I’tikaf Ramadhan 1445 H /2024M | Masjid Baiturrahman LBE Salira

Bismillah walhamdulillah
Kita bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Allah ﷻ atas karunia-Nya yang banyak sehingga kita bisa berjumpa dengan bulan mulia ini, dan juga atas taufiq-Nya kita dapat melaksakan ibadah-ibadah & amal shalih di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Alhamdulillah DKM Baiturrahman pada kesempatan kali ini kembali membuka kesempatan untuk kaum muslimin yang ingin memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan Progam I’tikaf di Masjid Baiturrahman, dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung berlangsungnya i’tikaf seperti; lemari untuk barang-barang peserta i’tikaf, ifthor/takjil buka puasa bersama, dan menu buka serta sahurnya.

Kegiatan Dimulai pada 20 Ramadhan 1445 H. Kami menyambut kedatangan Peserta I’tikaf dan kemudian dilanjutkan dengan Briefing mengenai kegiatan I’tikaf setelah Shalat Tarawih. Kegiatan I’tikaf terdiri dari Kegiatan Pribadi seperti Qiyamul Lail, Tilawah Al-Qur’an dsb. Kami juga Menyiapkan beberapa Program yaitu: Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an, Kajian Subuh dan Menjelang berbuka Setiap Harinya dengan Mengundang Asatidzah Lokal dan Luar Daerah.

Kami sampaikan Jazakumullahu khairan kepada para muhsinin/donatur yang telah memberikan sedekahnya demi terlaksananya kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadhan dengan baik. Semoga ALLAH ﷻ senantiasa memberikan keberkahan dan memudahkan segala urusan kita semua.

••••

DKM Masjid Baiturrahman LBE

Pesantren Kilat Ramadhan 1445 H / 2024 M

Alhamdulillah dengan rahmat dan taufiq dari Allah kita berjumpa dengan bulan mulia yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan bulan ampunan.

Rasulullah pernah bersabda, yang artinya; “Sebaik² kalian adalah yang mau belajar Alquran dan mengajarkannya”. Dan bulan Ramadhan adalah bulan mulia bulan yang terbaik.

Maka kita semua berusaha melakukan hal yang terbaik dalam momentum yang terbaik ini.

PROGAM/KEGIATAN
DKM & TPQ Masjid Baiturraham mengadakan progam yang insyaAllah bermanfaat dalam bulan Ramadhan ini; SANLAT (Pesantren Kilat), mengajak anak-anak/santri-santriwati untuk mengisi momentum Ramadhan ini dengan hal-hal yang bermanfaat.

JUMLAH PESERTA & PEMBAGIAN KELOMPOK
Alhamdulillah sekitar 80an santri/-wati yang berpartisipasi dalam progam ini. Dibagi menjadi 2 gelombang/kelompok; kelompok anak-anak & remaja.

Gelombang pertama adalah kelompok anak-anak yang terdiri dari kelas 3 sampai 5, progam SANLAT untuk kelompok ini pada tgl 3 – 9 Ramadhan. Sedangkan gelombang ke-2 kelompok remaja yang terdiri dari kelas 6 hingga kelas SMP bahkan SMA, untuk kelompok remaja kegiatan pada tgl 10 – 16 Ramadhan.

KEGIATAN
Kegiatan pada SANLAT ini ialah sebagai berikut;
Santri/-wati dalam sepekan hadir sebelum / waktu ashar dan kegiatan selesai setelah waktu maghrib (pulang).

-Setelah sholat ashar berjama’ah santri/-wati belajar mengaji (membaca iqro’ atau Alquran) sesuai tingkatan masing² anak.
-Kemudian ada tugas menulis & menghafal surah² pendek Alquran (santri/-wati diberikan tugas menulis surah pendek beserta artinya kemudian menghafalnya dan disetorkan hafalan tersebut ke ustadz/pembimbing).
-Lalu sesi ke-3 ialah; belajar & menghafal Hadit-Hadits Pilihan.
-Berikutnya adalah ta’lim/kajian menjelang berbuka disertai kuis-kuis berhadiah.
-Setelah itu berbuka puasa bersama, dan kegiatan SANLAT diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah.

Semoga kegiatan/progam ini bermanfaat bagi siapa saja yang berpartisipasi dan mensupport untuk berlangsungnya kegiatan. Semoga Allah ‘azza wa jalla menerima amal ibadah kita semua di bulan Ramadhan ini, dan menjadikan kita semua hamba-hamba yang menang dan diridhoi.

Walhamdulillah.

Kajian Bulan Maret 2024 | Karyawan LBE

Bekal Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang di tunggu oleh semua Muslim, sebagai seorang mu’min hendaklah kita menyambut Ramadhan kita dengan ilmu. Kenapa? Agar jangan sampai Kita melalui Ramadhan dengan tidak mendapat apa-apa.

Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ

“Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan dari puasanya rasa lapar dan haus saja, dan berapa banyak orang yang melakukan qiyamullail hanya mendapatkan dari qiyamullailnya terjaga (begadang) saja.”

Banyak yang puasa namun masih berdusta, masih menyia-nyiakan waktu nya, Rasulullah bersabda:

مَن لم يَدَعْ قول الزُّور والعملَ به والجهلَ، فليس للهِ حاجةٌ أن يَدَعَ طعامه وشرابه

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dengan makanan dan minuman yang ditinggalkannya (puasa).”

