Kajian Bulan Januari 2024 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Khoirul Anam Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Aku Takut Neraka” Alhamdulillah anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Khoirul Anam Hafidzahullah, adapun ringkasan kajian yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:

Seorang ‘ibadurrahman (hamba Allah yang sejati) harus memiliki rasa takut dan khawatir dengan siksa neraka. Dan yang menjadi puncak kebahagiaan seorang mu’min adalah diselamatkan oleh Allah dari neraka dan dimasukkan kedalam surga. Allah Ta’ala berfirman:

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا • إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al-Furqan: 65-66)

Beruntunglah orang-orang yang di dunia mereka berpuasa, baik puasa yang wajib maupun Sunnah. Karena sehari ia berpuasa, Wajahnya akan dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka sejauh 70 tahun.

Allah Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Jika kita takut akan Adzab Neraka, Hendaklah kita menjaga shalat kita, jangan pernah meninggalkan Shalat. Kemudian hendaklah kita berbakti kepada orangtua. Allah Ta’ala dalam banyak Ayat selalu menggabungkan Tauhid kepadaNya dengan berbakti kepada Orangtua, diantaranya Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua” (An-Nisa: 36)Diantara nama-nama Neraka yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:

1. Neraka Jahim Allah Menyebutkannya dalam banyak ayat, diantaranya: وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغٰوِيْنَ “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”

2. Neraka Jahannam Jahannam adalah neraka secara umum, Ia memiliki 7 pintu. Diantara Firman Allah yang menyebutkan tentang Jahannam:وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ ٠ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka” (QS. Al-Hijr: 43-44).

3. Neraka Ladza Allah Ta’ala berfirman:فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ • لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى “Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka.” (Al-Lail: 14-15)

4. Neraka Sa’iir Allah Ta’ala berfirman: اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِSesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka, perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala). (QS. Fathir: 6).

5. Neraka Saqar Allah secara khusus menyediakan neraka Saqar bagi mereka yang sengaja tidak shalat selama di dunia, Allah Ta’ala berfirman: مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ • قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ”Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka) Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. Al-Muddatsir: 42-43)

6. Neraka Huthamah Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Humazah: وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ • نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ”Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan”

7. Neraka Hawiyah Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Qari’ah:وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ • فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ • وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ • نَارٌ حَامِيَةٌ “Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?(Yaitu) api yang sangat panas.”

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±130an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Khoirul Anam bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan Desember 2023 | Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Merindukan Anak yang Shalih

Kita pasti ingin memiliki anak yang Sholeh dan Sholihah, akan tetapi hal ini tidak lah semudah yang dibayangkan. Begitu banyak di zaman ini orangtua mengharapkan anak yang shalih dan shalihah, akan tetapi mereka tidak mencerminkan keshalihan. Banyak do’a yang telah dicontohkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Di antaranya ada do’a yang berasal dari para Nabi ‘alaihimush sholaatu was salaam.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,
«رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحين»
“Ya Allah, Anugerahkanlah kepadaku (Seorang Anak) yang termasuk diantara orang-orang yang Shalih.”

Maka diantara sikap orangtua agar mendapat anak yang Sholeh dan Sholihah:

  1. Orangtua adalah “Al-Madrasatul Ula”. Orangtua adalah tempat pertama seorang anak untuk mengambil ilmu, dari orangtua lah anak mendapat contoh perilaku, akhlak dan sifat. Orangtua harus memberi contoh dan mengontrol masalah ibadah seorang anak.
  2. Berikan makan anak kita dari barang yang halal, jangan berikan mereka makan dari Rizki yang haram.
  3. Perkenalkan dan pergaulkan anak-anak kita dengan orang-orang Shalih. Jangan sampai anak kita bergaul dengan orang-orang yang salah, yang tidak sholat, sehingga anak kita menjadi malas untuk beribadah. Rasulullah juga bersabda:
    «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُر أَحَدُكُم مَنْ يُخَالِل»
    “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah seseorang dari kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan teman dekatnya.”
  4. Berikan anak kita pelajaran tentang Al-Qur’an, jika kita tidak mampu maka antarkanlah kepada ustadz, sehingga anak kita menjadi seorang yang paham agama.
  5. Hendaklah orangtua memberikan nama anaknya dengan nama nama yang baik. Diantara nama terbaik yang disukai Rasulullah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.

