Kajian Bulanan Kali ini bersama Ustadz Nurul Qodri dengan Tema Aku Tidak Takut Setan
Kita tidak boleh takut setan, karena setan itu musuh yang nyata bagi manusia. Dan kita tidak boleh takut sama musuh. Kalau kita menunjukkan rasa takut sama setan, maka setan akan semakin berani mengganggu kita. Setan juga lemah tipu dayanya, sehingga harusnya kita bisa menang melawan setan.
Kajian ini di hadiri oleh anak-anak Salira dan sekitarnya lebih dari 100 Peserta, kajian di laksanakan di Masjid Baiturrahman LBE. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan kajian ini bisa menjadi Motivasi bagi anak-anak agar mereka menjadi generasi yang pemberani dan tidak takut setan.
Setiap hari kita makan dan minum. Sarapan pagi, makan siang, makan malam. Belum lagi cemilan dan jajanan. Saking seringnya, terkadang kita lupa untuk mengamalkan adab-adab makan. Padahal, Rosulullah telah mencontohkan adab-adab makan sesuai tatacara Islam, lho!
Nah kira-kira apasih adab-adab yang di ajarkan oleh Rosulullah? Berikut ini diantaranya :
Mengucapkan Basmalah memulai makan dan minum.
Makan dan minum menggunakan tangan kanan.
Makan dan minum dengan duduk.
Tidak meniup makanan / minuman panas.
Tidak membiarkan makanan dan minuman yang berceceran.
Kajian ini di laksanakan di Masjid Baiturrahman LBE pada hari Sabtu tanggal 24 September 202, pukul 16.15 sampai 17.15, dihadiri oleh anak-anak desa Salira dan sekitarnya berjumlah 100an anak lebih, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan kajian ini anak-anak semakin paham dan bisa mengamalkan adab-adab makan sesuai tatacara yang di contohkan oleh Rosulullah, Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
Kajian Bulanan / ASM kali ini bersama Ustadz Abu Syafiq Alfian Tono, Lc Beliau Salah satu Alumni Universitas Islam Madinah KSA, Beliau pada kesempatan kali ini membawakan Sebuah Tema Yang sangat menarik untuk di simak, Temanya adalah Kisah Nabi Isma’il ‘Alaihissalam.
Keteladanan berbakti kepada orang tua menjadi hikmah penting yang dapat dipelajari dari kisah Nabi Ismail ‘alaihissalam “Nabi Ismail adalah anak yang sangat berbakti pada orang tuanya. Jika ingin mencari figur keteladanan, maka kisah Nabi Ismail ini sangat cocok untuk dijadikan teladan”.
Nabi Ismail selalu berbaik sangka kepada Allah. Dia percaya bahwa Allah tidak menghendaki keburukan untuk hamba-Nya.
Kajian ini di hadiri oleh anak-anak Salira dan sekitarnya ± 100 Peserta, kajian di laksanakan di Masjid Baiturrahman LBE. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan kajian ini bisa menjadi inspirasi teladan yang baik bagi anak-anak yang mengikuti kajian ini.
Kajian Bulanan Anak-anak kali ini Bersama Ustadz Khoirul Anam dengan Tema 6 Hak Sesama Muslim, beliu menyampaikan salah satu hadits yang ada dalam kitab Bulughul Marom, berikut ini hadist nya :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]
Kajian ini di hadiri kurang lebih 95 Peserta anak-anak sekitar desa Salira, Semoga dengan adanya kajian anak-anak semakin paham dan mengerti tentang hak-hak sesama Muslim.
Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia,
“Shalat tepat pada waktunya … berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihatlah … betapa kedudukan orang tua sangat agung dalam Islam, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menempatkannya sebagai salah satu amalan yang paling utama. Lalu, sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua?
Hebatnya Pahlawan-pahlawan Islam (ASM Bersama Kak Ihan)
Dunia anak sekarang ini dibanjiri dengan cerita tokoh superhero khayalan semacam Superman, Spiderman, Naruto dan lain-lain. Bagaimana dampak tokoh-tokoh ini pada pekembangan anak? Apa yang bisa kita lakukan, agar anak mengidolakan tokoh-tokoh kepahlawanan yang berasal dari Islam? Selain Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tokoh-tokoh siapa lagi yang perlu dikenalkan pada anak-anak?
Mengenalkan kepada Anak keberadaan Sang Pencipta membutuhkan trik tersendiri, salah satunya dengan metode cerita. Kajian Kali ini Bersama Ustadz Muhtadi, Beliau Menjelaskan Tentang Pentingnya Mengenal Allah dan meyakini Bahwa Allah itu Ada.
“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (Surat Al-An’am: 102)
Ustadz banyak memberikan permisalan kauniyah, seperti adanya langit dan bumi, tentulah ada yang menciptakan. Adanya sungai yang mengalir, adanya tetumbuhan, hewan yang bermacam-macam, tentulah ada yang menciptakannya. Lalu beralih kepada hal-hal yang berada di sekitar anak-anak seperti adanya pesawat terbang, kapal, dan mobil.
Dahulu saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membebaskan budak yang mengetahui keberadaan Allah, padahal posisinya jauh di atas gunung yang tengah mengembala kambing. Tapi hal itu tidak menghalanginya untuk mengenal Allah secara fitrah. Lantas, bagaimana dengan mereka yang duduk di perguruan tinggi lalu tiba-tiba akal mereka hilang karena sebagian besar dari mereka tidak mengenal keberadaan Allah? Hingga harus diskusi terlebih dahulu tentang “Ada”, “Apa itu ada?”
Memiliki anak shalih yang berakhlak baik, mempunyai rasa empati yang tinggi dan dermawan adalah dambaan setiap orangtua. Karena anak shalih merupakan aset bagi orang tua yang manfaatnya akan kembali kepada orang tua meskipun orang tua telah meninggal.
Salah satu program TPQ Masjid Baiturrahman LBE yaitu Sedekah Jumat Mulia. Shodaqoh merupakan pendidikan kepribadian yang kami selaku pengajar di masjid dan orang tua di rumah bisa dapat saling bekerjasama dalam menanamkan kepada anak-anak mengenai pentingnya bersedakah dimulai sejak dini.
Anak-anak yang telah terbiasa diajarkan untuk bersedekah maka kelak ia akan lebih ringan tangan dalam melakukan amalan ibadah sedekah SJM (Shodaqoh Jum’at mulia) ini.