Maka sungguh aneh seorang yang rela meninggalkan hal yang halal demi puasa namun masih mengerjakan yang Haram.

Maka bagaimana agar kita bisa memanfaatkan waktu kita agar bermanfaat selama Bulan Ramadhan? Diantaranya adalah:

  1. Berkhidmah membantu Ibu dan Bapaknya. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan kita untuk berbakti Kepada orangtua kita. Rasulullah bersabda:

رغم أنف، ثم رغم أنف، ثم رغم أنف من أدرك أبويه عند الكبر أحدُهما أو كلاهما فلم يدخل الجنة

“Celakalah seorang hamba, jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, namun keberadaan kedua orang tuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga”

  1. Menghadiri majelis-majelis Ilmu.
    Rasulullah bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

“Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (majelis-majelis) Ilmu. “

  1. Membaca buku-buku Agama atau Majalah Islami.
    Allah berfirman:
    اقرأ وربك الاكرم

“Bacalah, Dan Tuhammu yang Maha Dermawan”

Bacalah, belajarlah Dan Allah yang akan memberikan Ilmu Kepada kita. Karena pintar itu tidak Wajib, yang Wajib adalah belajar.

  1. Mendengarkan kajian sunnah.
  2. Menyendiri Dan menangisi kesalahan.

Karena diantara 7 golongan yang Allah selamatkan pada beratnya hari Kiamat adalah mereka yang menyendiri mengingat Allah hingga menetes Air mata nya.

Kajian Bulan Februari 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Mendidik Anak dengan Seimbang“.

Faktor-faktor yang menjadikan Seorang anak Sholeh bukan hanya sekedar sarana saja, akan tetapi bagaimana sikap seorang ibu, bagaimana Seorang ibu menghiasi dirinya dengan sikap pendidik, sehingga ibu dapat menjadi contoh bagi anaknya.
Setelah seorang ibu melakukan ikhtiar yang maksimal agar menjadi contoh bagi anaknya, maka kemudian hendaklah seorang ibu memikirkan apa saja yang harus ia didik pada anaknya. Sebagai manusia, Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Sebagaimana firman Allah تعالى dalam QS. At-Tin: 4


لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Artinya Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang komplit. Ia memiliki keinginan, memiliki hasrat untuk bergaul, ia memiliki emosi. Disinilah peran seorang Ibu untuk menuntun anaknya menjadi seorang yang bukan hanya cerdas, namun juga menjadi seorang hamba yang dekat dengan Allah.

Maka Faktor-faktor yang harus ditanamkan oleh seorang ibu kepada anaknya agar menjadi seorang yang Shalih dan Shalihah adalah:

  1. Mendidik Aqidah mereka, Keyakinan yang benar, Aqidah yang diajarkan oleh Rasulullah. Jangan sampai kita menanamkan kepada anak kita Keyakinan yang salah, keyakinan yang batil.
  2. Membina Ibadah mereka, Seorang ibu harus mendidik anak-anaknya beribadah yang benar. Bagaimana wudhu yang benar, bagaimana Sholat yang benar, dan ibadah yang lainnya. Sehingga ketika mereka sudah baligh, mereka sudah terbiasa untuk sholat, puasa dan ibadah lain dengan benar.
  3. Mendidik mereka dalam Interaksi sosial. Agar mereka tahu bagaimana sosialisasi yang benar, agar mereka tahu bagaimana bergaul dengan orang yang lebih tua, bagaimana bicara dengan sopan dan santun, dan agar mereka tahu siapa teman yang baik dan teman yang buruk. Rasulullah bersabda:
    الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”.

  1. Menanamkan nilai-nilai Akhlaq. Seorang ibu harus mengajarkan anaknya Akhlaq dan moral. Mereka harus tau mana yang baik dan mana yang buruk. Bagaimana adab ketika bertamu, dan sebagainya.
  2. Membina kehidupan Perasaan dan Emosinya. Mereka belajar tentang kepekaan, bagaimana emosi nya, bagaimana ia memahami emosi dan perasaan orang lain.
  3. Membina intelektualitasnya. Seorang ibu memberikan peluang kepada anaknya untuk berkembang sesuai dengan potensinya.
  4. Membina fisik mereka. Selain Intelektual nya, hendaklah kita melatih fisik anak-anak kita. Supaya mereka kuat, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
  5. Membina pola hidup sehat. Mengajarkan mereka makan yang sehat, minum yang sehat, tidur tepat waktu, dan sebagainya. Sehingga mereka terbiasa dengan pola hidup sehat.
  6. Mendidik mereka sesuai dengan jenis kelamin mereka. Jangan sampai seorang anak terjerumus kepada penyimpangan seksual. Banyak di zaman sekarang perilaku meyimpang, seorang laki-laki berperilaku seperti perempuan dan sebaliknya disebabkan salahnya pola asuh ketika kecil.

Inilah Faktor-faktor yang harus ditanamkan secara seimbang kepada seorang anak, agar mereka tidak hanya pintar juga menjadi hamba yang dekat kepada Allah.