Kajian Bulan November 2023 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Imam Syafi’i Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Generasi No Bullying” Alhamdulillah anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Imam Syafi’i Hafidzahullah, adapun ringkasan kajian yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:

Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda: «لا تَحاسدُوا، وَلا تناجشُوا، وَلا تَباغَضُوا، وَلا تَدابرُوا، وَلا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْوانًا»

“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

Sesama muslim itu bersaudara, seorang mu’min itu senang jika saudara nya senang, sedih jika saudaranya sedih. Seorang mu’min tidak boleh membenci mu’min yang lainnya, karena orang-orang mu’min itu dicintai oleh Allah. Rasulullah bersabda: “Hancurnya dunia ini lebih ringan daripada hilangnya nyawa seorang mu’min disisi Allah -Subhanahu wa Ta’ala-”

Ada 3 Alasan mengapa kita tidak boleh menghina saudara kita sesama muslim :

1. Seseorang yang menghina saudaranya, di akhirat kelak ia akan menjadi seorang yang bangkrut. Yakni Pahala orang yang menghina akan diberi kepada mereka yang dihina, jika telah habis pahala tersebut maka dosa-dosa mereka yang dihina akan diberikan kepada yang menghina.

2. Ingatlah jika kita hendak menghina seorang mu’min, bahwasanya ia adalah ciptaan Allah. Maka jika seseorang menghina seorang mu’min sama dengan ia menghina Allah yang menciptakan nya.

3. Orang yang menghina secara tidak sadar telah memiliki sifat sombong. Karena ia merasa lebih baik dari saudaranya.Rasulullah bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس»

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±110an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Imam Syafi’i bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan November 2023 | Karyawan LBE

6 Tahapan Setan Menyesatkan Manusia

Ada beberapa murid nabi yang keluar dari islam, disebabkan terlalu berlebihan dalam mengagungkan nabi, sehingga ketika nabi wafat, mereka tergoda tipuan syaithan hingga keluar dari islam.

Adapula seorang Ahli ibadah di zaman ibnu qayyim, nampak bekas bekas ibadah di wajahnya, seorang yang amat taat, dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Suatu hari, ia melihat wanita yang amat cantik, ia menyukai wanita itu begitupun sebaliknya. Akan tetapi wanita itu seorang nasrani, disinilah syaithan menggoda lelaki tersebut, hingga akhirnya ia keluar dari agama Islam.

Bahkan pada zaman dahulu ketika bekum ada elektronik dsb, betapa lihainya syaithan menggoda manusia, menjerumuskannya kedalam kesesatan hingga bahkan seorang yang ahli ibadah sekalipun terjerumus hingga mati dalam keadaan kafir. Allah abadikan sumpah syaithan dalam surah Al-A’raf ayat 17, tentang bagaimana syaithan akan menyesatkan manusia, dari segala arah, sampai tidak ada lagi manusia yang bersyukur.

Banyak diantara kita membayangkan syaithan adalah makhluk yang menyeramkan, akan tetapi syaithan sebenarnya adalah sifat, sifat sifat yang amat buruk, sehingga cara memerangi nya ialah dengan nasihat, ayat ayat dan hadits hadits. Oleh karena itu, iblis akan selalu menjerumuskan manusia kedalam kesesatan, hingga akhirnya masuk kedalam neraka. Diantaranya :

1. Syaithan akan menjerumuskan manusia kedalam kesyirikan,  melalui berbagai macam cara hingga akhirnya seorang keluar dari Islam.

2. Syaithan akan menggoda manusia agar menghiasi amalannya dengan hal hal yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah (Bid’ah).

3. Syaithan akan mengajak manusia melakukan dosa besar. Seperti Durhaka kepada orangtuanya, dan sebagainya.

4. Jika gagal, Syaithan akan mengajak manusia untuk melakukan dosa dosa kecil, hingga tertumpuk dosa itu menjadi sangat banyak.

