Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Melatih Anak untuk Beribadah kepada Allah“.
Setelah kita mengajarkan kepada anak-anak kita Aqidah yang benar, Mengajarkan tentang Siapakah Allah, Maka hendaklah kita melanjutkan nya dengan mengajarkan bagaimana Menyembah Allah dengan sebenar-benarnya. Allah Ta’ala berfirman:
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”
Maka bagaimana cara kita melatih anak-anak kita untuk beribadah kepada Allah?
Jika Anak kita belum mencapai 7 Tahun, maka latih mereka beribadah dengan memberikan contoh kepada mereka. Perkenalkan mereka dengan ibadah, Ajak anak-anak kita ke masjid, tunjukkan bagaimana cara Shalat. Demikian pula ibadah lainnya. Tunjukkanlah cara beribadah yang benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Ketika anak baru belajar beribadah, hendaklah kita memberikan motivasi, berikan mereka hadiah jika ia menjalankannya dengan baik, dan jangan langsung menghukumnya jika mereka salah, nasehati lah dengan baik. Jika masih dengan sengaja membuat kesalahan, peringatkan, kalau masih tidak bisa, ancamlah ia dengan pukulan, kemudian jika memang harus dipukul, pukullah dengan baik, dengan tujuan menasehati, bukan didasari emosi. Adapun memukul itu memiliki kaidahnya tersendiri:
Tidak boleh memukul sebelum usia 10 Tahun
Tidak boleh memukul dengan alat yang terlalu keras
Tidak boleh memukul di satu tempat saja
Tidak boleh memukul sampai terlihat ketiak
Tidak boleh memukul kepala dan kemaluan
Tidak boleh memukul dalam keadaan marah
Tidak boleh memukul lebih dari 10 kali
Hentikan memukul ketika anak menyebut nama Allah
3. Kemudian setelah mereka sudah terbiasa dengan ibadah fardhu, ajari mereka untuk menambah nya dengan ibadah-ibadah Sunnah. Jika mereka sudah terbiasa shalat Fardhu, ajari mereka shalat Nafilah. Ajari mereka shalat malam. Begitupula amalan yang lainnya. Akan tetapi, jangan memaksa anak untuk ibadah Sunnah, hendaklah kita motivasi, berikan penghargaan atas ibadah Sunnah yang mereka lakukan. Sehingga ketika memasuki usia Baligh, ketika catatan Amal mereka dibuka, mereka sudah terbiasa dan tertib shalatnya dan juga ibadah lainnya.
Seorang muslim yang bertauhid namun melakukan perbuatan dosa, kelak dia akan masuk surga selama tidak melakukan kesyirikan atau kafir. Akan tetapi dia harus mampir terlebih dahulu di neraka jahannam sampai waktu yang telah Allah Subhanahu wa ta ‘ala tentukan untuk membersihkan dosa-dosanya. Jika dosa-dosanya telah bersih, maka barulah dia dikeluarkan dari neraka dan di masukkan ke dalam surga. Semua itu terjadi karena surga tidak akan dimasuki oleh seseorang yang masih memiliki dosa.
Oleh karenanya penting bagi kita untuk mengenal perkara-perkara apa yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita. Sehingga kelak kita bisa bertemu dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam keadaan dosa-dosa telah berguguran, dan Allah pun memasukkan kita ke dalam surga secara langsung. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memasukkan kita semua dalam surgaNya.
Diantara Sebab Penggugur Dosa adalah :
1. Taubat
Taubat adaalah perkara yang disepakati oleh kaum muslimin dapat mengugurkan dosa. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman,
“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang’.” (QS. Az-Zumar : 53)
Tidak mungkin bagi seseorang menjalani kehidupannya tanpa dosa. Pasti seseorang pernah terjerumus dalam perbuatan dosa.
