Hebatnya Pahlawan-pahlawan Islam (ASM Bersama Kak Ihan)
Dunia anak sekarang ini dibanjiri dengan cerita tokoh superhero khayalan semacam Superman, Spiderman, Naruto dan lain-lain. Bagaimana dampak tokoh-tokoh ini pada pekembangan anak? Apa yang bisa kita lakukan, agar anak mengidolakan tokoh-tokoh kepahlawanan yang berasal dari Islam? Selain Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tokoh-tokoh siapa lagi yang perlu dikenalkan pada anak-anak?
Mengenalkan kepada Anak keberadaan Sang Pencipta membutuhkan trik tersendiri, salah satunya dengan metode cerita. Kajian Kali ini Bersama Ustadz Muhtadi, Beliau Menjelaskan Tentang Pentingnya Mengenal Allah dan meyakini Bahwa Allah itu Ada.
“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (Surat Al-An’am: 102)
Ustadz banyak memberikan permisalan kauniyah, seperti adanya langit dan bumi, tentulah ada yang menciptakan. Adanya sungai yang mengalir, adanya tetumbuhan, hewan yang bermacam-macam, tentulah ada yang menciptakannya. Lalu beralih kepada hal-hal yang berada di sekitar anak-anak seperti adanya pesawat terbang, kapal, dan mobil.
Dahulu saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membebaskan budak yang mengetahui keberadaan Allah, padahal posisinya jauh di atas gunung yang tengah mengembala kambing. Tapi hal itu tidak menghalanginya untuk mengenal Allah secara fitrah. Lantas, bagaimana dengan mereka yang duduk di perguruan tinggi lalu tiba-tiba akal mereka hilang karena sebagian besar dari mereka tidak mengenal keberadaan Allah? Hingga harus diskusi terlebih dahulu tentang “Ada”, “Apa itu ada?”
Memiliki anak shalih yang berakhlak baik, mempunyai rasa empati yang tinggi dan dermawan adalah dambaan setiap orangtua. Karena anak shalih merupakan aset bagi orang tua yang manfaatnya akan kembali kepada orang tua meskipun orang tua telah meninggal.
Salah satu program TPQ Masjid Baiturrahman LBE yaitu Sedekah Jumat Mulia. Shodaqoh merupakan pendidikan kepribadian yang kami selaku pengajar di masjid dan orang tua di rumah bisa dapat saling bekerjasama dalam menanamkan kepada anak-anak mengenai pentingnya bersedakah dimulai sejak dini.
Anak-anak yang telah terbiasa diajarkan untuk bersedekah maka kelak ia akan lebih ringan tangan dalam melakukan amalan ibadah sedekah SJM (Shodaqoh Jum’at mulia) ini.
Syariat sebelum Islam telah menyeru manusia untuk memiliki akhlaq mulia. Kemudian diutuslah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa kesempurnaan akhlaq.
Akhlaq yang mulia memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Akhlaq yang mulia merupakan tanda kesempurnaan iman.
“Yang paling sempurna keimanan seseorang mu’min adalah yang paling bagus akhlaqnya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya”. (HR. At-Tirmidzi dan beliau berkata hasan shahih).
Akhlaq yang mulia akan mengantarkan ke derajat orang yang senantiasa mengerjakan puasa dan shalat malam.
Dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya dengan akhlaq mulia seorang mukmin akan sampai ke derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat malam.”’ (HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib 2643)
Orang yang memiliki akhlaq yang bagus adalah sebaik-baiknya manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقاً
“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling bagus akhlaqnya”. (Muttafaqun ‘alaihi).
Dengan kegiatan ini, diharapkan kepada anak-anak agar memiliki akhlak yang mulia, terutama kepada ornag tuanya dan teman-teman nya.
Kajian anak-anak ini dilaksanakan pada tanggal 01 Januari 2022 dan dihadiri sekitar 70an lebih peserta yang mengaji di Masjid Baiturrahman dan peserta yang bukan anak-anak ngaji di luar masjid Baiturrahman LBE.
Uwais Al-Qarni, pemuda asal Yaman yang tidak dikenal di bumi, namun terkenal di langit.
Tidak banyak yang tahu kemuliaan Uwais Al-Qarni. Seorang pemuda miskin asal Yaman yang tidak dikenal di bumi, namun terkenal di langit. Ia berasal dari Qabilah Murad, lalu dari Qarn. Qarn sendiri adalah bagian dari Murad.
Uwais Al-Qarni sangat dicintai Rasulullah SAW dan penghuni langit. Dalam sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim: “Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian,” demikian sabda Nabi kepada Umar bin Khattab.
Uwais Al-Qarni berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Meskipun cacat, ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepadanya ibunya. Ibunya adalah seorang perempuan tua lumpuh. Uwais tak pernah lelah merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” pinta Ibunya.
Uwais terkejut, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.
Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Subhanallah, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila.. Uwais gila…” kata orang-orang. Ya, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 Kg, begitu juga dengan otot Uwais makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.
Akhirnya Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah. Alangkah besarnya cinta Uwais kepada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Faedah dari kisah Uwais Al Qarni di atas:
1- Kisah Uwais menunjukkan mu’jizat yang benar-benar nampak dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia adalah Uwais bin ‘Amir. Dia berasal dari Qabilah Murad, lalu dari Qarn. Qarn sendiri adalah bagian dari Murad.
2- Hadits ini juga menunjukkan keutamaan birrul walidain, yaitu berbakti pada orang tua terutama ibu. Berbakti pada orang tua termasuk bentuk qurobat (ibadah) yang utama.
3- Doa orang selepas bepergian dari safar yang baik seperti haji adalah doa yang mustajab. Sekaligus menunjukkan keutamaan safar yang shalih (safar ibadah).
4- Menjadi orang yang tidak terkenal atau tidak ternama itu lebih utama.
5- Penilaian manusia biasa dari kehidupan dunia yang nampak. Sehingga mudah merendahkan orang lain. Sedangkan penilaian Allah adalah dari keadaan iman dan takwa dalam hati.
Dengan kegiatan ini, diharapkan kepada anak-anak agar menjadi anak sholeh dan sholehah yg berbakti kepada orang tua.
Kajian anak-anak ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2021 dan dihadiri sekitar 60 anak peserta yang mengaji di Masjid Baiturrahman.