5. Jika gagal dengan dosa kecil, maka syaithan akan menggoda manusia dengan Hal hal mubah, yang jika terlalu berlebihan akan membawa kepada hal yang diharamkan Allah. Misalnya : Seseorang mengobrol terlalu banyak hingga tak terasa lisannya mengatakan hal hal buruk (Ghibah).

6. Jika masih gagal dengan hal-hal, Syaithan akan mengajak manusia untuk menyingkirkan yg afdhol dan mengerjakan yang tidak Afdhol.

Contoh : Rasulullah bersabda “Jika sholat didirikan, maka tidak ada sholat kecuali yang fardhu” Maka jika iqomah dikumandangkan hendaknya seseorang memutus sholat sunnah nya dan bersegera melaksanakan sholat wajib.

Contoh lainnya, ketika imam sudah ruku’, ia malah sibuk bersiwak. Bersiwak adalah hal yang sunnah, akan tetapi hal yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.

Kajian Bulan Oktober 2023 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Allah telah menjadikan agama Islam sebagai agama yg sempurna sebagai mana firman Allah تعالى berfirman:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
Artinya :
“Pada hari ini tlh ku sempurnakan agamamu untukmu dan aku sempurnakan nikmatku untukmu dan aku ridho Islam sebagai agamamu” (QS.Al Maidah:3)

Apalagi dalam hal mendidik anak banyak sekali ayat-ayat dan hadits-hadits nabi yg menjelaskan tentang hal tersebut sehingga kita tdk perlu mencari-cari teori org barat cukup degan ayat-ayat Quran dan hadits Nabi .Dalam Al Quran Allah berfirman dalam surah at tahrim ayat 6 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”(QS At tahrim:6).

Ali bin Abi tholib berkata makna ayat tersebut :
علموا أنفسكم وأهليكم الخير
“Ajarailah dirimu dan keluaragamu kebaikan”

Dalam tafsir yg lain dikatakan :
علموا و أدبوا
“Ajarailah ilmu dan Adab”

Dengan demikian berarti menjaganya degan mengajarkannya ilmu serta adab dan akhlaq.Dalam Al Quran ada tiga istilah bagi anak yg menunjukkan kedudukannya :

  1. Anak adalah zinah (perhiasan)
    Allah berfirman dalam surah Al kahfi :
    اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
    Artinya
    Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan(QS.Al kahfi : 46)
  2. Anak adalah fitnah (ujian)
    Sebagaimana firaman Allah dalam surat Al Anfal ayat 28 :
    وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖArtinya”Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar”
  3. Anak bisa jadi musuh
    Sebagaimana firman Allah dalam Surah at tagobun ayat 14 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Kata para Ulama:
الحضانة للأم و الولاية للأب
“Pengasuhan itu bagi ibu dan perwalian itu bagi bapak”.

قر في بيوتكن
“Dan seorang wanita itu hendaknya diam di rumahnya”


Tarbiyah(pendidikan) anak itu lebih luas daripa taklim(pengajaran) karena pendidikan itu artinya menyiapkan secara keseluruhan.

Diantara dimensi pendidikan anak:

1. Menyiapkan aqidahnyaMenyiapkan ibadahnya

2. Membimbing pergaulanya /relasi sosial

3. Mengajarkannya akhlaq dan Adab

4. Mengajarkan kepada mereka perasaan /emosional.

5. Mengajarkan ilmu intelektualitas

6. Mengajarkan bagaimna cara penggunaan fisiknya atau jasmaninya

7. Membina pola hidup sehatnya

8. Membina/Mendidik sesuai jenis kelamin, laki-laki atau perempuan .


    Para Ulama mengatakan kesembilan poin ini harus disamapaikan dan diajrkan ke anak kita sebelum waktu baligh.Dan faktor -faktor yg menentukan keberhasilan dalam Mendidik anak :
    1.Ilmu,
    -Ilmu tentang apa yg akan diajarkan
    -Ilmu tentang cara mengajarkan
    -Ilmu tentang siapa yg kita ajarkan

    2.Sarana dan prasarana pendidikan.

