayat 17, tentang bagaimana syaithan akan menyesatkan manusia, dari segala arah, sampai tidak ada lagi manusia yang bersyukur.

Banyak diantara kita membayangkan syaithan adalah makhluk yang menyeramkan, akan tetapi syaithan sebenarnya adalah sifat, sifat sifat yang amat buruk, sehingga cara memerangi nya ialah dengan nasihat, ayat ayat dan hadits hadits. Oleh karena itu, iblis akan selalu menjerumuskan manusia kedalam kesesatan, hingga akhirnya masuk kedalam neraka. Diantaranya :

1. Syaithan akan menjerumuskan manusia kedalam kesyirikan,  melalui berbagai macam cara hingga akhirnya seorang keluar dari Islam.

2. Syaithan akan menggoda manusia agar menghiasi amalannya dengan hal hal yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah (Bid’ah).

3. Syaithan akan mengajak manusia melakukan dosa besar. Seperti Durhaka kepada orangtuanya, dan sebagainya.

4. Jika gagal, Syaithan akan mengajak manusia untuk melakukan dosa dosa kecil, hingga tertumpuk dosa itu menjadi sangat banyak.

5. Jika gagal dengan dosa kecil, maka syaithan akan menggoda manusia dengan Hal hal mubah, yang jika terlalu berlebihan akan membawa kepada hal yang diharamkan Allah. Misalnya : Seseorang mengobrol terlalu banyak hingga tak terasa lisannya mengatakan hal hal buruk (Ghibah).

6. Jika masih gagal dengan hal-hal, Syaithan akan mengajak manusia untuk menyingkirkan yg afdhol dan mengerjakan yang tidak Afdhol.

Contoh : Rasulullah bersabda “Jika sholat didirikan, maka tidak ada sholat kecuali yang fardhu” Maka jika iqomah dikumandangkan hendaknya seseorang memutus sholat sunnah nya dan bersegera melaksanakan sholat wajib.

Contoh lainnya, ketika imam sudah ruku’, ia malah sibuk bersiwak. Bersiwak adalah hal yang sunnah, akan tetapi hal yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.

Kajian Bulan Oktober 2023 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Allah telah menjadikan agama Islam sebagai agama yg sempurna sebagai mana firman Allah تعالى berfirman:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
Artinya :
“Pada hari ini tlh ku sempurnakan agamamu untukmu dan aku sempurnakan nikmatku untukmu dan aku ridho Islam sebagai agamamu” (QS.Al Maidah:3)

Apalagi dalam hal mendidik anak banyak sekali ayat-ayat dan hadits-hadits nabi yg menjelaskan tentang hal tersebut sehingga kita tdk perlu mencari-cari teori org barat cukup degan ayat-ayat Quran dan hadits Nabi .Dalam Al Quran Allah berfirman dalam surah at tahrim ayat 6 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”(QS At tahrim:6).

Ali bin Abi tholib berkata makna ayat tersebut :
علموا أنفسكم وأهليكم الخير
“Ajarailah dirimu dan keluaragamu kebaikan”

Dalam tafsir yg lain dikatakan :
علموا و أدبوا
“Ajarailah ilmu dan Adab”

Dengan demikian berarti menjaganya degan mengajarkannya ilmu serta adab dan akhlaq.Dalam Al Quran ada tiga istilah bagi anak yg menunjukkan kedudukannya :

  1. Anak adalah zinah (perhiasan)
    Allah berfirman dalam surah Al kahfi :
    اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
    Artinya
    Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan(QS.Al kahfi : 46)
  2. Anak adalah fitnah (ujian)
    Sebagaimana firaman Allah dalam surat Al Anfal ayat 28 :
    وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖArtinya”Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar”
  3. Anak bisa jadi musuh
    Sebagaimana firman Allah dalam Surah at tagobun ayat 14 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Kata para Ulama:
الحضانة للأم و الولاية للأب
“Pengasuhan itu bagi ibu dan perwalian itu bagi bapak”.

قر في بيوتكن
“Dan seorang wanita itu hendaknya diam di rumahnya”


Tarbiyah(pendidikan) anak itu lebih luas daripa taklim(pengajaran) karena pendidikan itu artinya menyiapkan secara keseluruhan.

Diantara dimensi pendidikan anak:

1. Menyiapkan aqidahnyaMenyiapkan ibadahnya

2. Membimbing pergaulanya /relasi sosial

3. Mengajarkannya akhlaq dan Adab

4. Mengajarkan kepada mereka perasaan /emosional.

5. Mengajarkan ilmu intelektualitas

6. Mengajarkan bagaimna cara penggunaan fisiknya atau jasmaninya

7. Membina pola hidup sehatnya

8. Membina/Mendidik sesuai jenis kelamin, laki-laki atau perempuan .


    Para Ulama mengatakan kesembilan poin ini harus disamapaikan dan diajrkan ke anak kita sebelum waktu baligh.Dan faktor -faktor yg menentukan keberhasilan dalam Mendidik anak :
    1.Ilmu,
    -Ilmu tentang apa yg akan diajarkan
    -Ilmu tentang cara mengajarkan
    -Ilmu tentang siapa yg kita ajarkan

    2.Sarana dan prasarana pendidikan.

    3.Sifat-sifat pendidik.

    4.Mendoakan anak.
    Doa terbagi menjadi dua:
    -Doa secara umum misalnya “Robbi habli minassolihin”
    -Doa secara khussus sesuai kebutuhan anak

    1. Memberikan keteladanan.