Oleh karenanya tatkala seseorang terjerumus ke dalam suatu perbuatan dosa, hendkanya dia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan juga hendaknya seseorang berhusnudzan kepada Allah bahwa pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
2. Istighfar
Ketahuilah bahwa orang-orang yang banyak beristighfar akan diberikan oleh Allah banyak kebaikan dari dunia maupun akhirat. Lihatlah balasan dunia bagi orang-orang yang senantiasa beristighfar dalam firman Allah Subahanhu wa ta’ala tentang perkataan Nabi Nuh ‘alaihissalam,
“Maka aku (Nuh) berkata (kepada kaumnya), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?”. (QS. Nuh : 10-13)
Maka Sungguh beruntunglah orang-orang yang banyak beristighfar kepada Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah 2/1254 no. 3818)
3. Amal Sholih
Kebaikan dan amal salih adalah di antara hal-hal yang dapat menggugurkan dosa-dosa. Di antara dalil yang menyebutkan hal ini adalah firman Allah Subahanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud : 114)
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari 7/ 114 no. 5641)
5. Syafa’at dari Nabi di hari kiamat
Terlalu banyak dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi syafa’at kepada umatnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي
“Syafa’atku untuk ummatku yang berbuat dosa dosa besar.” (HR. Tirmidzi 4/625 no. 2436)
Akan tetapi perlu diketahui bahwa ada syarat seseorang untuk bisa mendapatkan syafaat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu tidak boleh berbuat syirik. Oleh karenanya tatkala Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling beruntung dengan syafaatmu pada hari kiamat?” Nabi menjawab: “Hai Abu Hurairah, saya sudah beranggapan bahwa tak seorangpun lebih dahulu menanyakan masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan kulihat semangatmu mencari hadits, Manusia yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan laa-ilaaha-illa-llaah, dengan tulus dari lubuk hatinya.” (HR. Bukhari 8/117 no. 6570)
6. Rahmat Allah kepada seorang Hamba
Sangat mudah bagi Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menggugurkan dosa seorang hamba secara tiba-tiba karena kasih sayang Allah kepada hambaNya. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy-Syura : 30)
Ini menunjukkan bahwa tidak ada sebab khusus untuk Allah mengampuni kesalahan seorang hamba. Akan tetapi rahmat dan ampunan tersebut diberikan karena kasih sayang Allah kepada seorang hamba.
Hari ini hari Rabu, 10 Muharram 1446H, atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli 2024M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa Asyura bersama di Masjid Baiturrahman LBE Salira.
Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)
Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.
Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Muharram adalah puasa Asyura, pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun.
Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam : “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).
Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Asyura tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Puji syukur kehadirat Allah subhanahu wata’ala, kami selaku panitia Semarak Kurban Masjid Baiturrahman telah rampung menyelenggarakan kegiatan tahunan Sebagaimana kegiatan tahun-tahun sebelumnya, kami panitia menerima hewan kurban dari shohibul kurban dan kami juga membantu dalam pembelian hewan kurban. Pada praktek penyediaan hewan kurban kami bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al Hanif Cilegon untuk penyediaan hewan kurbannya.
Adapun hewan kurban yang telah kami terima pada tahun ini 1445H adalah sebagaimana berikut:
Adapun pendistribusian daging kurban dibagikan kepada: • Masyarakat sekitar Masjid Baiturrahman • Anak Yatim dari TPQ Masjid Baiturrahman • Asatidzah Khotib Jumat Masjid Baiturrahman • Beberapa Janda Salira • Sebagian Security LBE
Kami ucapakan Jazaakallohu khoiron atas partisipasi segenap shohibul kurban, semoga Allah menerima kurban kita semua dan apa yang telah diusahakan menjadi pemberat timbangan di yaumil akhir kelak…..Aamiin.
Berikut ini Dokumentasi Kegiatan Semarak Kurban Tahun 2024 ini :
Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait dengan penentuan 1 Dzulhijjah, maka telah diputuskan melalui sidang istbat, Idul adha 10 Dzulhijah 144H tahun ini jatuh pada tanggal 17 Jun 2024M.
DKM Baiturrahman menyelenggarakan shalat Idul Adha yang diselenggarakan di lapangan parkir samping Masjid Baiturrahman.
Pada kali ini yang bertindak selaku imam dan khatib adalah Ustadz Fadhil Ziyanul Hubbi, SM.
Shalat dilaksanakan pada pukul 06:30 WIB. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.
Hari ini hari Ahad, 09 Dzulhijjah 1445H, atau bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2024M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa Arofah bersama di Masjid Baiturrahman LBE Salira.
Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)
Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.
Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam : “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang”(HR.Muslim)
Sebelum buka puasa, Acara hari ini dimulai dengan kajian yang bertema “Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Isma’il Alaihimassalam“
Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Arofah tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
SALIRA, (26/05/24) Masjid Baiturrahman bekerjasama dengan Team DPD JULEHA Cilegon mengadakan Pelatihan JULEHA (Juru sembelih Halal) acara ini Gratiss dan tidak di pungut biaya, dalam acara ini dihadiri Oleh DKM se Salira.
NAMA DKM MASJID SALIRA
1. DKM Masjid Babul Jannah
2. DKM Masjid Riyadushholihin
3. DKM Masjid Miftahul Jannah
4. DKM Masjid Miftahul Jannah 2
5. DKM Masjid Nurul Yaqin
6. DKM Masjid Al- Muhajirin
7. DKM Musholla At-Taubah
8. DKM Musholla Al-Ikhlas
Masing-masing DKM mengutus 5 anggota untuk ikut pelatihan ini, dan sebagian di hadiri oleh peserta umum yang berdomisili di sekitar wilayah Salira.
Adapun susunan kegiatan dalam acara ini adalah sebagai berikut :
Pembukaan yang di Sampaikan oleh MC kemudian:
1. Sambutan Tokoh Masyarakat Salira yang diwakili oleh Ustadz Iskandar
2. Sambutan DKM Masjid Baiturrahman (disampaikan oleh Pak Peri)
3. Sambutan dari Team DPD Juleha Cilegon
4. Doa bersama sebelum acara dimulai (dipimpin oleh Ustadz Iskandar)
Selanjutnya acara inti.
Sesi Pagi – Dzuhur (Teori ) – Management Qurban- Pengenalan Pisau Sembelih- Materi teknik Perubuhan- Materi titik sembelih dan Teknik Sembelih gedegong Pisang
ISOMA
Sesi Siang (Praktek) : – Praktik langsung sembelih ayam / Kambing- Praktik Langsung Perubuhan Sapi- Teknik Tali Temali.
Alhamdulillah Para peserta peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mudah-mudahan Kedepannya bisa diadakan kembali dan semoga syi’ar Kebaikan ini bisa meluas ke masyarakat. Aamiin..
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhtadi Hafidzahullah, dengan tema “Bagaimana Adab Islam kepada Tetangga“.
Manusia adalah makhluk sosial, yang artinya manusia pasti akan berinteraksi dengan sesamanya, termasuk kepada tetangga. Islam sebagai Agama yang sempurna, mengatur setiap sendi kehidupan kita, termasuk bagaimana seharusnya kita bertetangga. Bahkan Rasulullah menggandengkan perintah memuliakan tetangga ini dengan Iman kepada Allah. Rasulullah bersabda:
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.”
Maka diantara adab yang diajarkan Rasulullah tentang bagaimana kita harus bertetangga adalah:
Memilih tetangga yang sholeh Jika kita ingin pindah ke lingkungan yang baru, hendaklah kita memilih lingkungan yang baik, yang ingat kepada Allah dan baik kepada sesama.
Mencintai untuk tetangganya apa-apa yang disukai untuk dirinya dari kebaikan. Rasulullah bersabda:
“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba dikatakan beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Tidak menyakiti tetangga dengan cara apapun, baik perkataan, ataupun perbuatan.
Senantiasa berbuat baik kepada tetangga kita.
Berusaha bersabar atas keburukan tetangga kita.
Memberi tetangga kita makanan tatkala kita memasak terutama jika tetangga kita fakir.
Rasulullah bersabda:
ليس المؤمن الذي يشبع وجاره جائع إلى جنبه
“Bukanlah seorang mu’min, seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sisinya.”
Membantu tetangga kita jika mereka membutuhkan.
Berempati dalam gembira maupun sedihnya. Tatkala mereka gembira kita turut bersuka cita. Tatkala mereka sedih kita juga merasakan kesedihannya.
Tidak menghalangi tetangganya meletakkan sesuatu di sisi rumah kita, selama tidak mengganggu.
Menjaga kehormatan tetangga kita dan tidak berkhianat tetangga kita. Rasulullah bersabda:
“Demi Allah, tidak beriman, Demi Allah, tidak beriman, Demi Allah, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.”
Menunaikan semua hak sebagai muslim kepada tetangga kita.
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Menanamkan Aqidah yang Benar pada Anak“.