    3.Sifat-sifat pendidik.

    4.Mendoakan anak.
    Doa terbagi menjadi dua:
    -Doa secara umum misalnya “Robbi habli minassolihin”
    -Doa secara khussus sesuai kebutuhan anak

    1. Memberikan keteladanan.

    Kajian Bulan Oktober 2023 Karyawan LBE

    Karakter Penghuni Surga

    Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh…
    Kita semua pasti bercita-cita ingin masuk surga, bukan hanya orang-orang sholih saja.Bahkan para nabi juga demikian sebagaimana do’a nabi Ibrohim alaihisaalam yg Allah تعالى abadikan dalam Al Quran :

    وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ

    Artinya: ”Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (Q.S as syuara 85)
    Begitupula dengan Nabi kita Muhammad صل الله عليه dalam banyak do’anya meminta surga :
    اللهم إني أسألك الجنة

    Artinya : “Ya allah sesungguhnya aku memohon surga”
    Nabi Muhammad juga menganjurkan kepada kita untuk meminta surga yg paling tinggi sebagaimana sabdanya :

    فإذا سألتم الله فاسألواه الفردوس فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة

    Artinya : “Apabila km meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus, karena ia termasuk surga paling tengah Dan paling tinggi”
    Kerinduan seorang mukminn dengan surga adalah tabiat dalam kehidupan dunia ini.Oleh Karen itu, Allah menjadikan kehidupan dunia terkontamisi degan rasa sedih,kecewa,galau, khawatir dll.Sejak Allah turunkan nenek moyang kita Nabi Adam dan Siti Hawa dari surga Allah berfirman :

    فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (۱۱۷)
    “Kemudian kami berfirman,”Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka” (Q.s taha 117)

    Ini berarti dahulu tatkala nabi Adam dan Siti Hawa masih di surga diliputi degan kenikmatan yg luar biasa sebagaimana firaman Allah تعالى :

    إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى (۱۱۸) وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى (۱۱۹)
    “Sungguh ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak kelaparan dan tidak akan telanjang. Dan sungguh di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas maThahari”(Qs.taha 118-119)

    Intinya di surga kemana mata memandang itu kita akan melihat kenikmatan demi kenikmatan, Allah berfirman :

    وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
    Artinya: ”Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”.(Q.s Al insan 20)

    Lantas bagaimna kriteria penghuni surga yg dijanjikan oleh Allah? kita akan membahsanya sesuai dengan firaman Allah dalam surah Ali Imran ayat 133-136 Allah berfirman :

    ۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135)أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)

    Artinya: ‘‘Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.(133) yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.(134) Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzalimi diri sendiri, ia segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.(135) Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal”. (136)

    Pada ayat pertama Allah mengatakan ” و سارعوا” yakni ” bersegeralah” pada surah yang lain Allah juga mengatakan “وسابقوا” “berlombalah” Dan Allah juga mengatakan “وفى ذالك فليتنافس المتنافسون” “Dan dalam (nikmat surga) tersebut hendaknya kalian bersainglah”.Ini menunjukkan bahwa Allah menyuruh kita agar tidak menunda” kebaikan bahkan ada sebagian ulama yg mengatakan bahwa barangsiapa yg menunda-nunda taubat apabila mengerjkan dosa Maka akan ada dosa tersendiri .Dan surga yangg luasnya seluas langit dan bumi , ada ulama yg mengatakan apabila ada “عرض/lebar” pasti ada ” طول/panjang ” ini menunjukkan luasnya surga Allah . “Dipersiapkan bagi orang-orang yg bertaqwa” ini meruapakan dalil bahwasanya surga itu telah ada berbeda dengan pendapat muktazilah yg mengatakan bahwa surga itu blm ada.

    Dalam ayat ke 134-135 Allah sebutkan KARAKTER PENGHUNI SURGA :

    1.Orang yg senantiasa menginfakkan haratanya baik dalam keadaan susah maupun senang.

