Arsip Penulis: Haris

Kajian Parenting Bulan Oktober 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah, Pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024 ini, Kami mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kajian Parenting bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog dengan tema “Mendidik Interaksi Sosial Pada Anak” yang diadakan di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Kajian ini dihadiri oleh para Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman & segenap pengajar ngaji di TPQ Masjid Baiturrahman.

Sebagai orangtua, hendaklah memperhatikan setiap sisi perkembangan anak. Bukan hanya kepintaran, tetapi hal hal lainnya juga harus diperhatikan. Bagaimana emosional nya, bagaimana sosialnya, bagaimana pola hidupnya, hendaklah diperhatikan. Sehingga segala aspek perkembangan anak itu menjadi baik. Jangan sampai anak itu pintar, tetapi menjadi penyendiri, sulit bergaul.

Bukankah Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”

Lantas, bagaimana cara mendidik Interaksi sosial yang baik pada anak?

Dalam sebuah hadits dari Sahabat Anas bin Malik. Bahwasanya tatkala ia melewati seorang anak kecil, ia mengucapkan salam kepada anak tersebut, kemudian beliau berkata:

كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَفْعَلُهُ

“Nabi Shalallahu alaihi wasallam melakukannya.”

Maka inilah langkah pertama, yaitu menstimulasi anak untuk terbiasa mengucapkan salam. Kita memulai dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, sehingga anak terbiasa merespon salam dan sapaan tersebut.

Kedua: Mengajak anak-anak kita untuk berinteraksi di komunitas orang tua. Sehingga anak akan melihat, bagaimana orang tuanya berinteraksi. Kemudian ia mempelajari bagaimana cara berinteraksi. Maka sebagai orangtua hendaklah memberi contoh yang baik.

Ketiga: Melatih anak-anak untuk menjadi utusan kita dalam melaksanakan suatu kebutuhan. Bukan berarti orangtua tersebut malas, akan tetapi melatih anak tersebut untuk berani dan bertanggungjawab.

Keempat: Memberitahu dan membiasakan anak untuk memulai sapaan dengan mengucapkan salam terlebih dahulu.

Kelima: Hendaklah mengunjungi anak ketika sakit, doakan ia dan lebih utama berikanlah sesuatu. Karena anak akan merasakan rasa nyaman, rasa senang tatkala dikunjungi. Sehingga hal ini membangun empati dari anak agar tatkala temannya sakit, ia berinisiatif untuk mengunjungi nya, mendoakannya. Karena ia dilatih untuk merasakan perasaan orang lain.

Keenam: Mencarikan sahabat yang baik untuk anak-anaknya. Bagaimana caranya?
Ada 3 cara:

  1. Kita harus mencarikan lingkungan yang baik.
  2. Mencarikan lingkungan sekolah yang baik untuk anak.
  3. Kalau memang tidak bisa mencarikan lingkungan yang baik, hendaklah menciptakan lingkungan yang baik.

Ketujuh: Melatih anak-anak berinteraksi sosial dalam kegiatan ekonomi. Latih mereka untuk berjualan beli. Bukan untuk mencari uang, tetapi supaya mereka paham bagaimana jual beli yang baik, jual beli yang jujur. Ajarkan mereka adab berjualan yang baik, larangan dusta dan menipu tatkala berjualan.

Kedelapan: Mengajak anak-anak untuk menghadiri perayaan yang disyariatkan. Seperti Idul Fitri, Walimah. Sehingga mereka tau bagaimana kaum muslimin berinteraksi. Ajarkan kepada mereka bagaimana berinteraksi dalam lingkungan yang banyak manusia di dalamnya.

Kesembilan: Menginapkan anak di kerabat yang shalih keluarganya. Supaya anak belajar, bagaimana kehidupan islami di keluarga itu.

Berikut adalah rekaman kajian Parenting Bersama Ustadz Drs. Muhammad Ridjal, Psikolog.

Kajian Bulan September 2024 | ASM (Anak Salira Mengaji)

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan ASM (Anak Salira Mengaji), pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Alfian Abu Syafiq,Lc. Hafidzahullah, pada kesempatan kali ini kita mengangkat tema “Akibat durhaka kepada Orangtua”.