Di dalam hal membina Aqidah, kita harus mengetahui apa itu Aqidah yang benar, karena ini adalah hal yang paling penting, Ini sangat mempengaruhi pola seseorang dalam berfikir. Oleh karena itu, Aqidah yang benar harus menjadi hal yang paling awal diajarkan kepada anak-anak kita.
Maka apa saja yang harus kita tanamkan dalam hal mendidik Aqidah anak-anak kita? Ada 5 Asas yang harus kita tanamkan:
Kita mentalqin (Mendiktekan) kalimat Tauhid kepada anak kita.
Walaupun mereka belum paham, akan tetapi harus kita tanamkan karena ini akan masuk kedalam Alam Bawah sadar mereka. Nabi bersabda:
“Tidak ada seorang bayipun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fitrahnya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi.“
Para Ulama menjelaskan bahwa anak ketika lahir berasa dalam keadaan yakin bahwa Allah lah pencipta nya, dan dalam keadaan islam. Maka hendaklah ketika anak itu lahir dan bertumbuh kita selalu biasakan mereka untuk mendengarkan Kalimat Tauhid, Ayat-ayat Allah.
Menanamkan rasa cinta, muraqabah, keimanan untuk meminta hanya kepada Allah, dan menanamkan keimanan kepada Takdir Allah.
Ibnul Qayyim berkata:
“Rasa cinta itu tumbuh karena 2 hal: Keindahan dan juga kebaikan.”
Tanamkan Rasa cinta kecintaan kepada Allah dengan menunjukkan ke Maha Indahan Allah. Kemudian tanamkan kecintaan kepada Allah dengan menunjukkan berapa baiknya Allah kepada kita. Kemudian tanamkan rasa Muraqabah, tanamkan bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah. Allah berfirman:
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ
“Dia bersamamu di mana saja kamu berada.“
Dan juga harus kita tanamkan ketika mereka meminta hanya kepada Allah. Rasulullah bersabda kepada Ibnu ‘Abbas:
إذا سألت فاسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله
“Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah.“
Menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau.
Karena Islam berpatokan kepada 2 hal. Yaitu syahadat kepada Allah dan juga syahadat kepada Rasulullah, ini adalah kedua hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka setelah kita menanamkan siapa itu Allah, kita harus menanamkan siapa itu utusan Allah, jelaskan kepada anak-anak kita bagaimana Akhlak Nabi, bagaimana kemuliaan Nabi Muhammad. Sehingga tumbuh cinta anak-anak kita kepada nya. Kita tunjukkan berapa cintanya Nabi kepada Ummatnya. Rasulullah bersabda:
كل أمتي يدخل الجنة إلا من أبى! قيل: ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى
“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan? Beliau menjawab: Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang membangkang kepadaku berarti ia enggan.“
Kemudian ajarkan juga tentang keluarga nabi, ajarkan tentang bagaimana mereka siap mengorbankan jiwa dan harta mereka membantu Rasulullah agar Agama islam ini tersebar, agar Ummat ini masuk kedalam surga Allah.
Mengajarkan anak kita Al-Qur’an.
Setelah mengajarkan anak-anak kita kecintaan kepada Allah, kepada Rasulullah, ajarkan anak-anak kita menghafal Al-Qur’an, jika belum bisa membaca perdengarkan lah Al-Qur’an, jika sudah bisa membaca ajarkan membaca Al-Qur’an dengan benar. Kemudian bagaimana mentadabburi Al-Qur’an.
Mendidik mereka agar anak-anak kokoh dalam memegang Aqidah.
Tunjukkan kepada anak-anak kita dampak langsung dari memiliki Aqidah yang benar, dan akibat buruk dari Aqidah yang salah. Tunjukkan mereka bahaya kesyirikan, besarnya dosa kesyirikan. Latihlah mereka untuk bergantung dengan Aqidahnya. ketika sakit beritahu anak kita bahwa ini adalah Takdir Allah. Sehingga mereka semakin yakin dengan apa yang sudah diajarkan dalam poin-poin sebelumnya.
Berikut ini Laporan dana Semarak Ramadhan yang dilaksanakan sejak tanggal 12 Maret hingga 10 April 2024.
Kami Ucapkan Jazaakumullahu khoiron katsiro atas segenap partisipasi antum semua, semoga menjadi pemberat timbangan kebaikan di yaumil akhir kelak…..Aamiin.