    Ayat diatas menunjukkan ada beberapa model orang ketika berinfak Berinfak waktu senang dan tdk berinfaq waktu susah, ini banyak Tdk berinfaq waktu senang apalagi waktu susah, dan ini lebih banyak lagi_Tdk berinfaq baik waktu senang maupun susah Ketiga model diatas bukanlah yg dimaksd ayat tersebut melainkan orang-orang yg senantiasa berinfaq waktu susah Dan senang inilah yg dimaksd ayat tersebut.

    2.Orang-orang yg menahan diri dari amarah. Dalam sebuah tafsir dikatakan الكظم : شد فم القربة عند امتلائها Al kazm : “menutup mulut qirbah ( tempat minum yg terbuat dari kulit hewan) tatkala ia penuh”Dan Al bagawi dalam tafsirnya juga mengatalan :حبس الشيء عند امتلائها”Yakni mengikat sesuatu tatkala penuh”Dan yg dimaksd dlm ayat “kaziminal ghoiz adalah Menahan diri dari amarah tatkala amarah tersebut udah meluap padahl dia bisa saja melampiaskanya .Inilah yg dimaksd dlm ayat tersebut dan Allah mengunakan ism fail yg berarti Hal tersebut dilalukan secara terus menerus dan kokoh.

    3.Senantiasa memaafkan orang lain Ada sebuah kisah Dari pemuda ansor yg dijuluki penghuni surga oleh Rasullullah.Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang kemudian diterjemahkan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin Jilid 7. Saat itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam tengah duduk-duduk di Masjid Nabawi dengan para sahabat rasul lainnya, termasuk Abdullah bin Amr bin Ash.Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun bersabda, “Akan muncul sekarang ini seorang penghuni surga lewat di jalan ini.”Semua mata pun tertuju pada pintu masjid dan pikiran para sahabat membayangkan sosok yang luar biasa. Lalu, muncullah seorang lelaki dari kaum Anshar yang melewati jalan tersebut. Ia lewat dengan wajah yang basah akibat air wudhu. Apakah keistimewaan dari seseorang tersebut yang mendapat jaminan surga? Namun, tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat itu melontarkannya pada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

    Keesokan harinya, peristiwa serupa terulang lagi. Rasulullah menyebut ada sosok penghuni surga yang akan melewati jalanan di dekat mereka. Dan lagi-lagi, lelaki dari kaum Anshar itu pun muncul.

    Peristiwa serupa terus berulang hingga ketiga kalinya. Putra gubernur muslim pertama di Mesir, Abdullah bin Amr bin Ash pun tidak tahan lagi dan ia pun memilih untuk mencari tahu rahasia amalan yang dilakukan oleh lelaki Anshar tersebut hingga sampai tiga kali Rasulullah menyebutnya sebagai penghuni surga.

    Abdullah bin Amr bin Ash pun berpura-pura bertengkar dengan ayahnya. Setelahnya, ia meminta izin untuk tinggal selama beberapa hari di rumah lelaki Anshar tersebut.

    Singkat cerita, Abdullah bin Amr bin Ash mencoba memerhatikan keseharian lelaki Anshar itu untuk mengetahui amal sholeh yang ia lakukan. Namun, Amr bin Ash tidak menemukan suatu amalan luar biasa yang dilakukannya.

    Laki-laki Anshar itu tidak mengamalkan sholat malam dengan jumlah rakaat banyak di sepertiga malam. Ataupun, lelaki itu bangun tepat menjelang Subuh sehingga tidak banyak amalan sholat malam yang dilakukannya.

    Hingga di penghujung hari ketiga tidak menemukan apapun, Abdullah bin Amr bin Ash pun hendak berterus terang pada lelaki itu dan berniat untuk menanyakannya langsung. Abdullah bin Amr bin Ash pun berkata:”Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tidak saling menyapa antara aku dan ayahku. Aku sengaja menginap di rumahmu karena mendengar Rasul berkata tentang dirimu sebanyak tiga kali bahwa engkau adalah laki-laki penghuni surga. Maka, aku pun ingin bersamamu agar bisa melihat bagaimana amalanmu hingga engkau dikatakan sebagai laki-laki penghuni surga. Kalau aku sudah tahu, nanti aku akan menirumu. Tetapi, engkau ternyata tidak terlalu banyak beramal. Amalan apakah yang membuat ia mendapat kedudukan yang mulia itu (ahli surga)?”