Alhamdulillah anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Alfian Abu Syafiq,Lc. Hafidzahullah, adapun ringkasan kajian yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:
Surga adalah tempat yang begitu indah, didalamnya terdapat begitu banyak kenikmatan yang bahkan tidak bisa dibayangkan oleh seluruh manusia. Diantara salah satu cara yang paling mudah dan paling mulia untuk menuju surga adalah berbakti kepada Orang tua.
Sebaliknya, neraka adalah tempat dimana Allah menghukum dan mengadzab orang-orang yang berdosa, dan diantara dosa yang paling besar adalah durhaka kepada orang tua. Bahkan di salah satu hadits, Rasulullah menempatkan dosa durhaka kepada orang tua tepat dibawah kesyirikan.
Lantas, apakah yang dimaksud durhaka kepada Orang tua? Bisa jadi seseorang bahkan tidak menyadari kalau ia telah durhaka kepada kedua orangtuanya. Maka hendaklah ia menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan kedurhakaan dan berusaha berbakti kepada mereka. Diantanya adalah:

  1. Menghiraukan panggilan orangtua
    Ada sebuah kisah, bahwa seorang Ulama sedang mengisi kajian, kemudian ibunya memanggil dengan suara yang keras, memerintahkan nya untuk memberi makan ayam. Maka tanpa alasan sang Alim itu langsung pergi memberi makan ayam kemudian baru melanjutkan kajian.
    Maka dari sini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa seseorang tidak boleh tidak menjawab panggilan orangtua nya, walaupun ia sedang dalam urusan penting, karena tidak menjawab adalah termasuk bentuk durhaka kepada Orangtua.
  2. Membuat kedua orangtua marah
    Jangan sampai seorang anak membuat kedua orangtuanya marah. Jangan sampai pula membuat mereka bersedih dengan berkata buruk, terlebih sampai memukul. Hendaklah seorang anak senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya. Allah berfirman:
    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
    Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata,

إِبْكَاءُ الوَالِدَيْنِ مِنَ العُقُوْقِ

”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”

  1. Tidak mendoakan kedua orangtua
    Orangtua adalah manusia yang paling pantas untuk kita doakan,karena merekalah yang senantiasa berjasa kepada kita. Maka Hendaklah ia mendoakan kedua orangtuanya, diantara doa yang paling bagus adalah:
    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
    “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shaghira”

Selagi masih ada kesempatan untuk berbakti, hendaklah seorang anak berusaha semaksimal mungkin untuk berbakti kepada orangtuanya. Karena sungguh merugi mereka yang masih mendapati orangtuanya hidup, tetapi tidak masuk surga dengan sebab orangtuanya. Rasulullah bersabda:
« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »
“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

Kajian ini dihadiri oleh anak-anak TPQ Masjid Baiturrahman dari desa Salira dan sekitarnya, ±130an peserta yang hadir pada acara ini, semoga ilmu yang di sampaikan oleh Ustadz Alfian Abu Syafiq bermanfaat untuk anak-anak Salira, dan semoga bisa diamalkan.

Kajian Bulan Agustus 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhammad Ridjal Hafidzahullah, dengan tema “Melatih Anak untuk Beribadah kepada Allah“.


Setelah kita mengajarkan kepada anak-anak kita Aqidah yang benar, Mengajarkan tentang Siapakah Allah, Maka hendaklah kita melanjutkan nya dengan mengajarkan bagaimana Menyembah Allah dengan sebenar-benarnya. Allah Ta’ala berfirman:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”

Maka bagaimana cara kita melatih anak-anak kita untuk beribadah kepada Allah?

  1. Jika Anak kita belum mencapai 7 Tahun, maka latih mereka beribadah dengan memberikan contoh kepada mereka. Perkenalkan mereka dengan ibadah, Ajak anak-anak kita ke masjid, tunjukkan bagaimana cara Shalat. Demikian pula ibadah lainnya. Tunjukkanlah cara beribadah yang benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah.
  2. Ketika anak baru belajar beribadah, hendaklah kita memberikan motivasi, berikan mereka hadiah jika ia menjalankannya dengan baik, dan jangan langsung menghukumnya jika mereka salah, nasehati lah dengan baik. Jika masih dengan sengaja membuat kesalahan, peringatkan, kalau masih tidak bisa, ancamlah ia dengan pukulan, kemudian jika memang harus dipukul, pukullah dengan baik, dengan tujuan menasehati, bukan didasari emosi. Adapun memukul itu memiliki kaidahnya tersendiri:
  • Tidak boleh memukul sebelum usia 10 Tahun
  • Tidak boleh memukul dengan alat yang terlalu keras
  • Tidak boleh memukul di satu tempat saja
  • Tidak boleh memukul sampai terlihat ketiak
  • Tidak boleh memukul kepala dan kemaluan
  • Tidak boleh memukul dalam keadaan marah
  • Tidak boleh memukul lebih dari 10 kali
  • Hentikan memukul ketika anak menyebut nama Allah