    Lelaki Anshar itu pun menjawab bahwa ia tidak memiliki amalan kecuali yang telah dilihat langsung oleh Abdullah bin Amr bin Ash. Kemudian ia berkata lagi, “Aku tidak pernah dengki kepada kaum muslim karena kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepadanya.”

    Mendengar hal itu, Abdullah bin Amr bin Ash tertegun dan berkata, “Itulah amalan yang telah menyampaikanmu pada derajat yang paling tinggi, sungguh berat kami lakukan.
    4.Orang yg melalukan perbuatan keji atau menzolomi dirinya kemudian ia ingat kepada Allah dan memohon ampun kepadanya .
    Inilah 4 KARAKTER PENGHUNI SURGA yg Allah beritakan kepada kita semoga kita termasuk dari golongan tersebut,
    Aamiin allahumma aamiin..
    Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

    ASM Bulan September Bersama Kak Ihan

    ASM September Bersama Kak Ihan

    Alhamdulillah Kegiatan ASM kita kali ini dibersamai oleh kak Ihan, di kesempatan kali ini kak Ihan di awal-awal menyampaikan motivasi untuk semangat mengaji dan juga menyampaikan ttg sholawat Nabi agar kelak bisa mendapatkan syafaat dari Nabi, kemudian kak Ihan membawakan cerita seorang anak yang terkena sakit mata yang parah karena terlalu sering menggunakan Hp, Kak Ihan juga memberikan beberapa tips untuk ibu-ibu yang kebetulan hadir di kesempatan kali ini tentang bagaimana cara agar anak bisa terbatasi dalam bermain HP.

    Kegiatan ASM kali ini dihadiri oleh anak- anak juga Ibu wali santri TPQ Masjid Baiturrahman ± berjumlah 150an peserta.

    Kajian Bulan September 2023 Karyawan LBE

    Tema : Hikmah Kisah Juraij Sang Ahli Ibadah

    Kisah ini dikenal dengan kisah Juraij. Di dalamnya dikisahkan anak yang tidak mau mendengar panggilan orang tua padahal ia sedang shalat sunnah. Dan disebutkan mengenai bayi yang bisa berbicara saat dalam momongan. Dari Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij” Lalu ada yang bertanya,”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?” Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.” Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?” Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku si penggembala sapi.”Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunlah seperti sedia kala.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.”(Disebutkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]

    Pelajaran dari Kisah Juraij

    1- Hadits ini menunjukkan keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij seorang alim (yang berilmu), maka tentu ia akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat.

    2- Seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Karena jika ia sampai membuat orang tua marah dan orang tua mendoakan jelek, maka itu adalah do’a yang mudah diijabahi. Ia tahu akan hal itu, sehingga membuatnya tersenyum.

    3- Bukti do’a jelek dari ibu terkabul karena Juraij akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana do’a ibunya.

    4- Berbakti pada orang tua adalah akhlak mulia, lebih-lebih bakti pada ibu.

    5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi masalah yaitu harus yakin akan pertolongan Allah.

    6- Zuhudnya Juraij karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak.

    7- Ketika musibah menimpa, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan do’a jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.

    8- Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.

    9- Do’a ibu Juraij tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan Juraij terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya do’akan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.

    10- Tawakkal dan keyakinan yang tinggi pada Allah akan membuat seseorang keluar dari musibah.

    11- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting, maka dahulukan perkara yang paling penting. Seperti ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.

    12- Allah selalu memberikan jalan keluar (jalan kemudahan) bagi para wali-Nya dalam kesulitan mereka.

    13- Hadits ini menunjukkan adanya karomah wali, berbeda halnya dengan Mu’tazilah yang menolak adanya karomah tersebut.

    Hanya Allah yang memberi taufik pada ilmu dan amal.