3. Kemudian setelah mereka sudah terbiasa dengan ibadah fardhu, ajari mereka untuk menambah nya dengan ibadah-ibadah Sunnah. Jika mereka sudah terbiasa shalat Fardhu, ajari mereka shalat Nafilah. Ajari mereka shalat malam. Begitupula amalan yang lainnya. Akan tetapi, jangan memaksa anak untuk ibadah Sunnah, hendaklah kita motivasi, berikan penghargaan atas ibadah Sunnah yang mereka lakukan. Sehingga ketika memasuki usia Baligh, ketika catatan Amal mereka dibuka, mereka sudah terbiasa dan tertib shalatnya dan juga ibadah lainnya.

Kajian Bulan Agustus 2024 | Karyawan LBE

Seorang muslim yang bertauhid namun melakukan perbuatan dosa, kelak dia akan masuk surga selama tidak melakukan kesyirikan atau kafir. Akan tetapi dia harus mampir terlebih dahulu di neraka jahannam sampai waktu yang telah Allah Subhanahu wa ta ‘ala tentukan untuk membersihkan dosa-dosanya. Jika dosa-dosanya telah bersih, maka barulah dia dikeluarkan dari neraka dan di masukkan ke dalam surga. Semua itu terjadi karena surga tidak akan dimasuki oleh seseorang yang masih memiliki dosa.

Oleh karenanya penting bagi kita untuk mengenal perkara-perkara apa yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita. Sehingga kelak kita bisa bertemu dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam keadaan dosa-dosa telah berguguran, dan Allah pun memasukkan kita ke dalam surga secara langsung. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memasukkan kita semua dalam surgaNya.

Diantara Sebab Penggugur Dosa adalah :

1. Taubat

Taubat adaalah perkara yang disepakati oleh kaum muslimin dapat mengugurkan dosa. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman,

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang’.” (QS. Az-Zumar : 53)

Tidak mungkin bagi seseorang menjalani kehidupannya tanpa dosa. Pasti seseorang pernah terjerumus dalam perbuatan dosa.

Oleh karenanya tatkala seseorang terjerumus ke dalam suatu perbuatan dosa, hendkanya dia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan juga hendaknya seseorang berhusnudzan kepada Allah bahwa pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

2. Istighfar

Ketahuilah bahwa orang-orang yang banyak beristighfar akan diberikan oleh Allah banyak kebaikan dari dunia maupun akhirat. Lihatlah balasan dunia bagi orang-orang yang senantiasa beristighfar dalam firman Allah Subahanhu wa ta’ala tentang perkataan Nabi Nuh ‘alaihissalam,

وا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12) مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا (13)

“Maka aku (Nuh) berkata (kepada kaumnya), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?”. (QS. Nuh : 10-13)

Maka Sungguh beruntunglah orang-orang yang banyak beristighfar kepada Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا} سنن ابن ماجه (2/ 1254{(

“Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah 2/1254 no. 3818)

3. Amal Sholih

Kebaikan dan amal salih adalah di antara hal-hal yang dapat menggugurkan dosa-dosa. Di antara dalil yang menyebutkan hal ini adalah firman Allah Subahanahu wa ta’ala,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ (114)

“Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud : 114)

4. Musibah yang Allah timpakan kepadanya

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari 7/ 114 no. 5641)

5. Syafa’at dari Nabi di hari kiamat

Terlalu banyak dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi syafa’at kepada umatnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي

“Syafa’atku untuk ummatku yang berbuat dosa dosa besar.” (HR. Tirmidzi 4/625 no. 2436)

Akan tetapi perlu diketahui bahwa ada syarat seseorang untuk bisa mendapatkan syafaat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu tidak boleh berbuat syirik. Oleh karenanya tatkala Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ فَقَالَ: ” لَقَدْ ظَنَنْتُ، يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أَنْ لاَ يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِه

“Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling beruntung dengan syafaatmu pada hari kiamat?” Nabi menjawab: “Hai Abu Hurairah, saya sudah beranggapan bahwa tak seorangpun lebih dahulu menanyakan masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan kulihat semangatmu mencari hadits, Manusia yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan laa-ilaaha-illa-llaah, dengan tulus dari lubuk hatinya.” (HR. Bukhari 8/117 no. 6570)

6. Rahmat Allah kepada seorang Hamba

Sangat mudah bagi Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menggugurkan dosa seorang hamba secara tiba-tiba karena kasih sayang Allah kepada hambaNya. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30)

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy-Syura : 30)

Ini menunjukkan bahwa tidak ada sebab khusus untuk Allah mengampuni kesalahan seorang hamba. Akan tetapi rahmat dan ampunan tersebut diberikan karena kasih sayang Allah kepada seorang hamba.

Buka Puasa Asyura 1445H | Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Hari ini hari Rabu, 10 Muharram 1445H, atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli 2024M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa Asyura bersama di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Muharram adalah puasa Asyura, pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun.

Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Asyura tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Kegiatan Semarak Kurban 1445 H/2024M

Puji syukur kehadirat Allah subhanahu wata’ala, kami selaku panitia Semarak Kurban Masjid Baiturrahman telah rampung menyelenggarakan kegiatan tahunan Sebagaimana kegiatan tahun-tahun sebelumnya, kami panitia menerima hewan kurban dari shohibul kurban dan kami juga membantu dalam pembelian hewan kurban. Pada praktek penyediaan hewan kurban kami bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al Hanif Cilegon untuk penyediaan hewan kurbannya.

Adapun hewan kurban yang telah kami terima pada tahun ini 1445H adalah sebagaimana berikut:

Adapun pendistribusian daging kurban dibagikan kepada:
• Masyarakat sekitar Masjid Baiturrahman
• Anak Yatim dari TPQ Masjid Baiturrahman
• Asatidzah Khotib Jumat Masjid Baiturrahman
• Beberapa Janda Salira
• Sebagian Security LBE

Kami ucapakan Jazaakallohu khoiron atas partisipasi segenap shohibul kurban, semoga Allah menerima kurban kita semua dan apa yang telah diusahakan menjadi pemberat timbangan di yaumil akhir kelak…..Aamiin.

Berikut ini Dokumentasi Kegiatan Semarak Kurban Tahun 2024 ini :

Sholat Iedul Adha 1445 H / 2024 M

Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait dengan penentuan 1 Dzulhijjah, maka telah diputuskan melalui sidang istbat, Idul adha 10 Dzulhijah 144H tahun ini jatuh pada tanggal 17 Jun 2024M.

DKM Baiturrahman menyelenggarakan shalat Idul Adha yang diselenggarakan di lapangan parkir samping Masjid Baiturrahman.

Pada kali ini yang bertindak selaku imam dan khatib adalah Ustadz Fadhil Ziyanul Hubbi, SM.

Shalat dilaksanakan pada pukul 06:30 WIB. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.

Buka Puasa Arofah 1445H | Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Hari ini hari Ahad, 09 Dzulhijjah 1445H, atau bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2024M, DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan kegiatan kajian dan buka puasa Arofah bersama di Masjid Baiturrahman LBE Salira.

Mengingat Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah mati, sesudah (wafat)ku, maka bagi orang itu pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka “ (HR.At-Tirmizi)

Hadist inilah yang menjadikan motivasi kami untuk menyampaikan salah satu amalan Sunnah yang sebagian besar orang-orang telah melupakannya atau bahkan sengaja meninggalkannya.

Sebagaimana yang kita tau bahwa salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Sebagaimana Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang”(HR.Muslim)

Sebelum buka puasa, Acara hari ini dimulai dengan kajian yang bertema “Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Isma’il Alaihimassalam“

Alhamdulilah banyak santri-santri TPQ yang antusias untuk ikut puasa Arofah tahun ini, semoga bisa terus Istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghidupkan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Jelang Idul Adha, Masjid Baiturrahman LBE adakan Pelatihan JULEHA (Juru Sembelih Halal) DKM se-Salira

SALIRA, (26/05/24) Masjid Baiturrahman bekerjasama dengan Team DPD JULEHA Cilegon mengadakan Pelatihan JULEHA (Juru sembelih Halal) acara ini Gratiss dan tidak di pungut biaya, dalam acara ini dihadiri Oleh DKM se Salira.

NAMA DKM MASJID SALIRA

1. DKM Masjid Babul Jannah

2. DKM Masjid Riyadushholihin

3. DKM Masjid Miftahul Jannah

4. DKM Masjid Miftahul Jannah 2

5. DKM Masjid Nurul Yaqin

6. DKM Masjid Al- Muhajirin

7. DKM Musholla At-Taubah

8. DKM Musholla Al-Ikhlas

Masing-masing DKM mengutus 5 anggota untuk ikut pelatihan ini, dan sebagian di hadiri oleh peserta umum yang berdomisili di sekitar wilayah Salira.

Adapun susunan kegiatan dalam acara ini adalah sebagai berikut :

Pembukaan yang di Sampaikan oleh MC kemudian:

1. Sambutan Tokoh Masyarakat Salira yang diwakili oleh Ustadz Iskandar

2. Sambutan DKM Masjid Baiturrahman (disampaikan oleh Pak Peri)

3. Sambutan dari Team DPD Juleha Cilegon

4. Doa bersama sebelum acara dimulai (dipimpin oleh Ustadz Iskandar)

Selanjutnya acara inti.

Sesi Pagi – Dzuhur (Teori ) – Management Qurban- Pengenalan Pisau Sembelih- Materi teknik Perubuhan- Materi titik sembelih dan Teknik Sembelih gedegong Pisang

ISOMA

Sesi Siang (Praktek) : – Praktik langsung sembelih ayam / Kambing- Praktik Langsung Perubuhan Sapi- Teknik Tali Temali.

Alhamdulillah Para peserta peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mudah-mudahan Kedepannya bisa diadakan kembali dan semoga syi’ar Kebaikan ini bisa meluas ke masyarakat. Aamiin..

Kajian Bulan Mei 2024 | Ibu-Ibu Wali Santri TPQ Masjid Baiturrahman

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini DKM Masjid Baiturrahman kembali mengadakan Kajian Parenting Wali Santri TPQ, pada kesempatan kali ini yang menyampaikan kajian adalah Ustadz Muhtadi Hafidzahullah, dengan tema “Bagaimana Adab Islam kepada Tetangga“.

Manusia adalah makhluk sosial, yang artinya manusia pasti akan berinteraksi dengan sesamanya, termasuk kepada tetangga. Islam sebagai Agama yang sempurna, mengatur setiap sendi kehidupan kita, termasuk bagaimana seharusnya kita bertetangga. Bahkan Rasulullah menggandengkan perintah memuliakan tetangga ini dengan Iman kepada Allah. Rasulullah bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.”

Maka diantara adab yang diajarkan Rasulullah tentang bagaimana kita harus bertetangga adalah:

  1. Memilih tetangga yang sholeh
    Jika kita ingin pindah ke lingkungan yang baru, hendaklah kita memilih lingkungan yang baik, yang ingat kepada Allah dan baik kepada sesama.
  2. Mencintai untuk tetangganya apa-apa yang disukai untuk dirinya dari kebaikan. Rasulullah bersabda:

وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِه مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba dikatakan beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

  1. Tidak menyakiti tetangga dengan cara apapun, baik perkataan, ataupun perbuatan.
  2. Senantiasa berbuat baik kepada tetangga kita.
  3. Berusaha bersabar atas keburukan tetangga kita.
  4. Memberi tetangga kita makanan tatkala kita memasak terutama jika tetangga kita fakir.

Rasulullah bersabda:

ليس المؤمن الذي يشبع وجاره جائع إلى جنبه

“Bukanlah seorang mu’min, seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sisinya.”

  1. Membantu tetangga kita jika mereka membutuhkan.
  2. Berempati dalam gembira maupun sedihnya. Tatkala mereka gembira kita turut bersuka cita. Tatkala mereka sedih kita juga merasakan kesedihannya.
  3. Tidak menghalangi tetangganya meletakkan sesuatu di sisi rumah kita, selama tidak mengganggu.
  4. Menjaga kehormatan tetangga kita dan tidak berkhianat tetangga kita. Rasulullah bersabda:

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Demi Allah, tidak beriman, Demi Allah, tidak beriman, Demi Allah, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.”

  1. Menunaikan semua hak sebagai muslim kepada tetangga kita.
  2. Amar ma’ruf dan nahi munkar kepada tetangga kita.