    BEASISWA MURID BERPRESTASI DI DESA SALIRA

    SERANG – PT Lestari Banten Energi (PT LBE) kembali berkontribusi mendukung perkembangan dunia pendidikan dengan memberikan Program Beasiswa Tahunan periode 2023 untuk murid berprestasi dari sekolah-sekolah yang ada di Desa Salira. Beasiswa diberikan kepada 30 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 120 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 144 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). Sehingga dengan penganugerahan ini, sejak 2018 PT LBE telah memberikan beasiswa kepada 294 siswa per tahunnya.


    PT Lestari Banten Energi, melalui program ini berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi di lingkungan di mana PT LBE beroperasi untuk  memotivasi mereka ke  masa depan yang lebih baik.
    Menurut HR Manager, Aris Sarwoko, program beasiswa ini merupakan komitmen jangka panjang PT Lestari Banten Energi untuk terus mendukung program pendidikan di Indonesia, khususnya kepada siswa berprestasi di sekitar PT LBE.
    Seremoni penyerahan beasiswa berlangsung pada Senin, 31 Juli 2023, di Masjid Baiturrahman, Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten. Beasiswa  secara resmi diserahkan oleh Aris Sarwoko dan Trisnawati Sovitia Putri sebagai Corporate Social Sesponsibility (CSR) committee.


    Adapun  penerima  beasiswa tersebut berasal dari 6 sekolah yang ada di Desa Salira. Di antaranya SMP Negeri 1 Puloampel, SD Negeri Salira, SD Negeri Sumurlubang, MDTA Salira, MDTA Sumurlubang dan MDTA Ash-Shohaabah. Dari masing-masing sekolah, ada 24 sampai 60 penerima beasiswa yang tersebar di setiap kelas.

    Kajian dan BUKBER Puasa Asyura di Masjid Baiturrahman

    Kajian dan BUKBER Puasa Asyura di Masjid Baiturrahman

    Alhamdulillah hari ini hari Jum’at tanggal 10 Muharram 1445H atau bertepatan dengan tanggal 28 Juli 2023 DKM Masjid Baiturrahman telah menyelenggarakan acara kajian dan BUKBER Puasa Asyura bersama anak-anak ngaji TPQ di desa Salira.

    Acara ini bertujuan untuk mengenalkan / menghidupkan amalan Sunnah puasa Asyura di kalangan anak-anak desa Salira. Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

    Hadist inilah yang menjadikan motivasi kita untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

    Sebelum Kajian dimulai ada Kak Elis dari KKN UNIBA yang menyampaikan Sambutan dan sedikit motivasi anak-anak agar terus meningkat semangat dalam belajar dan menggapai mimpi.

    Dalam acara ini, narasumber yang dihadirkan adalah Ustadz Nazarudin dari Cilegon, beliau menyampaikan tema Meneladani para sahabat Nabi yang Mulia kepada para santri-santri TPQ, anak-anak tampak antusias menyimak kajian ini, tak lupa di sela-sela kajian kita adakan Doorprize yang menarik sehingga anak-anak semakin semangat menyimak dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari narasumber.

    Acara ini dimulai Jam 17.00 WIB sampai menjelang adzan Maghrib, setelah acara kajian selanjutnya anak-anak kita persilahkan untuk berbuka puasa bersama di teras masjid, kemudian setelah selesai berbuka puasa anak-anak berlanjut untuk sholat berjamaah di Masjid.

    Bu Atikah, salah satu pengajar di TPQ Masjid Baiturrahman menyampaikan harapannya kedepan acara ini terus diadakan karena bisa memilik dampak positif dan membuat anak² semakin semangat untuk mengamalkan Ibadah-ibadah Sunnah, dan semoga di bulan Ramadhan nanti anak-anak sudah terbiasa melakukan ibadah puasa.

    Acara “Kajian dan Bukber” di Masjid Baiturrahman ini diharapkan menjadi momen yang inspiratif dan bermanfaat bagi para santri secara khusus dan secara umum bagi masyarakat desa Salira. Dengan adanya kegiatan ini, kita terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan agama yang berkualitas untuk generasi muda, agar mereka dapat menjadi penerus yang baik dalam memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits sesuai yang di ajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.